Dari Indonesia ke Foshan | Perjalanan Lintas Batas untuk Penyembuhan & Rasa Kepemilikan

2026-01-30

Pada akhir tahun 2025, seorang pengusaha asal Indonesia berusia 51 tahun bernama Loe (nama samaran) tidak pernah menyangka bahwa nyeri ringan di perut kanan atas yang ia rasakan akan membawanya menempuh perjalanan jauh ke luar negeri untuk pengobatan.


1. Teka-teki dan keputusan besar, berobat ke seberang laut

116e7810-d063-4525-bd2a-b13f4143c217.png.jpg


Di Jakarta, laporan pemeriksaan menunjukkan adanya “benjolan di pankreas” seperti teka-teki tanpa jawaban. Penyebabnya belum jelas, sementara rasa sakit semakin parah dari hari ke hari. Di tengah kekhawatiran tersebut, seorang teman merekomendasikan Rumah Sakit Foshan Chancheng di Tiongkok (disingkat “RS Chanyi Foshan.”) “Tim dokternya sangat profesional, mungkin di sana anda bisa menemukan jawabannya,” ucap temannya. Dengan membawa setumpuk rekam medis dan sebuah harapan, Loe pun naik pesawat menuju Tiongkok.


2. Konsultasi tim dokter, diagnosis makin jelas

dea0bc7c-a1e4-425d-88b1-f4e5e4ab6a2a.png.jpg


Sesampainya di Foshan, sambutan hangat dan profesional dari tim internasional rumah sakit langsung cepat meredakan kecemasannya. Setelah dirawat, rumah sakit segera mengaktifkan sistem penanganan multidisiplin. Hasil pemeriksaan pencitraan dan patologi dianalisis satu per satu, sampai kondisi sebenarnya mulai terlihat jelas: Loe didiagnosis menderita kanker pankreas ganas (adenokarsinoma mukinosa), dengan radang saluran empedu akut dan penyakit kuning akibat sumbatan empedu.


Menghadapi kondisi penyakit yang kompleks tersebut, Rumah Sakit Chancheng Foshan tidak hanya mengumpulkan para dokter spesialis dari dalam rumah sakit, tetapi juga secara khusus mengundang dua ahli bedah pankreas ternama di Tiongkok, yaitu Profesor Tan Zhijian dan Profesor Huang Youxing, untuk ikut berdiskusi dan melakukan konsultasi bersama. Seluruh proses penanganan dipimpin langsung oleh Direktur Rumah Sakit Bedah Foshan Chanyi sekaligus Kepala Departemen Bedah Umum, Qiu Xiaowei, serta Wakil Kepala Bedah Hati, Empedu, dan Pankreas, Zhang Haixiong. Mereka menyusun rencana operasi dan terapi terpadu yang benar-benar disesuaikan dengan kondisi Loe.


3. Profesional serta penuh perhatian, terasa seperti di rumah sendiri

“Kami perlu segera melakukan operasi,” jelas tim medis saat menyampaikan rencana perawatan. Melalui bantuan penerjemah dari departemen internasional, semua informasi dijelaskan dengan jelas dan cepat. Setelah benar-benar memahami kondisi penyakitnya serta proses pengobatan yang akan dijalani, Loe pun akhirnya merasa lebih tenang dan bisa melepaskan kekhawatirannya.

Rasa tenang tersebut terus menemaninya hingga ia masuk ke ruang operasi. Meskipun sempat merasa takut, sikap profesional dan perhatian yang hangat dari tim dokter dan perawat perlahan menghilangkan ketegangannya. Operasi pun berjalan lancar. Tim bedah hati, empedu, dan pankreas berhasil melakukan operasi pankreas dan duodenum dengan metode laparoskopi pada Loe. Hasil pemeriksaan patologi setelah operasi menunjukkan kabar baik: tumornya berhasil diangkat sepenuhnya, dan tidak ditemukan penyebaran ke kelenjar getah bening.


Namun, yang membuat proses pengobatan ini benar-benar berkesan bukan hanya keahlian medis, tetapi juga kehangatan manusiawinya. Saat Natal, tim rumah sakit diam-diam menyiapkan pesta kecil untuknya. Bahkan mereka juga mengingat ulang tahun istrinya dan menyiapkan kue serta ucapan selamat.


“Rasanya seperti tiba-tiba menemukan keluarga di negeri orang,” kenangnya dengan mata berbinar. Perhatian kecil tapi tulus itu benar-benar menghangatkan hatinya.

465a4b34-e4b0-49dd-8762-067ab9964326.png.jpg


Namun, yang membuat perjalanan itu benar-benar tak terlupakan adalah kehangatan yang melampaui keahlian medis. Pada hari Natal, staf diam-diam menyiapkan perayaan kecil untuknya. Yang lebih menyentuh lagi, mereka mengingat ulang tahun istrinya dan mengejutkannya dengan kue dan ucapan yang tulus.


77e52aa1-830c-44aa-a3dc-7ca4114e2e8e.png.jpg


“Pada saat itu,” kenang Loe kemudian, “rasanya seperti kami telah menemukan keluarga, meskipun kami jauh dari rumah.”


ddf82a1f-8638-4446-af1f-fa46be0772b5.png.jpg


4. Baliknya kepercayaan, kelanjutan cerita

Kini, setelah sehat dan kembali ke Indonesia, Loe selalu berkata kepada keluarga dan teman-temannya: “Jika mempunyai masalah kesehatan yang kompleks, coba pertimbangkan berobat ke Tiongkok, ke RS Chanyi Foshan.” Perjalanan pengobatan sejauh 4.000-kilometer ini dimulai dari sebuah rekomendasi, dan berhasil berkat tim medis yang profesional serta penuh empati. Ini tidak hanya kisah pengobatan penyakit berat yang sukses, tetapi juga kisah tentang keberanian, kepercayaan, dan kehangatan lintas budaya.




Pendaftaran Konsultasi

Kirim
Ikuti Kami
Pendaftaran Konsultasi
Kirim
Book Appt.
Call Us
Telephone
+62 811998896
+62 811188251