2025-02-28
Pasien berada di usia produktif, dengan kehidupan keluarga yang harmonis dan karier yang mapan. Ia mulai merasakan nyeri pada tungkai kanan bagian bawah, dan hasil pemeriksaan menunjukkan adanya kerusakan pada corpus vertebra lumbalis keempat (L4), serta Kadar PSA (Prostate-Specific Antigen) terdeteksi jauh di atas batas normal. Setelah mencari pengobatan ke berbagai fasilitas medis, pasien akhirnya dirujuk ke Pusat Diagnostik dan Terapi Presisi Kanker di Foshan Fosun Chancheng Hospital. Di sana, ia ditangani oleh Dr. Han Liangfu bersama Tim MDT (Multidisciplinary Team) spesialis prostat. Melalui pemeriksaan lanjutan berupa PET/CT seluruh tubuh dan biopsi prostat, pasien akhirnya terdiagnosis kanker prostat dengan metastasis tulang pada korpus vertebra L4.

Pada pasien kanker prostat stadium lanjut yang telah mengalami penyebaran (metastasis), operasi bukan lagi pilihan utama pengobatan. Fokus utama dalam kasus ini adalah merancang strategi terapi yang menyeluruh—bagaimana meredakan nyeri pada tungkai dan mempertahankan fungsi gerak, sekaligus melakukan pengobatan lokal yang presisi di tengah terapi sistemik, dengan harapan mencapai kesembuhan tuntas.
1. Presentasi Kasus
Seorang pasien pria, usia 57 tahun, didiagnosis menderita kanker prostat dengan metastasis rendah (oligometastatik) yang masih responsif terhadap terapi hormon (castration-sensitive). Diagnosis klinis: cT2bN0M1b, stadium IVB, dengan kadar PSA mencapai 180,153 ng/ml. Skor Gleason: 4+4=8.
2. Riwayat dan Diagnosis
April 2023
Pasien mengalami nyeri pada tungkai kanan bagian bawah selama sekitar satu bulan. Pemeriksaan laboratorium menunjukkan kadar TPSA sebesar 139 ng/ml.
MRI lumbal dengan kontras menunjukkan adanya kerusakan ( destruksi) tulang pada korpus vertebra lumbalis L4 dan area aksesoris sebelah kanan, disertai pembentukan massa jaringan lunak — hasil ini mengarah kuat pada kemungkinan tumor tulang ganas atau tumor metastatik.
Pasien sesekali merasakan gangguan berkemih, namun tidak disertai frekuensi buang air kecil yang meningkat, urgensi, nyeri saat berkemih (disuria), ataupun peningkatan frekuensi buang air kecil di malam hari (nokturia).
6 April 2023
Hasil pemeriksaan TPSA ulang meningkat menjadi 180,153 ng/ml.
Pemindaian PET/CT seluruh tubuh dengan FDG dan PSMA menunjukkan:
1. Aktivitas metabolik ¹⁸F-PSMA di dalam prostat meningkat secara tidak merata. Hasil PSMA-PET memperlihatkan adanya banyak area nodular dan bercak multiple dengan peningkatan penyerapan radioaktif di dalam prostat. Lesi terbesar terletak di lobus kiri, berukuran 1,9 x 2,9 cm, dengan nilai SUVmax mencapai 9,2 — temuan ini mengarah kuat pada dugaan kanker prostat.
2. Terlihat adanya metastasis tulang pada corpus vertebra lumbar keempat (L4) dan bagian aksesoris vertebra kanan, dengan peningkatan signifikan penyerapan radioaktif. Nilai SUVmax tercatat sebesar 13,5.
10 April 2023
MRI dengan kontras menunjukkan adanya pembesaran pada prostat, dengan ukuran sekitar 55,7 x 40 x 44,1 mm. Terlihat sinyal abnormal di zona perifer bilateral, dengan lesi terbesar berada di zona perifer kiri, berdiameter kurang lebih 12 mm. Citra DWI menunjukkan peningkatan sinyal ringan dengan sedikit hambatan difusi (sinyal tinggi pada DWI dan sinyal rendah pada ADC), serta peningkatan kontras yang tidak merata setelah pemberian zat kontras. Temuan ini sangat mengarah pada dugaan kanker prostat. Tidak ditemukan pembesaran kelenjar getah bening di area panggul (pelvis).
Pada tulang belakang corpus vertebra L4 dan area aksesoris vertebra kanan, tampak hiposignal berbentuk bercak disertai peningkatan kontras—menguatkan dugaan adanya metastasis tulang.
11 April 2023
Dilakukan biopsi prostat dengan panduan USG disertai pemasangan penanda emas (gold seed markers).
Hasil patologi pasca biopsi:
(Bagian dasar kiri): Terdiagnosis adenokarsinoma prostat (kanker kelenjar prostat) dengan skor Gleason 4+4=8, kategori ISUP Grade 4. Jaringan kanker menempati sekitar 40% dari sampel biopsi, tanpa invasi vaskular maupun saraf. Penanda imunohistokimia: P504S positif, P63 negatif, PMS2 positif.
(Bagian dasar kanan): Terdiagnosis adenokarsinoma prostat, Gleason 4+4=8, ISUP Grade 4, dengan keterlibatan kanker 5% pada sampel, tanpa invasi vaskular maupun saraf. Penanda: P504S positif, P63 negatif.
(Bagian apeks kiri, tengah kiri, tengah kanan, dan apeks kanan) menunjukkan hiperplasia prostat jinak (pembesaran prostat non-kanker).
3. Proses Pengobatan
Pasien pria paruh baya datang untuk pemeriksaan awal dan didiagnosis menderita kanker prostat disertai metastasis tulang soliter pada vertebra L4.
Setelah dilakukan diskusi MDT (Multidisciplinary Team) internasional antara tim ahli dari Pusat Kanker Foshan Fosun Chancheng Hospital dan Prof. Dian Wang dari Departemen Onkologi Radiasi Universitas RUSH, Amerika Serikat, diputuskan rencana pengobatan menyeluruh sebagai berikut:
Terapi deprivasi androgen (ADT) jangka panjang (2–3 tahun), dikombinasikan dengan radioterapi presisi lokal (SBRT) untuk kanker prostat, serta radioterapi lokal untuk metastasis tulang di L4.
Tujuan pengobatan:
① Mengupayakan kelangsungan hidup jangka panjang dan potensi kesembuhan;
② Meredakan gejala nyeri dan meningkatkan kualitas hidup.

14 April 2023
Pasien mulai menjalani terapi ADT dengan goserelin 3,6 mg melalui injeksi subkutan setiap 4 minggu, dikombinasikan dengan pengobatan oral bicalutamide. Selain itu, pasien juga menerima terapi pelindung tulang menggunakan zoledronic acid.
24 April – 3 Mei 2023
Dilakukan radioterapi lokal pada metastasis tulang L4 menggunakan linear accelerator dengan teknik SBRT:
- GTV (Gross Tumor Volume) menerima dosis 8 Gy sebanyak 5 kali
- CTV (Clinical Target Volume) menerima dosis 6 Gy sebanyak 5 kali


12 Juni – 21 Juni 2023
Dilakukan radioterapi SBRT pada tumor primer prostat menggunakan teknologi CyberKnife dengan teknik dosis presisi (dose sculpting) dan penjejakan penanda emas (gold seed tracking), dengan dosis 7,25 Gy sebanyak 5 kali.


Setelah radioterapi, pasien melanjutkan terapi ADT dengan injeksi gosrelin 3,6 mg setiap bulan sekali.
Pasien menunjukkan toleransi yang baik terhadap semua pengobatan yang dijalani, tanpa efek samping yang signifikan.
4. Hasil Pengobatan dan Tindak Lanjut
Setelah pasien menjalani pengobatan, nyeri pada tungkai kanan benar-benar hilang. Selama terapi ADT dan radioterapi, pasien tidak mengalami efek samping yang signifikan pada saluran pencernaan maupun saluran kemih. Kondisi mental pasien tetap baik, dan aktivitas sehari-hari maupun pekerjaan berjalan seperti biasa. Hasil pemeriksaan TPSA berulang menunjukkan penurunan yang sangat signifikan, dari nilai tertinggi 180,153 ng/ml turun drastis menjadi 0,07 ng/ml pada pemeriksaan terakhir — menurun lebih dari 2.500 kali lipat!

5. Diskusi
Apakah pada pasien kanker prostat metastatik, selain terapi ADT dan anti-androgen, perlu dilakukan radioterapi lokal pada tumor primer prostat dan lesi metastasis?
Konsensus saat ini menunjukkan bahwa bagi pasien kanker prostat dengan beban metastasis rendah (kurang dari 4 lesi metastasis yang terbatas pada tulang di garis tengah tanpa metastasis viseral), radioterapi lokal dapat meningkatkan angka kelangsungan hidup keseluruhan (Overall Survival/OS).
Analisis subkelompok dari studi klinis STAMPEDE melibatkan 1.932 pasien dengan status M1, menunjukkan bahwa radioterapi pada tumor primer prostat dapat meningkatkan angka OS 3 tahun sebesar 10% (85% vs 75%) pada pasien dengan tidak lebih dari 3 lesi metastasis tulang. Namun, pada pasien dengan lebih dari 4 metastasis tulang, tidak terdapat peningkatan OS 3 tahun (52% vs 53%).
Hasil pengobatan pada kasus ini juga membuktikan bahwa kombinasi terapi ADT dengan radioterapi SBRT pada tumor primer prostat dan metastasis tulang tunggal memberikan hasil klinis jangka pendek yang sangat baik.
Kami akan terus melakukan tindak lanjut terhadap efektivitas pengobatan dan kemungkinan efek samping pada pasien, dengan harapan pasien dapat mencapai kesembuhan total.

6. Keunggulan Teknologi CyberKnife M6:
◆ Radioterapi dengan CyberKnife memiliki presisi tinggi hingga 0,06 mm, yang memastikan akurasi penyinaran pada pasien, mengurangi efek samping pada kandung kemih dan rektum, serta menjaga kualitas hidup pasien.
◆ Pada kondisi tanpa metastasis kelenjar getah bening pelvis, radioterapi stereotaktik presisi tinggi (SBRT) lokal pada prostat dapat dilakukan dengan durasi yang lebih singkat (5 hari), dengan efek toksisitas yang terkendali. Teknologi ini semakin luas digunakan dalam praktik klinis.
◆ Manajemen menyeluruh pasca pengobatan kanker prostat sangat penting. Di satu sisi, pasien perlu didorong untuk mematuhi jadwal pengobatan guna meningkatkan kepatuhan terapi. Di sisi lain, diperlukan pemantauan jangka panjang untuk mendeteksi kemungkinan dan efek samping, serta penanganan yang tepat waktu.
Tim MDT Kanker Prostat di Pusat Kanker Foshan Fosun Chancheng Hospital
Departemen Onkologi Radiasi: Dr. Han Liangfu, Dr. Li Sida
Fisikawan Radioterapi: Dr. Yang Jun, Qi Weihua, Xing Kongzai, Elizabeth Kit Yip, dan lain-lain
Departemen Onkologi Medis: Dr. Gang Ye, Dr. Zheng Dengrui
Departemen Urologi: Dr. Zheng Bin (Kepala Departemen), Dr. Song Shengsheng (Kepala Departemen)
Departemen Patologi: Dr. Zhang Xiong (Kepala Departemen), Dr. Gao Ke
Departemen Radiologi: Dr. Zhang Zongbao
Departemen Kedokteran Nuklir: Dr. Qin Jiamin
Departemen Ultrasonografi: Dr. Wang Weice (Kepala Departemen)
Perawat Spesialis: Wu Dan
Kami berkomitmen memberikan pelayanan yang cepat, berkualitas, dan terbaik bagi setiap pasien!