Alur Diagnosis Presisi Kanker Tiroid
Di Fosun Health, diagnosis bukan sekadar “menemukan tumor”, melainkan membuat pemetaan nodul tiroid secara presisi untuk menentukan strategi terapi yang paling tepat. Jalur diagnosis kami yang efisien dapat memberikan jawaban dalam hitungan hari, bukan minggu.
Langkah 1: Ultrasonografi Resolusi Tinggi
• Pemeriksaan ultrasonografi tanpa rasa sakit dan tanpa radiasi digunakan untuk menilai ukuran, bentuk, batas, karakter gema, kalsifikasi, dan aliran darah pada nodul tiroid. Melalui sistem penilaian TIRADS (Thyroid Imaging Reporting and Data System), kami melakukan stratifikasi risiko keganasan secara lebih akurat.
Langkah 2: Biopsi Aspirasi Jarum Halus
• Dengan panduan ultrasonografi, jarum yang sangat kecil bahkan lebih kecil daripada jarum pengambilan darah dimasukkan ke dalam nodul untuk mengambil sedikit sampel sel. Prosedur ini hanya memerlukan beberapa menit dengan rasa tidak nyaman yang minimal, dan merupakan standar emas untuk diagnosis sitologi.
Langkah 3: Pemeriksaan Molekuler (Bila Diperlukan)
• Jika hasil biopsi masih belum pasti (Bethesda kategori III/IV), sampel akan dianalisis menggunakan Next-Generation Sequencing (NGS) untuk mendeteksi mutasi seperti BRAF V600E, RAS, RET/PTC, dan PAX8/PPARγ. Pemeriksaan ini membantu memastikan atau menyingkirkan kanker dengan tingkat akurasi tinggi, sehingga dapat menghindari operasi yang sebenarnya tidak diperlukan.
Langkah 4: Evaluasi Stadium
• CT atau MRI leher: digunakan pada tumor berukuran besar atau agresif untuk menilai apakah kanker telah menginvasi trakea, esofagus, atau jaringan otot di sekitarnya.
• CT dada: dilakukan untuk mendeteksi metastasis paru, yang merupakan lokasi penyebaran jauh paling umum pada kanker tiroid.
• Laringoskopi: bila pasien mengalami suara serak, pemeriksaan ini dilakukan untuk mengevaluasi fungsi pita suara.
Langkah 5: Pemeriksaan Darah
• Fungsi tiroid (TSH, FT4, FT3): digunakan sebagai data dasar sebelum memulai pengobatan apa pun.
• Penanda tumor: calcitonin dan CEA digunakan pada kanker tiroid meduler, sedangkan thyroglobulin digunakan untuk pemantauan setelah operasi.