2026-02-06
Dalam beberapa tahun terakhir, semakin banyak wisatawan mancanegara yang memilih Tiongkok sebagai destinasi perjalanan. Tren “China Travel” turut meningkatkan kunjungan wisata internasional. Seiring dengan hal tersebut, kesiapan layanan medis internasional di berbagai rumah sakit di Tiongkok juga menjadi perhatian penting.
Baru-baru ini, seorang wisatawan lanjut usia asal Indonesia mengalami kecelakaan saat berlibur di Guangzhou. Insiden tersebut menyebabkan patah tulang pada bagian tulang belakang pinggang (vertebra lumbal), sehingga pasien perlu segera mendapatkan penanganan medis. Pasien kemudian dirawat oleh tim Departemen Ortopedi di Guangdong Pharmaceutical University Guangzhou Fosun Chancheng Hospital (Guangzhou Xinshi Hospital). Setelah menjalani evaluasi menyeluruh, pasien berhasil menjalani operasi dengan lancar. Berkat penanganan yang tepat dan perawatan yang intensif, kondisi pasien berangsur membaik dan diperbolehkan pulang untuk melanjutkan perjalanan wisatanya di Tiongkok.
Patah Tulang Mendadak, Perjalanan Wisata ke Tiongkok Harus Dihentikan Sementara
JEN (nama samaran), seorang perempuan berusia 70 tahun, berkunjung ke Guangzhou untuk berlibur saat Tahun Baru. Namun, ketika
keluar dari Stasiun Baiyun, ia tiba-tiba merasakan nyeri hebat di bagian pinggang setelah membawa barang bawaan yang berat. ia tiba-tiba merasakan nyeri hebat di bagian pinggang karena membawa barang bawaan yang terlalu berat. Ia kemudian dilarikan dengan ambulans 120 untuk mendapatkan penanganan medis.

Setelah menjalani pemeriksaan oleh dokter spesialis ortopedi, JEN didiagnosis mengalami patah tulang pada ruas tulang belakang lumbal pertama (L1). Direktur Bedah Ortopedi, Ying Wenkui, menjelaskan bahwa pasien memiliki kondisi osteoporosis. Ditambah lagi, selama perjalanan ia membawa koper yang terlalu berat sehingga beban pada tubuh meningkat dan menyebabkan patah tulang belakang.” Menghadapi cedera yang datang tiba-tiba serta berada di lingkungan medis yang asing, JEN sempat berada dalam dilema. “Saya mendengar bahwa standar medis di setiap negara berbeda-beda. Apakah hasil operasinya dan pemulihan setelahnya bisa sesuai harapan? Bagaimana jika ini memengaruhi rencana perjalanan saya selanjutnya?” ungkapnya dengan cemas.
Memahami kekhawatiran tersebut, tim ortopedi rumah sakit segera memberikan penanganan cepat. Dokter menjelaskan secara rinci rencana pengobatan, manajemen nyeri yang disesuaikan dengan kondisi pasien, serta program pemulihan setelah operasi. Setelah berdiskusi dengan pasien lain, mencari informasi, dan mempertimbangkan saran tim medis, JEN akhirnya memutuskan untuk menjalani operasi di rumah sakit tersebut.
Setelah Pertimbangan Matang, Pasien Menjalani Operasi Ortopedi Minimal Invasif di Guangzhou
Setelah menjalani evaluasi praoperasi yang menyeluruh, Ying Wenkui bersama tim bedah berhasil menyelesaikan operasi ortopedi minimal invasif dalam waktu sekitar satu jam. Pada hari yang sama setelah operasi, JEN sudah dapat turun dari tempat tidur dan berjalan. Ia menyampaikan kekagumannya terhadap perkembangan layanan medis di Tiongkok yang dinilai semakin maju.
Selama masa perawatan, dokter penanggung jawab pasien, Huang Haitian, membantu JEN mengurus dokumen klaim asuransi sehingga proses penggantian biaya dapat berjalan dengan lancar. Meskipun JEN merupakan warga keturunan Tionghoa dari Indonesia yang dapat berkomunikasi dalam bahasa Mandarin sehari-hari, ia terkadang mengalami kesulitan memahami istilah medis. Untuk membantu komunikasi, Kepala Perawat Ortopedi, Xin Xiaoxia, memanfaatkan alat penerjemah berbasis AI seperti Doubao dan DeepSeek. Setelah operasi, dr. Huang juga menjelaskan cara menggunakan penyangga pinggang khusus serta hal-hal yang perlu diperhatikan selama perjalanan pemulihan. JEN mengungkapkan rasa terima kasihnya atas perhatian dan bantuan yang ia terima sejak tiba di rumah sakit hingga proses operasi selesai.

Pada hari kepulangan, JEN berfoto bersama tim tenaga medis sebagai kenang-kenangan. Ia menyampaikan bahwa keahlian profesional dan kepedulian tim medis telah membantu mengurangi rasa sakit sekaligus menenangkan kecemasannya selama menjalani perawatan. Berkat penanganan yang tepat, rencana perjalanannya tidak terganggu. Ia bahkan dapat melanjutkan kunjungan wisata ke Canton Tower dan Baiyun Mountain sebelum kembali ke Indonesia dengan selamat.

Menjelang musim liburan yang biasanya diiringi peningkatan aktivitas perjalanan, dr. Ying Wenkui mengingatkan masyarakat untuk mempersiapkan perlengkapan kesehatan sederhana sebelum bepergian, seperti plester luka, kapas alkohol, dan obat pertolongan pertama. Bagi yang bepergian bersama lansia, penting untuk memastikan obat rutin tersedia dan mengingatkan mereka agar berhati-hati, terutama di area yang licin. Jika terjadi kecelakaan selama perjalanan, segera minta bantuan, dan bila kondisi cukup serius, segeralah mencari pertolongan medis di fasilitas kesehatan terdekat.
Lulusan sekolah kedokteran wuhan, bekerja di departemen kesehatan di rumah sakit angkatan bersenjata, Mantan anggota komite bedah ortopedi dari komite ilmu medis kelas satu sampai sembilan tahun ilmu pengetahuan dan teknologi medis departemen bedah luka, wakil direktur komisi mikromakotologi tulang belakang kelas tujuh angyang med society, wakil direktur pengendalian kualitas kesehatan pertama di xiangyang, dan anggota dana bank medik untuk xiangyang. Lebih dari 20 terbitan-terbitan penting.
Konsultasi Gratis