Alur Diagnosis Kanker Kandung Kemih yang Tepat dan Menyeluruh

Di Fosun Health, diagnosis kanker kandung kemih tidak hanya bertujuan untuk menemukan adanya kanker, tetapi juga untuk mengetahui seberapa dalam kanker telah menyebar (apakah masih di lapisan dalam kandung kemih atau sudah mencapai otot), serta melihat faktor biologis yang memengaruhi perkembangan kanker.

Hasil pemeriksaan ini digunakan untuk menyusun rencana pengobatan yang tidak hanya bertujuan mengobati kanker, tetapi juga berusaha mempertahankan fungsi kandung kemih, fungsi seksual, dan kualitas hidup pasien.

Dengan alur pemeriksaan yang terpadu dan efisien, seluruh hasil diagnosis dapat diperoleh dalam beberapa hari.

Langkah 1: Pemeriksaan Urine

•   Urinalisis dan sitologi urine: Pemeriksaan ini digunakan untuk mendeteksi darah dalam urine serta sel-sel abnormal yang berasal dari dinding kandung kemih.

•   Biomarker urine: Pemeriksaan urine khusus yang telah disetujui FDA ini dapat membantu meningkatkan ketepatan dalam mendeteksi kanker kandung kemih, terutama jenis yang lebih agresif.

Langkah 2: Pemeriksaan Pencitraan

•   CT urografi: Pemeriksaan ini digunakan untuk melihat seluruh saluran kemih, mulai dari ginjal, ureter, hingga kandung kemih. CT urografi merupakan pemeriksaan utama untuk mendeteksi adanya tumor atau penyebaran kanker pada saluran kemih bagian atas.

•   MRI kandung kemih (skor VI-RADS): Pemeriksaan ini digunakan untuk membedakan secara akurat apakah kanker masih terbatas pada lapisan dalam kandung kemih atau sudah menyebar ke otot. Hasil ini sangat penting untuk menentukan rencana pengobatan.

•   PET-CT: Pemeriksaan ini digunakan untuk mendeteksi penyebaran kanker ke kelenjar getah bening maupun organ lain yang jauh, serta membantu menentukan stadium kanker.

Langkah 3: Sistoskopi dan Biopsi

•   Sistoskopi dengan cahaya putih dan NBI: Pemeriksaan ini dilakukan untuk melihat bagian dalam kandung kemih secara langsung. Teknologi NBI membantu dokter menemukan tumor kecil atau datar yang sulit terlihat, termasuk kanker pada tahap awal.

•   TURBT (pengangkatan tumor melalui uretra): Prosedur ini tidak hanya untuk diagnosis, tetapi juga sebagai pengobatan awal. Semua tumor yang terlihat akan diangkat melalui saluran kemih untuk mengetahui tingkat keparahan dan stadium kanker secara lebih akurat.

Langkah 4: Penentuan Stadium

•   CT urografi (CTU) atau PET-CT: Pemeriksaan ini digunakan untuk mengetahui apakah kanker telah menyebar ke kelenjar getah bening, tulang, hati, atau paru-paru.

Langkah 5: Pemeriksaan Molekuler

Melalui pemeriksaan NGS, dokter menganalisis perubahan gen pada kanker seperti FGFR (FGFR2/3), HER2, MSI/dMMR, TMB, fusi NTRK, serta lebih dari 300 gen lain yang terkait dengan kanker.

Pemeriksaan ini membantu menentukan apakah tumor sensitif terhadap terapi tertentu, seperti inhibitor FGFR, terapi target HER2 (ADC), atau imunoterapi (pembrolizumab untuk MSI-H/dMMR atau TMB tinggi), serta kemungkinan mengikuti uji klinis antibodi bispesifik baru. Dengan cara ini, pengobatan dapat disesuaikan dengan kondisi biologis kanker pada setiap pasien, sehingga tidak menggunakan satu jenis terapi untuk semua orang.

Pendaftaran Konsultasi

Kirim
Ikuti Kami
Pendaftaran Konsultasi
Kirim
Book Appt.
Call Us
Telephone
+62 811998896
+62 811188251