Bagaimana untuk mengobati Kanker Usus?

Chen Bingguang

Jabatan:
Spesialis Sarkoma Abdomen dan Pelvis, Pusat Diagnostik & Terapi Presisi Kanker, RS Chanyi Foshan Wakil Ketua Aliansi MDT Kanker Kolorektal Tiongkok

Konsultasi Gratis

Apa saja metode diagnosis kanker usus?

1.Tes darah samar pada tinja

Tes ini digunakan sebagai pemeriksaan awal bagi orang yang tidak memiliki gejala kanker usus. Melalui sampel tinja dalam jumlah kecil, tes ini dapat mendeteksi darah tersembunyi yang tidak terlihat oleh mata, sebagai tanda kemungkinan perdarahan di saluran usus. Tes ini berfungsi sebagai skrining awal untuk mendeteksi kelainan usus sebelum gejala muncul.


36d9ab2e-2783-4648-99e2-570de71d75cc.png.png


2. CT Scan

Merupakan pemeriksaan lanjutan yang non-invasif. Dengan teknologi pemindaian berbasis komputer, dokter dapat memperoleh gambaran dua dimensi (2D) maupun tiga dimensi (3D) dari kondisi usus. Jika hasil CT scan menunjukkan kelainan, pasien akan disarankan menjalani kolonoskopi untuk pemeriksaan lebih lanjut.

3. Kolonoskopi

Direkomendasikan untuk pasien yang menunjukkan hasil skrining awal mencurigakan, atau bagi mereka yang memiliki risiko tinggi terkena kanker usus.

Pemeriksaan ini menggunakan selang fleksibel yang dilengkapi kamera kecil, dimasukkan melalui anus untuk melihat bagian dalam rektum, kolon sigmoid, kolon desenden, kolon transversum, kolon asenden hingga sekum. Dokter dapat sekaligus mengangkat polip atau mengambil sampel jaringan (biopsi) untuk pemeriksaan laboratorium lebih lanjut.

4.Sigmoidoskopi

Mirip dengan kolonoskopi, namun jangkauannya terbatas hanya pada bagian bawah usus besar, yakni rektum dan kolon sigmoid (sekitar 50% dari seluruh usus besar). Karena area yang diperiksa lebih terbatas, prosedur ini memiliki risiko medis yang relatif lebih rendah dibandingkan kolonoskopi penuh.


Pilihan Pengobatan Kanker Usus Berdasarkan Stadium?


1.Stadium sangat awal: dapat ditangani melalui prosedur endoskopi. Hasil pengobatan umumnya sangat baik dan dapat mencapai tingkat kesembuhan total.


2.Kanker usus stadium awal: Pengobatan utama adalah operasi bedah, yang dalam banyak kasus bisa bersifat kuratif. Beberapa pasien juga dapat ditangani dengan terapi endoskopi tergantung pada kondisi tumor.


3.Kanker usus stadium menengah hingga lanjut: Biasanya memerlukan pengobatan kombinasi, dengan operasi sebagai langkah utama, disertai kemoterapi, terapi target, atau radioterapi setelah operasi sebagai terapi tambahan (adjuvan).


4.Pasien stadium lanjut yang tidak dapat menjalani operasi: Pengobatan difokuskan pada kemoterapi, radioterapi, atau terapi target sesuai kondisi pasien, dengan tujuan memperpanjang harapan hidup dan meningkatkan kualitas hidup.


5.Kanker usus yang kambuh atau telah menyebar ke organ jauh (metastasis): Umumnya ditangani dengan kemoterapi atau terapi target. Dalam beberapa kasus, operasi pembedahan masih dapat dipertimbangkan untuk memperpanjang masa hidup.


6.Kanker rektum yang kambuh atau bermetastasis: Pengobatan utama adalah radioterapi dikombinasikan dengan kemoterapi atau terapi target. Operasi biasanya tidak menjadi pilihan utama dalam kondisi ini.

 

 Metode Pengobatan Kanker Usus?

 Operasi Bedah

· Operasi Kuratif (Radikal): Digunakan untuk menangani kanker usus stadium awal.

Contohnya:

· Kanker kolon kanan dapat diatasi dengan prosedur hemikolektomi kanan (pengangkatan separuh bagian kanan usus besar).

· Kanker rektum stadium awal dengan ukuran kecil, terbatas pada mukosa atau submukosa, serta dengan derajat diferensiasi tinggi/baik, dapat dilakukan reseksi lokal.

· Untuk kanker rektum yang terletak lebih dari 5 cm dari garis dentata, dapat dilakukan reseksi rektum per abdomen (operasi Dixon).

· Untuk kanker rektum yang terletak di bawah lipatan peritoneum, reseksi rektum per abdomen dan perineum secara kombinasi (operasi Miles) sering menjadi pilihan.

Operasi Paliatif

Ditujukan bagi kanker stadium lanjut dengan metastasis jauh, tetapi tumor lokal masih memungkinkan untuk diangkat sebagian.
Bergantung pada kondisi umum pasien dan sejauh mana penyebaran lokal, dapat dilakukan:

· Reseksi paliatif

· Operasi bypass (pengalihan aliran usus)

Kolostomi (pembuatan stoma usus besar)
Tujuannya untuk meredakan gejala dan memperpanjang harapan hidup pasien.


23ea78a1-a163-4089-bedf-673511a2af7f.png.jpg


 Kemoterapi

· Kemoterapi Neoadjuvan (Pra-operasi)

Dilakukan sebelum tindakan pembedahan. Pemberian obat kemoterapi bertujuan untuk mengecilkan ukuran tumor, menurunkan stadium kanker, meningkatkan kemungkinan tumor dapat diangkat seluruhnya, serta membasmi kemungkinan metastasis mikro yang tidak terdeteksi.

 

· Kemoterapi Adjuvan (Pasca-operasi)

Dilakukan setelah operasi, bertujuan untuk mengeliminasi sel kanker yang mungkin masih tersisa, mengurangi risiko kekambuhan, serta memperpanjang angka harapan hidup pasien.

 

· Kemoterapi Paliatif (Stadium Lanjut)

Ditujukan bagi pasien kanker usus stadium lanjut yang tidak memungkinkan dilakukan operasi, mengalami kekambuhan setelah operasi, atau mengalami metastasis ke organ lain. Kemoterapi paliatif dapat membantu mengendalikan pertumbuhan tumor, meringankan gejala, dan memperpanjang masa hidup pasien.

 

 Radioterapi (Terapi Radiasi)

· Radioterapi Pra-operasi

Dilakukan sebelum operasi, bertujuan untuk mengecilkan ukuran tumor, mengurangi perlekatan antara tumor dan jaringan sekitarnya, serta meningkatkan keberhasilan operasi pengangkatan tumor. Metode ini juga dapat mengurangi risiko kekambuhan lokal setelah tindakan bedah.

· Radioterapi Pasca-operasi

Ditujukan bagi pasien dengan faktor risiko tinggi seperti margin bedah positif (sel kanker masih ditemukan di tepi jaringan yang diangkat) atau adanya metastasis pada kelenjar getah bening. Radioterapi ini bertujuan membasmi sisa sel kanker yang mungkin masih tertinggal.


Perubahan Besar Dalam Pengobatan Kanker Rektum Stadium Awal:Radioterapi Presisi Memungkinkan Pasien Untuk "Tanpa Operasi, Mempertahankan Anus, dan Hidup Dengan Kualitas yang Baik."


· Radioterapi Paliatif
Diberikan kepada pasien kanker usus stadium lanjut untuk meredakan gejala seperti nyeri dan perdarahan, serta meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan.

Terapi Target


Terapi ini menargetkan dan menghambat protein spesifik yang terlibat dalam pertumbuhan sel kanker, sehingga mampu menghentikan proliferasi sel tumor. Umumnya diberikan kepada pasien kanker kolorektal metastatik yang memiliki mutasi genetik tertentu, seperti mutasi EGFR, dengan tujuan mengganggu jalur sinyal yang mendukung perkembangan kanker.

 

Imunoterapi


Terapi ini bekerja dengan meningkatkan kemampuan alami sistem imun tubuh dalam mengenali dan menghancurkan sel kanker. Salah satunya adalah penggunaan antibodi monoklonal yang menghambat PD-1/PD-L1, sehingga sel T dapat kembali aktif melawan sel kanker yang mengekspresikan protein abnormal. Imunoterapi ini direkomendasikan untuk pasien kanker kolorektal dengan karakteristik genetik seperti instabilitas mikrosatelit tinggi (MSI-H) atau defisiensi perbaikan pencocokan DNA (dMMR).

 

 Terapi Intervensi


· Kemoterapi infus arteri: Pemberian obat kemoterapi dengan konsentrasi tinggi langsung ke arteri yang memasok darah ke tumor, sehingga dapat membunuh sel kanker secara tepat sasaran.

 

· Krioablasi (pembekuan tumor): Menggunakan suhu sangat rendah untuk “membekukan dan membunuh” sel tumor, sangat efektif untuk metastasis ke hati.

 

· Ablasi frekuensi radio (RFA): Menggunakan panas tinggi untuk “mematangkan” dan menghancurkan sel kanker yang telah menyebar.

 

· Penanaman partikel iodin radioaktif: Menanamkan partikel radioaktif langsung ke dalam tumor untuk menghancurkan sel kanker secara terus-menerus dari dalam.



Kisah pasien kanker usus:Tumor Raksasa 18 cm: Teknologi SCART Ubah Nasib Pasien Stadium Lanjut

Pendaftaran Konsultasi

Kirim
Ikuti Kami
Pendaftaran Konsultasi
Kirim
Book Appt.
Call Us
Telephone
+62 81119968887
+62 81128741696