2025-05-06
Perjalanan penggantian pinggul Mr. Leung dimulai ketika ia mengalami jatuh yang cukup parah. Setelah mempertimbangkan dengan matang, ia memilih untuk menjalani operasi penggantian pinggul di Rumah Sakit Fosun Chancheng Foshan. Ia sangat terkesan dengan ketepatan operasi yang dibantu robot berbasis AI serta perawatan pascaoperasi 24 jam penuh.

▲ Foto Tim Medis dan Mr. Leung
Pilihan Krusial Setelah Jatuh
Berjalan mantap dengan alat bantu jalannya di bangsal, Mr. Leung tersenyum dengan semangat yang baru. Namun, hanya beberapa minggu sebelumnya, sebuah jatuh yang parah membuatnya mengalami cedera pinggul serius dan malam-malam tanpa tidur karena rasa sakit yang terus-menerus. Menghadapi kebutuhan operasi yang tak terelakkan, ia dihadapkan pada pertanyaan penting: di mana ia harus menjalani operasi itu?
“Yang paling penting bukan apakah saya dirawat di Hong Kong atau di tempat lain—tetapi kualitas perawatan pascaoperasi,” ujar Mr. Leung. Setelah mengetahui tentang tingkat presisi operasi berbantuan robot serta program pemulihan komprehensif di Foshan, ia pun membuat keputusan. “Demi kesehatan jangka panjang saya, lebih baik saya pergi ke Foshan untuk operasi ini!”
Dengan penuh harapan, Mr. Leung tiba di Rumah Sakit Fosun Chancheng Foshan untuk menjalani prosedurnya. Di bawah cahaya lampu bedah yang steril, para dokter bedah melakukan operasi canggih dengan menggunakan sistem robot sendi cerdas milik rumah sakit tersebut. Platform berbasis AI itu memandu pemasangan prostesis pinggul khusus milik Mr. Leung dengan presisi hingga sub-milimeter, serta melakukan penyesuaian secara real-time sepanjang operasi. Operasi pun terselesaikan dengan efisien, hanya menimbulkan trauma jaringan minimal dan secara signifikan mengurangi kehilangan darah.


▲ Kiri: Foto Adegan Operasi
Kanan: Foto Robot Bedah Sendi Cerdas
“Rumah sakit ini jelas bisa menyaingi yang terbaik di Hong Kong. Bahkan presisi operasinya lebih unggul!” ujar Mr. Leung setelah operasi. Sistem navigasi robotik berhasil mencapai akurasi sub-milimeter dalam pemasangan prostesis, dengan deviasi sudut yang tetap di bawah 1°. Presisi ini berhubungan langsung dengan pemulihan fungsi sendi yang optimal serta meningkatkan daya tahan implan.
Layanan Rehabilitasi Berkualitas Tinggi di Luar Ekspektasi
Mr. Leung merasa sangat terharu dengan layanan luar biasa yang diberikan oleh Rumah Sakit Fosun Chancheng Foshan selama masa rehabilitasinya di sana.“Perawatan pascaoperasi tampaknya hal yang sekunder, padahal sebenarnya sangatlah penting,” tegasnya. Hal yang paling membuatnya terkesan adalah perawatan penuh selama 24 jam yang ia terima setelah operasi. “Siang atau malam, begitu saya menekan tombol panggil, staf medis langsung datang ke sisi tempat tidur saya—tidak peduli seberapa sering saya membutuhkan bantuan. Saya sebenarnya merasa agak tidak enak karena sering meminta bantuan di malam hari. Bagaimanapun juga, mereka sudah bekerja keras sepanjang siang,” kenang Mr. Leung.“Namun mereka selalu menanggapi dengan kesabaran tanpa batas. Tingkat kepedulian seperti ini… sesuatu yang belum pernah saya alami di rumah sakit di Hong Kong. Benar-benar menyentuh hati.”

▲ Foto Staf Medis Sedang Melakukan Ronda
Selain perawatan medis yang luar biasa, lingkungan rumah sakit itu sendiri juga menjadi kejutan menyenangkan bagi Mr. Leung.“Tempat ini sama sekali tidak terasa seperti bangsal rumah sakit—lebih mirip resort kesehatan!” ujarnya sambil bercanda dengan mata berbinar. “Tidak ada suasana menekan khas rumah sakit di sini.”
Dalam atmosfer yang menyenangkan dan berfokus pada penyembuhan—ditambah dengan bimbingan rehabilitasi dari para ahli—pemulihan Mr. Leung berlangsung jauh lebih cepat dari yang ia bayangkan. “Saya benar-benar bisa merasakan diri saya membaik setiap hari,” tuturnya. “Langkah saya semakin mantap, dan rasa sakit berkurang secara drastis.”
Suasana Medis yang Serasa di Rumah
Bagi Mr. Leung, pemulihan tidak hanya soal kesembuhan fisik—melainkan juga perjalanan untuk mendapatkan kembali martabatnya. Perawatan yang penuh perhatian di Rumah Sakit Fosun Chancheng Foshan menyentuh dirinya dalam banyak hal, bahkan detail terkecil pun memberikan dampak yang begitu berarti. Salah satunya adalah soal makanan yang menjadi sumber kenyamanan.
“Hidangan di sini rasanya benar-benar seperti masakan rumah—cita rasa khas Hong Kong, tapi tetap seimbang untuk pemulihan! Apalagi ikan asam pedas yang saya makan tempo hari, rasanya luar biasa enak!” ujarnya. Rasa autentik khas Hong Kong itu mengurangi kegelisahan karena menjalani perawatan jauh dari rumah. Makanan tersebut bukan hanya menutrisi tubuhnya, tetapi juga meredakan beban emosional akibat perawatan lintas batas.
Hal lain yang paling membuat Mr. Leung merasa tenang adalah komunikasi tanpa hambatan. Mayoritas tenaga medis fasih berbahasa Kanton, sehingga setiap konsultasi berjalan mudah.“Saya bisa mengungkapkan diri saya dengan sempurna, sama seperti di Hong Kong,” katanya. Bahkan jika ada yang tidak bisa berbahasa Kanton, mereka tetap mau mendengarkan serta berbicara dengan sabar dan ramah. Kedekatan bahasa dan budaya ini mengubah perjalanan medisnya, menciptakan rasa percaya dan pengertian instan antara pasien dan tenaga medis.

▲Foto Koordinator Medis Internasional Sedang Berkomunikasi dengan Mr. Leung
Selain itu, grup percakapan online yang dibuat oleh rumah sakit memungkinkan keluarga Mr. Leung menerima pembaruan secara real-time tentang proses penyembuhannya. “Setiap tahap perawatan dan dampak pentingnya dijelaskan dengan jelas di grup chat.” Berkat komunikasi yang transparan dan tepat waktu ini, keluarga Mr. Leung merasa puas dan tenang dengan seluruh proses perawatannya. Hal itu pun memberi kekuatan tambahan baginya untuk sepenuhnya fokus pada pemulihan.

▲ Foto Dokter Sedang Berkomunikasi dengan Keluarga Mr. Leung melalui Platform Online
Kesaksian Tulus Penuh Kepercayaan dari Pasien
Ketika ditanya apakah ia akan merekomendasikan rumah sakit ini kepada teman-temannya di Hong Kong, Mr. Leung menjawab tanpa ragu, “Tentu saja!” Ia menjelaskan,“Di sini, saya bukan hanya mendapatkan pinggul baru yang berfungsi baik, tetapi juga mengalami perjalanan pemulihan yang penuh dengan rasa hormat dan kepedulian.” Dari semula khawatir tentang layanan medis lintas batas sebelum operasi, hingga menyaksikan kehebatan robot sendi cerdas saat operasi, hingga akhirnya menerima perawatan penuh perhatian dari staf medis setelah operasi—rehabilitasi Mr. Leung di Rumah Sakit Fosun Chancheng Foshan menjadi contoh ideal pengalaman medis lintas batas yang menggabungkan teknologi medis mutakhir dengan sentuhan kemanusiaan.
Mr. Leung's story stands as a living testament to Foshan Fosun Chancheng Hospital's effort to create a cross-border medical demonstration model for the Greater Bay Area of Guangdong, Hong Kong, and Macao. By combining the intelligent joint robot with comprehensive medical teams, the hospital delivers world-class, patient-centered care at every stage of treatment. The combination of submillimeter precision in robotic-assisted surgery and exceptional patient care transforms cross-border medical treatment from a questionable alternative into a reliable choice, redefining healthcare standards in the Greater Bay Area. And this is the very essence of the Healthy Greater Bay Area.
Kisah Mr. Leung berdiri sebagai bukti nyata dari upaya Rumah Sakit Fosun Chancheng Foshan dalam menciptakan model demonstrasi layanan medis lintas batas untuk Greater Bay Area Guangdong, Hong Kong, dan Makau. Dengan menggabungkan robot sendi cerdas dan tim medis yang komprehensif, rumah sakit ini menghadirkan layanan kesehatan kelas dunia yang berpusat pada pasien di setiap tahap perawatan. Kombinasi presisi sub-milimeter dalam operasi berbantuan robot dan perawatan pasien yang luar biasa menjadikan layanan medis lintas batas bukan lagi pilihan yang diragukan, melainkan sebuah opsi yang dapat dipercaya—sekaligus mendefinisikan ulang standar layanan kesehatan di Greater Bay Area. Dan inilah esensi sebenarnya dari Healthy Greater Bay Area.