Menempuh jarak 4.200 kilometer demi harapan: sembuh dari kanker tanpa operasi, tetap menjaga harga diri sebagai seorang pria.

2025-07-16

Tanpa rasa sakit atau gejala apa pun, sebuah indikator diam-diam meningkat. Setelah diperiksa, hasilnya mengejutkan: tumor! Ternyata, Tuan Gu (nama samaran) dari Xinjiang mengidap "kanker malas"—kanker prostat (karsinoma prostat).


Hanya dari pemeriksaan kesehatan rutin, kanker prostat pun terungkap

 

Pada April 2022, Tuan Gu melakukan perjalanan sejauh 4.200 kilometer dari Xinjiang ke Foshan—menempuh ribuan kilometer demi mencari pengobatan kanker yang paling sesuai untuk dirinya.

Setahun sebelumnya, hasil pemeriksaan kesehatan rutin menunjukkan bahwa kadar Antigen Spesifik Prostat (PSA) miliknya meningkat. Kondisi ini menimbulkan kecurigaan adanya kanker prostat. Dokter pun menyarankan agar ia segera menjalani pemeriksaan lanjutan untuk memastikan diagnosis, sekaligus mempertimbangkan tindakan operasi pengangkatan prostat secara total (prostatektomi radikal).

Mengingat lokasi kanker yang cukup sensitif, Tuan Gu sangat takut menjalani operasi. Ia khawatir prosedur medis tersebut akan melukai harga dirinya sebagai seorang pria. Perasaan takut dan enggan itu membuatnya menutup-nutupi penyakitnya dan menunda pemeriksaan lanjutan ke rumah sakit.

Setelah satu tahun penuh diliputi keraguan, hingga akhirnya ia mulai mengalami kesulitan buang air kecil, sehingga membuatnya khawatir. Secara kebetulan, ia mendengar pengalaman sejumlah kerabat dan teman yang pernah menjalani pengobatan kanker di Foshan. Mereka memuji kualitas perawatan dan profesionalisme tim medis di sana. Cerita-cerita tersebut kembali menumbuhkan harapan dalam dirinya. Atas bantuan seorang teman, Tuan Gu akhirnya memberanikan diri menghubungi Pusat Onkologi Rumah Sakit Chancheng di Foshan.

Setelah mempelajari kondisinya dan mempertimbangkan segala risiko serta manfaat, Tuan Gu lebih memilih metode pengobatan non-bedah dibandingkan operasi. Ia pun memutuskan untuk mencoba pengobatan di Pusat Diagnostik dan Terapi Presisi Onkologi RS Chancheng Foshan—sebuah pusat kanker yang mengadopsi standar institusi onkologi terkemuka kelas dunia.

 

Datang dengan Harapan Mendapat Pengobatan Tanpa Operasi


Anda tak perlu terlalu khawatir. Mari kita lakukan pemeriksaan terlebih dahulu dan lihat hasilnya. Kanker prostat tidak semenakutkan yang dibayangkan—saat ini tersedia banyak pilihan pengobatan yang efektif,” ujar Dr. Han Liangfu, Kepala Spesialis Prostat di Pusat Onkologi RS Chancheng Foshan.

Melihat Tuan Gu yang menempuh perjalanan jauh demi mendapatkan pengobatan, Dr. Han tersentuh oleh tekadnya. Ia pun menjelaskan dengan sabar sambil berusaha menenangkan Tuan Gu yang tampak tegang dan penuh kekhawatiran.

                                              6b258715-0bc1-48c1-8604-2f46cdb2dd57.png.jpg

 

Setelah Pemeriksaan lengkap, hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa Tuan Gu terdiagnosis Adenokarsinoma prostat  stadium cT2bN0M0, dengan kadar PSA sebesar 29,6 ng/ml dan skor Gleason 4+3=7, yang dikategorikan dalam kelompok risiko tinggi. Hasil biopsi jarum menunjukkan 6 dari 11 titik positif (54,54%). Pemeriksaan MRI panggul(pelvis) dan CT scan kontras tidak menunjukkan adanya pembesaran kelenjar getah bening, dan pemindaian tulang seluruh tubuh juga menunjukkan hasil negatif menunjukkan tidak ada metastasis tulang.

Berdasarkan model penilaian pra-operasi MSKCC (Memorial Sloan Kettering Cancer Center) untuk kanker prostat (Nomograms), Dr. Han memperkirakan Tuan Gu memiliki probabilitas invasi vesikula seminalis 36%, 49% probabilitas metastasis ke kelenjar getah bening panggul (pelvis), dan 87% invasi ekstakapsular (menyebar keluar kapsul prostat).

 

Mengacu pada pedoman pengobatan internasional yang berlaku, Dr. Han memberikan dua pilihan terapi awal kepada Tuan Gu:

·  Operasi Radikal Prostat (Prostatektomi Radikal)
Prosedur ini mencakup pengangkatan prostat secara menyeluruh beserta pembersihan kelenjar getah bening di daerah panggul (diseksi nodus limfa panggul). Setelah operasi, kadar PSA akan dipantau secara ketat. Jika diperlukan, radioterapi penyelamatan (salvage radiotherapy) akan diberikan untuk mencegah kekambuhan.

·   Radioterapi Radikal Prostat
Terapi ini merupakan kombinasi antara radioterapi definitif ke area prostat dan pengobatan hormonal jangka panjang (ADT/Androgen Deprivation Therapy) selama 2 hingga 3 tahun untuk menekan hormon yang memicu pertumbuhan sel kanker.

 

Untuk merancang rencana pengobatan yang paling optimal, Dr. Han segera mengadakan konsultasi tim ahli multidisiplin internasional (MDT). Dengan mempertimbangkan keinginan kuat dari Tuan Gu, para ahli sepakat bahwa efektivitas antara radioterapi yang dikombinasikan dengan terapi hormon (ADT) dan operasi radikal adalah setara. Namun, mereka juga mencatat bahwa terapi radiasi dikombinasikan dengan ADT memiliki risiko efek samping pasca perawatan yang lebih rendah, terutama dalam hal disfungsi ereksi dan inkontinensia urin, dibandingkan dengan operasi.

 

Profesor Wang Dian, pakar kanker prostat ternama, sekaligus Ketua Perhimpunan Radioterapi Tiongkok-Amerika dan profesor di Departemen Onkologi Radiasi Rush University Medical Center di AS, memberikan panduan lengkap terkait kombinasi ADT, termasuk cakupan area penyinaran dan dosis radioterapi.

 

Posisi prostat yang sensitif dan kompleks—dipenuhi jaringan saraf serta terletak dekat dengan rektum dan kandung kemih—menuntut perencanaan radioterapi yang sangat presisi. Tim perlu menggambar target dengan akurat dan merancang rencana penyinaran secara tepat. Dengan panduan citra medis, penyinaran dosis tinggi dilakukan hanya pada tumor pasien tanpa merusak organ sehat di sekitarnya. Hal ini memerlukan tingkat keahlian teknis yang sangat tinggi dari tim spesialis radioterapi kanker prostat di pusat onkologi.

 

Berbaring Saja, “Menjinakkan Bom” Tanpa Operasi


Tuan Gu dengan tegas memilih metode radiasi presisi yang non-bedah dan minim invasive. Area penyinaran mencakup prostat+ vesikula seminalis, serta area aliran limfatik pelvis, iliaka komunis, interna, eksterna, obturatoria, pra-sakral
Dengan teknik radioterapi modulasi intensitas (IMRT), ia menjalani penyinaran sebesar 70 Gy dalam 28 sesi untuk tumor primer di prostat, serta 45 Gy dalam 25 sesi untuk area limfatik di pelvis.

 

Ia hanya perlu berbaring di atas meja terapi (linear Accelerator) tanpa operasi, tanpa anastesi dan seluruh rangkaian pengobatan pun selesai dengan nyaman. “Sama sekali tidak terasa apa-apa, tahu-tahu sudah selesai,” ujar Tuan Gu yang merasa takjub, karena hingga akhir terapi pun ia tidak merasakan ketidaknyamanan apa pun.

                                              09581301-a0b8-4e78-9859-0cb6949769b1.png.jpg


Karena Tuan Gu tinggal di Xinjiang, ditambah situasi pandemi COVID-19 yang menyulitkan perjalanan, layanan manajemen terpadu untuk pasien onkologi membuatnya tetap bisa melanjutkan terapi obat tanpa hambatan. Saat pulang dari rumah sakit, Direktur Han merinci rencana pengobatan lanjutan, hal-hal yang perlu diperhatikan, serta jadwal kontrol. Begitu kembali ke rumah, Tuan Gu bisa langsung melanjutkan terapi ADT di rumah sakit setempat, dengan bimbingan pengobatan yang tetap diberikan Direktur Han secara daring.

Setahun kemudian, setelah tekun menjalani pengobatan, Tuan Gu kembali kontrol ke klinik Direktur Han. Hasilnya sangat memuaskan: kadar PSA-nya kurang dari 0,01 ng/ml. Ia tak lagi cemas soal “bom waktu” yang bisa meledak kapan saja—sekarang ia bisa tidur nyenyak dan makan dengan lahap.

Setelah sakit, keputusan paling tepat yang saya ambil adalah berobat ke Foshan. Terima kasih sebesar-besarnya untuk tim ini…” ujar Tuan Gu dengan penuh rasa syukur sambil menggenggam erat tangan Dokter Han Liangfu di Klinik Terapi Presisi Onkologi Foshan Fosun Chancheng Hospital.


Pendaftaran Konsultasi

Kirim
Ikuti Kami
Pendaftaran Konsultasi
Kirim
Book Appt.
Call Us
Telephone
+62 811998896
+62 811188251