Bersaing dengan waktu, Rumah Sakit Chancheng Foshan berhasil menyelamatkan dua pasien dengan cedera diafragma berat dalam dua malam berturut-turut, demi menjaga keselamatan pasien.

2026-03-24

Baru-baru ini, tim bedah toraks Rumah Sakit Fosun Chancheng Foshan menangani dua pasien dalam kondisi kritis secara berturut-turut. Bersama tim IGD dan berbagai disiplin lainnya, mereka bekerja sama dengan cepat dan melakukan operasi darurat sepanjang malam. Kedua pasien mengalami robekan diafragma dan hernia diafragma akibat cedera dada berat. Berkat penanganan yang cepat dan keahlian tim medis, nyawa kedua pasien berhasil diselamatkan.



Kasus 1: Cedera berat akibat kecelakaan lalu lintas, dilakukan operasi darurat pada diafragma untuk menyelamatkan nyawa.


Seorang pasien pria berusia 48 tahun mengalami nyeri hebat di seluruh tubuh dan kesulitan bernapas akibat kecelakaan lalu lintas, lalu segera dibawa ke IGD Rumah Sakit Chancheng Foshan untuk mendapatkan penanganan darurat. Hasil pemeriksaan menunjukkan pasien mengalami hernia diafragma traumatik di sisi kiri (robekan diafragma yang menyebabkan organ perut masuk ke rongga dada), disertai patah tulang rusuk multipel, memar pada kedua paru-paru, serta pneumotoraks dan hemotoraks. Kondisinya sangat kritis dengan pernapasan dan sirkulasi yang tidak stabil, sehingga penanganannya sangat sulit. Tim bedah toraks yang dipimpin oleh Dr. Song Changshan segera melakukan penilaian cepat dan menyimpulkan bahwa robekan diafragma serta masuknya organ perut ke rongga dada merupakan kondisi paling berbahaya. Jika tidak segera dioperasi, kondisi ini dapat terus menekan jantung dan paru-paru serta mengancam nyawa. Rumah akit Chancheng Foshan pun segera mengaktifkan penanganan darurat multidisiplin. Tim dari IGD, bedah toraks, ortopedi, anestesi, ICU, dan penyakit infeksi bekerja sama untuk melakukan operasi darurat dengan pengawasan ketat, meliputi tindakan eksplorasi rongga dada, penanganan robekan diafragma, serta operasi perbaikan dan pemasangan fiksasi pada patah tulang rusuk.


1330cbf2-7da5-4d6f-8389-3cd65d6b0688.png.jpg


Selama operasi, tim medis berhasil mengembalikan organ perut yang masuk ke rongga dada ke posisi semula, serta melakukan penanganan pada robekan diafragma dengan baik. Rongga dada juga dibersihkan, cedera paru-paru ditangani, dan patah tulang rusuk diperbaiki untuk menstabilkan kondisi dada serta mendukung penanganan lanjutan. Setelah operasi, kondisi pasien berangsur stabil dan berhasil melewati masa kritis.


Kasus 2: Cedera berat akibat jatuh dari ketinggian, operasi darurat untuk menyelamatkan nyawa


Seorang pria berusia 56 tahun mengalami nyeri dan sesak di dada setelah jatuh dari ketinggian, lalu segera dibawa ke IGD Rumah Sakit Chancheng Foshan untuk penanganan darurat. Hasil pemeriksaan menunjukkan pasien mengalami robekan diafragma akibat trauma, patah tulang rusuk berat yang menyebabkan dada tidak stabil, patah tulang belakang bagian pinggang, serta cedera kepala. Kondisinya memburuk dengan cepat dan memiliki risiko kematian yang sangat tinggi.


Rumah Sakit Chancheng Foshan segera melakukan penanganan darurat dengan melibatkan berbagai tim medis. Tim dari IGD, bedah toraks, bedah tulang belakang, anestesi, ICU, dan bedah saraf bekerja sama dengan cepat. Tim dokter segera melakukan operasi darurat untuk menangani robekan diafragma dan memperbaiki tulang rusuk, sehingga fungsi dada pasien dapat kembali membaik. Saat ini, pasien telah melewati masa kritis dan kondisinya berangsur stabil.


Kerja sama tim medis memperkuat penanganan darurat cedera dada

Keberhasilan menyelamatkan dua pasien dengan robekan diafragma berat ini menunjukkan kemampuan tim bedah toraks Rumah Sakit Chancheng Foshan dalam menangani cedera dada dan cedera gabungan dada–perut. Hal ini juga menunjukkan bahwa sistem penanganan darurat yang melibatkan berbagai tim medis di rumah sakit berjalan cepat, efektif, dan terkoordinasi dengan baik:


✅ Deteksi cepat dan tepat:

Pada kasus cedera berat, tim medis dapat dengan cepat mengenali kondisi berbahaya seperti robekan diafragma dan segera menentukan tindakan tanpa menunda operasi.


✅ Kerja sama tim medis yang baik:

Berbagai tim seperti anestesi, ruang operasi, ICU, ortopedi, dan bedah saraf bekerja sama dengan cepat, sehingga pasien mendapatkan penanganan yang menyeluruh dari awal hingga setelah operasi.


✅ Pengalaman dan kemampuan yang baik:

Tim dokter berpengalaman dalam menangani cedera dada, seperti operasi diafragma, pemeriksaan rongga dada, dan perbaikan tulang rusuk, termasuk pada pasien dengan kondisi yang berat dan kompleks.


✅ Penanganan cepat, keselamatan utama:

Untuk kondisi darurat seperti robekan diafragma, pneumotoraks berat, dan perdarahan hebat, rumah sakit memberikan tindakan secepat mungkin agar peluang keselamatan pasien lebih besar.


Edukasi kesehatan Memahami robekan diafragma (hernia diafragma traumatik) dengan mudah dalam satu gambar.

01 Apa itu diafragma?

Diafragma adalah otot tipis yang berfungsi seperti “pembatas alami ” dalam tubuh:

Bagian atasnya adalah rongga dada yang berisi jantung dan paru-paru;

§  Bagian bawahnya adalah rongga perut yang berisi lambung, usus, hati, dan limpa. Diafragma berperan penting dalam proses pernapasan serta menjaga kestabilan struktur antara dada dan perut. Dalam kondisi normal, diafragma utuh sehingga rongga dada dan rongga perut terpisah dengan jelas, dan setiap organ dapat berfungsi dengan baik sesuai perannya.


788a2eef-8fc7-4916-b254-9185710d13df.png.jpg

Gambar ilustrasi


5f8cbd56-d14f-46ba-b61d-1ddbc915dfab.png.jpg

Gambar ilustrasi robekan diafragma / hernia diafragma traumatik


Mekanisme cedera:

Benturan keras pada dada atau perut, tekanan kuat, atau jatuh dari ketinggian ➡menyebabkan robekan dan perdarahan pada diafragma ➡ organ perut seperti lambung dan usus masuk ke rongga dada ➡ menekan paru-paru dan jantung ➡dapat menyebabkan sesak napas, kekurangan oksigen, syok, bahkan kematian.

 

02

Kondisi apa saja yang dapat menyebabkan robekan diafragma?

Kecelakaan lalu lintas berat

Jatuh dari ketinggian

Dada atau perut tertekan benda berat

Benturan keras atau tertimpa bangunan runtuh


Kondisi ini lebih sering terjadi pada usia dewasa muda dan umumnya disebabkan oleh kecelakaan lalu lintas atau kecelakaan kerja.


03 Jika muncul gejala berikut, harus segera waspada!

 

Setelah mengalami cedera, jika muncul tanda-tanda berikut, segera beri tahu dokter karena bisa menjadi tanda robekan diafragma:


Nyeri dada, dada terasa sesak, atau sulit bernapas

Nyeri perut, perut terasa kembung, mual, atau muntah

Jantung berdebar, keluar keringat dingin, pusing, atau tekanan darah rendah

Napas di salah satu sisi dada terdengar lebih lemah

 

Penting untuk diperhatikan: Gejala awal hernia diafragma traumatik sering kali tidak jelas, sehingga mudah terlewat dan bisa terlambat ditangani.

 

04 Bagaimana cara diagnosis dan penanganannya?

 

Diagnosis: Pemeriksaan CT scan dada merupakan metode yang paling penting karena dapat menunjukkan dengan jelas adanya robekan diafragma dan kondisi organ yang masuk ke rongga dada.

 

Penanganan: Jika sudah dipastikan atau sangat dicurigai, pasien harus segera menjalani operasi darurat.

 

Tindakan operasi meliputi:
① Mengembalikan organ perut yang masuk ke rongga dada ke posisi semula
② Menangani dan menjahit robekan diafragma serta menghentikan perdarahan
③Menangani cedera lain, seperti patah tulang rusuk, penumpukan darah, atau udara di rongga dada


Imbauan dokter:

Setelah mengalami cedera berat pada dada dan perut, jangan hanya fokus pada luka luar. Penting untuk memeriksa kemungkinan cedera di bagian dalam, seperti diafragma, jantung, paru-paru, dan organ perut. Deteksi sejak dini, penanganan cepat, dan operasi segera merupakan kunci untuk menurunkan risiko kematian akibat hernia diafragma traumatic.


Pendaftaran Konsultasi

Kirim
Ikuti Kami
Pendaftaran Konsultasi
Kirim
Book Appt.
Call Us
Telephone
+62 811998896
+62 811188251