Kanker kandung kemih biasanya ditandai dengan gejala yang cukup jelas, yaitu adanya darah dalam urine. Berbeda dengan beberapa jenis kanker lain yang menimbulkan nyeri, pada tahap awal kanker ini umumnya tidak menimbulkan rasa sakit. Jangan menganggap urine yang berwarna merah muda atau merah hanya disebabkan oleh makanan atau hal yang tidak berbahaya. Jika Anda mengalami gejala tersebut yang berlangsung lebih dari beberapa hari, terutama jika memiliki riwayat merokok atau riwayat keluarga kanker, segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan evaluasi lebih lanjut.
| Gejala | Tanda Peringatan |
|---|---|
| Darah dalam urine (hematuria) | Urine bisa berwarna merah muda, merah, atau seperti warna cola. Biasanya tidak disertai nyeri dan dapat muncul hilang timbul. Walaupun hanya terjadi sekali, tetap perlu diperiksakan ke dokter. |
| Sering buang air kecil atau nyeri saat buang air kecil | Buang air kecil menjadi lebih sering, muncul rasa ingin buang air kecil yang mendadak, atau terasa perih seperti terbakar saat buang air kecil, meskipun tidak ada tanda infeksi. |
| Nyeri panggul atau punggung bawah | Nyeri ringan yang terus-menerus di perut bagian bawah, panggul, atau punggung bawah, yang bisa menandakan penyakit sudah lebih lanjut. |
| Gangguan saat buang air kecil | Sulit memulai buang air kecil, aliran urine melemah, atau terasa kandung kemih belum kosong sepenuhnya setelah buang air kecil. |
| Gejala umum pada tubuh | Penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas, tubuh terasa lelah terus-menerus, atau pada kasus lanjut dapat muncul nyeri tulang akibat penyebaran kanker. |
Anda termasuk kelompok berisiko tinggi jika saat ini atau pernah merokok, memiliki riwayat keluarga kanker kandung kemih, sering terpapar bahan kimia industri seperti pewarna, karet, atau cat, memiliki infeksi kandung kemih kronis, pernah menggunakan kateter urin dalam jangka panjang, atau memiliki mutasi gen FGFR maupun HER2. Pada kelompok ini, dianjurkan melakukan pemeriksaan urine rutin dan pemeriksaan sitologi urine setiap tahun. Jika diperlukan, dapat dilakukan pemeriksaan sistoskopi untuk melihat kondisi kandung kemih secara langsung. Pemeriksaan ini membantu mendeteksi kanker pada tahap awal, saat peluang kesembuhan masih sangat tinggi.