2026-02-09
Baru-baru ini, seorang pasien bernama Feng Bo yang menderita tumor timus berukuran besar disertai anemia berat dan diabetes insipidus berhasil menyelesaikan perawatan dan diperbolehkan pulang dari rumah sakit. Sebagai ungkapan terima kasih, keluarga pasien secara khusus mengirimkan spanduk penghargaan kepada tim tenaga medis. Rasa terima kasih tersebut ditujukan kepada tim Bedah Toraks yang dipimpin oleh Song Changshan di Foshan Fosun Chancheng Hospital, rumah sakit yang berada di bawah naungan Fosun Health. Melalui penerapan teknik bedah minimal invasif dengan bantuan teknologi robotik serta pendekatan medis yang profesional dan bertanggung jawab, tim dokter berhasil menangani kondisi pasien yang sebelumnya cukup berat dan kompleks. Keberhasilan tindakan ini memberikan harapan baru bagi pasien sekaligus menunjukkan kemampuan tim medis dalam menangani kasus penyakit berat dengan pendekatan yang aman dan tepat.
Mencari Harapan di Tengah Kondisi Kritis: Beberapa Rumah Sakit Menyatakan Tidak Dapat Melanjutkan Perawatan
Sekitar dua bulan lalu, Tn. Feng tiba-tiba mengalami kelemahan pada kedua lengan dan tungkai disertai demam. Ia sempat menjalani pemeriksaan dan perawatan di beberapa rumah sakit rujukan tingkat tinggi. Dari hasil evaluasi, ia didiagnosis mengalami gangguan pembentukan sel darah merah yang menyebabkan anemia sangat berat, tumor timus, serta sindrom kekurangan hormon antidiuretik (diabetes insipidus). Namun, karena kondisi penyakit yang kompleks, termasuk kesulitan dalam proses transfusi darah dan berbagai risiko medis lainnya, dua rumah sakit menyampaikan kepada keluarga bahwa penanganan lebih lanjut tidak dapat dilakukan di fasilitas mereka.
Dalam kondisi yang semakin memburuk, keluarga kemudian mencari pertolongan kepada Song Changshan, Kepala Bedah Toraks di Foshan Fosun Chancheng Hospital. Setelah dirawat, hasil pemeriksaan darah menunjukkan kadar hemoglobin Tn. Feng hanya 19 g/L, jauh di bawah nilai normal, sehingga kondisinya dinilai sangat kritis dan memerlukan penanganan segera.
Terobosan Penanganan Presisi: Kolaborasi Multidisiplin Membuka Peluang Kesembuhan
Akibat anemia yang sangat berat, Tn. Feng beberapa kali mengalami gangguan fungsi organ. Melihat kondisi tersebut, Song Changshan segera mengambil langkah cepat dengan mengoordinasikan dukungan donor darah dari keluarga dan kerabat pasien. Di saat yang sama, dengan dukungan dari Kepala Bagian Transfusi Darah, Liu Yiqun, di Foshan Fosun Chancheng Hospital, pasien mendapatkan lebih dari dua puluh kali transfusi sel darah merah yang telah melalui proses pencucian khusus (washed red blood cells). Terapi ini dikombinasikan dengan pemberian obat untuk menekan reaksi imun, sehingga kondisi anemia pasien secara bertahap menunjukkan perbaikan.

Untuk memastikan tindakan operasi dapat dilakukan dengan aman, dr. Song berulang kali mengadakan diskusi dan konsultasi multidisiplin bersama tim dari bagian transfusi darah, anestesi, serta departemen terkait lainnya. Evaluasi praoperasi dilakukan secara menyeluruh dan berulang guna menilai kesiapan kondisi pasien. Mengingat kondisi khusus Tn. Feng anemia berat yang disertai sindrom kekurangan hormon antidiuretik serta mempertimbangkan risiko operasi konvensional yang lebih invasif dan membutuhkan waktu pemulihan lebih lama, dr. Song berdiskusi secara mendalam dengan keluarga pasien. Berdasarkan pertimbangan tersebut, tim medis menyusun rencana operasi minimal invasif yang dirancang secara cermat dan presisi, dengan tujuan meminimalkan risiko dan meningkatkan peluang keberhasilan.
Mengatasi Tantangan dengan Bedah Minimal Invasif: Keunggulan Robot Bedah Da Vinci
Sistem Sistem robot bedah Da Vinci Surgical System yang digunakan di Foshan Fosun Chancheng Hospital dilengkapi dengan tampilan tiga dimensi beresolusi tinggi yang dapat memperbesar area operasi, instrumen bedah yang fleksibel menyerupai gerakan pergelangan tangan, serta teknologi penyaring getaran. Fitur-fitur ini membantu dokter melakukan tindakan operasi dengan lebih stabil, halus, dan presisi. dr. Song Changshan memiliki pengalaman yang luas dalam operasi menggunakan robot Da Vinci dan telah berhasil menyelesaikan ratusan operasi robotik. Ia juga beberapa kali berhasil melakukan operasi pada pasien berisiko tinggi dan lanjut usia dengan hasil yang baik.
Pada akhirnya, tim yang dipimpin oleh dr. Song melakukan operasi pengangkatan total tumor timus berukuran besar pada Tn. Feng dengan bantuan sistem robot bedah Da Vinci. Selama operasi, melalui kendali robot yang presisi, dokter hanya membuat satu sayatan sekitar 3 cm dan dua sayatan tambahan masing-masing sekitar 1 cm. Melalui prosedur tersebut, pengangkatan tumor timus secara menyeluruh serta reseksi timus yang diperluas dapat dilakukan dengan lancar, dengan trauma jaringan yang minimal dan perdarahan yang sedikit.

Pulih dan Dipulangkan: Kepedulian Tenaga Medis Menghangatkan Hati
Setelah operasi, kondisi Tn. Feng pulih dengan cepat. Kadar hemoglobinnya meningkat secara signifikan, disertai perbaikan fungsi tubuh dan kondisi umum yang semakin stabil. Tim yang dipimpin oleh Song Changshan menyusun program pemulihan pascaoperasi yang disesuaikan dengan kondisi pasien. Dengan pendampingan intensif dari tim perawat Bedah Toraks di Foshan Fosun Chancheng Hospital, masa pemulihan berjalan lancar dan pasien diperbolehkan pulang satu minggu kemudian.
Dua minggu setelah keluar dari rumah sakit, hasil pemeriksaan ulang menunjukkan kadar hemoglobin telah kembali ke tingkat normal. Gejala diabetes insipidus yang sebelumnya dialami juga sepenuhnya menghilang, dan penggunaan obat imunosupresif hampir seluruhnya dihentikan. Penanganan ini benar-benar mencapai hasil yang menyeluruh, baik dalam mengatasi gejala maupun penyebab penyakit.

Keberhasilan ini menunjukkan kemampuan tim Bedah Toraks Rumah Sakit Chancheng Foshan dalam menangani kasus berat dan kompleks. Selain itu, hasil tersebut juga menegaskan efektivitas pendekatan bedah minimal invasif dengan dukungan sistem robotik dalam meningkatkan keamanan dan ketepatan tindakan.
Ke depannya, Departemen Bedah Toraks rumah sakit akan terus mendorong inovasi teknologi medis dan meningkatkan kemampuan dalam menangani operasi yang sulit serta perawatan komprehensif perioperatif, demi memberikan layanan yang lebih optimal serta menjaga keselamatan dan kualitas hidup pasien.