Tumor Glioma Otak

Gambaran umum Glioma Otak

Glioma otak adalah tumor yang berasal dari sel glia, yaitu sel yang berperan mendukung dan melindungi sel saraf (neuron) di otak. Jenis tumor ini sangat beragam, mulai dari tumor derajat rendah yang tumbuh lambat hingga glioblastoma (GBM), yaitu bentuk glioma paling agresif dan merupakan kanker otak ganas primer yang paling sering ditemukan pada orang dewasa.

Setiap tahun, sekitar 300.000 kasus baru glioma terdiagnosis di seluruh dunia. Berbeda dengan kanker yang menyebar ke otak dari organ lain, glioma tumbuh langsung dari jaringan otak. Oleh karena itu, setiap milimeter jaringan otak yang dapat dipertahankan memiliki nilai yang sangat penting bagi fungsi dan kualitas hidup pasien.

Tiongkok memiliki jumlah kasus glioma yang tinggi setiap tahunnya. Pengalaman yang diperoleh dari penanganan banyak pasien telah membentuk kemampuan yang sangat penting dalam pengobatan glioma: mengangkat tumor secara maksimal tanpa mengorbankan fungsi otak dan kualitas hidup pasien, serta menjaga tumor tetap terkendali selama mungkin. “Semakin banyak kasus yang ditangani, semakin tepat hasil pengobatan, dan semakin lama manfaat terapi dapat dipertahankan.”

Mengapa Memilih Fosun Health?

Setiap program pengobatan glioma otak umumnya mencakup operasi, radioterapi, dan kemoterapi dengan temozolomide. Namun, Fosun Health memiliki keunggulan yang membedakannya dari pusat pengobatan lainnya:

Kemampuan 1: Operasi yang Mempertahankan Fungsi dan Kualitas Hidup Pasien

" Apakah saya akan kehilangan kemampuan berbicara setelah operasi? Apakah saya akan mengalami kelumpuhan? Apakah saya masih dapat menjalani kehidupan seperti sebelumnya?"

Tantangan: Glioma sering tumbuh di area otak yang mengatur fungsi-fungsi penting, seperti pergerakan tubuh, kemampuan berbicara, dan memori. Kondisi ini membuat tindakan operasi menjadi lebih kompleks karena dokter tidak hanya harus mengangkat tumor, tetapi juga menjaga fungsi otak yang penting bagi kehidupan sehari-hari pasien.

•   Pendekatan konvensional: Fokus utama adalah mengangkat sebanyak mungkin jaringan tumor yang terlihat.

•   Risiko yang dapat terjadi: Meskipun operasi berhasil mengangkat tumor dan memperpanjang kelangsungan hidup pasien, sebagian pasien dapat mengalami gangguan fungsi penting, seperti kesulitan berbicara, gangguan gerak, atau penurunan kemampuan kognitif yang memengaruhi kualitas hidup mereka.

Solusi dari kami: Pengangkatan tumor maksimal dengan tetap menjaga fungsi otak

•   Operasi saat pasien tetap sadar + stimulasi korteks untuk pemetaan fungsi otak: Pada tumor yang berada dekat area bahasa atau gerakan, pasien akan dibangunkan selama operasi. Fungsi bahasa dan gerakan dipantau secara langsung, saat area otak dirangsang, pasien diminta menyebutkan benda atau menggerakkan jari. Dengan cara ini, batas antara tumor dan area fungsi penting dapat dikenali hingga tingkat milimeter. Tumor diangkat, sementara fungsi otak tetap terjaga.

•   Pengangkatan dengan panduan fluoresensi 5-ALA: Sebelum operasi, pasien diberikan zat khusus yang membuat sel tumor bersinar. Di bawah mikroskop khusus, sel glioma ganas tampak berwarna merah muda bercahaya, sedangkan jaringan otak normal tampak biru. Hal ini membantu dokter melihat bagian tumor yang tidak terlihat jelas, sehingga pengangkatan menjadi lebih maksimal.

•   MRI intraoperatif (iMRI): Pencitraan dilakukan langsung saat operasi untuk melihat apakah masih ada sisa tumor sebelum operasi selesai. Jika masih ada, tumor dapat langsung diangkat dalam prosedur yang sama.

•   Neuronavigasi dan pemetaan serabut saraf: Pemetaan jalur serabut saraf utama di otak sebelum operasi digunakan untuk menentukan jalur pembedahan. Hal ini membantu dokter menghindari jalur komunikasi penting di otak agar fungsi tetap terjaga.

Yang perlu di ketahui: Kami tidak perlu memilih antara :”pengobatan yang aman tetapi tidak mengangkat tumor secara tuntas”, atau “pengobatan yang terlalu agresif tetapi berisiko menimbulkan kecacatan”. Dengan teknologi seperti operasi saat pasien tetap sadar, panduan fluoresensi, dan pencitraan real-time, tumor dapat diangkat sebanyak mungkin sambil tetap menjaga fungsi saraf penting. Dengan begitu, pasien tetap dapat mempertahankan fungsi tubuh dan kualitas hidup sehari-hari.

Kemampuan 2: " Terapi Medan Listrik untuk Kanker Otak" untuk melawan kanker selama 24 jam

"Saya mendengar ada terapi berupa topi yang menggunakan medan listrik untuk mengobati glioblastoma (GBM), seperti di cerita fiksi ilmiah. Apakah ini benar-benar efektif? Apakah bisa digunakan di sini?”

Tantangan: Bahkan setelah menjalani operasi, radioterapi, dan kemoterapi, sel-sel glioblastoma (GBM) yang masih tersisa dapat terus membelah diri. Pengobatan standar tidak dapat bekerja terus menerus selama 24 jam. Akibatnya, pada jeda antar-siklus pengobatan, pasien sering berada dalam kondisi tanpa perlindungan yang stabil terhadap pertumbuhan tumor.

Solusi dari kami: TTF bukan terapi yang bekerja dengan cara " menghancurkan tumor dengan listrik". Mekanisme kerjanya berbeda. Terapi ini menggunakan perangkat yang dipasang pada kulit kepala untuk menghasilkan medan listrik berintensitas rendah. Medan listrik tersebut mengganggu proses pembelahan sel kanker dengan menghambat pembentukan struktur yang dibutuhkan sel kanker untuk berkembang biak. Akibatnya, pertumbuhan dan penyebaran sel kanker dapat terhambat. Sementara itu, sel saraf sehat yang tidak sedang membelah umumnya tidak terpengaruh oleh terapi ini.

•   Terbukti memberikan manfaat kelangsungan hidup: Pada pasien GBM yang baru didiagnosis, penggunaan TTF yang dikombinasikan dengan temozolomide dapat memperpanjang median kelangsungan hidup dibandingkan kemoterapi saja. Pada GBM yang kambuh, TTF sebagai terapi tunggal memiliki efektivitas yang setara atau bahkan lebih baik dibandingkan kemoterapi lini kedua, dengan kualitas hidup yang jauh lebih baik.

•   Penggunaan jangka panjang: Untuk mencapai efektivitas optimal, TTF perlu digunakan setidaknya 18 jam per hari, selama berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun. Terapi ini menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari pasien digunakan saat di rumah, bekerja, maupun saat tidur. Tim kami menyediakan pelatihan lengkap, panduan perawatan kulit kepala, serta dukungan kepatuhan terapi secara berkelanjutan.

•   Terintegrasi dengan terapi standar: TTF digunakan bersamaan dengan temozolomide adjuvan dan dapat dilanjutkan pada lini terapi berikutnya. Terapi ini bukan pengganti, melainkan tambahan yang memberikan efek penghambatan berkelanjutan terhadap sel tumor yang sedang membelah.

•   Sudah Tersedia di Tiongkok: Perangkat Optune dan perangkat transdusernya sudah tersedia secara komersial di Tiongkok. Karena diproduksi dan didukung dalam sistem layanan kesehatan terintegrasi di Tiongkok, biaya keseluruhan secara signifikan lebih rendah dibandingkan di Eropa dan Amerika, dengan teknologi dan dukungan klinis yang tetap sama.

Yang perlu ketahui: Saat Anda tidur, bekerja, dan menjalani aktivitas sehari-hari, sebuah medan fisik terus bekerja untuk menghambat pembelahan sel kanker. Terapi ini bukan kemoterapi dan bukan radioterapi, melainkan pendekatan pengobatan ketiga untuk GBM dan sudah tersedia di sini.

Kemampuan 3: Mengatasi Tumor di Area yang Sulit Dijangkau dengan Bedah Radiosurgery

"Dokter mengatakan tumor saya berada terlalu dalam atau dekat dengan pusat bahasa di otak. Operasi mungkin berisiko menyebabkan kelumpuhan atau gangguan bicara. Apakah ada pilihan pengobatan tanpa operasi terbuka?"

Tantangan: Beberapa glioma tumbuh di bagian otak yang sulit dijangkau, seperti talamus, batang otak, atau area yang mengatur fungsi penting tubuh. Pada kondisi ini, operasi pengangkatan tumor dapat berisiko menyebabkan gangguan saraf yang serius, seperti kelumpuhan atau kehilangan kemampuan berbicara. Pada sebagian pasien lainnya, tumor muncul kembali setelah sebelumnya menjalani operasi dan radioterapi dengan dosis maksimal. Dalam situasi seperti ini, pasien sering diberi tahu bahwa operasi maupun radioterapi tambahan mungkin tidak lagi memungkinkan. Sementara itu, tumor tetap berkembang sehingga pilihan pengobatan yang tersedia tampak semakin terbatas.

Solusi yang Kami Tawarkan: Bedah Radiosurgery Stereotaktik (SRS) dengan CyberKnife M6 “Pisau Bedah Tanpa Sayatan” yang Dapat Menjangkau Area yang Sulit Dioperasi:

•   Untuk tumor yang tidak dapat dioperasi karena berada di bagian otak yang dalam atau di area fungsi penting: CyberKnife mengirimkan radiasi ablasi dengan tingkat presisi submilimeter (0,1 mm) ke tumor yang berada di talamus, insula, atau area otak yang mengatur gerakan dan bahasa. Sistem robotik akan memantau pergerakan pasien secara real-time dan mengarahkan ribuan berkas radiasi dari ratusan sudut yang berbeda untuk berkumpul tepat pada tumor. Dengan cara ini, tumor dapat dihancurkan sementara paparan radiasi pada jaringan otak penting di sekitarnya mendekati nol. Tidak memerlukan sayatan, anestesi, maupun perawatan di ruang pemulihan.

•   Untuk sisa tumor atau tumor yang kambuh setelah terapi standar: Setelah menjalani operasi, IMRT/VMAT, dan kemoterapi temozolomide, sebagian pasien masih memiliki sisa tumor atau mengalami kekambuhan pada area kecil. Pada kondisi ini, CyberKnife SRS dapat memberikan dosis radiasi ablasi yang sangat terfokus langsung ke lokasi tumor secara presisi, sambil melindungi jaringan otak di sekitarnya yang sebelumnya telah menerima dosis radioterapi penuh. Pendekatan ini membantu memperpanjang masa bebas progresi penyakit tanpa perlu menjalani radioterapi ulang pada seluruh otak.

•   Untuk pasien yang tidak dapat menjalani operasi: Pasien lanjut usia, memiliki beberapa penyakit penyerta, atau sedang mengonsumsi obat pengencer darah sehingga tidak dapat menjalani operasi otak dengan aman, dapat menerima bedah radiosurgery sebagai terapi utama dengan tujuan pengobatan. Terapi ini bertujuan mengendalikan pertumbuhan tumor dan mempertahankan fungsi saraf tanpa perlu menjalani prosedur pembedahan.

•   Terintegrasi dengan terapi medan listrik tumor (TTF): Bagi pasien GBM yang menggunakan terapi medan listrik tumor (Optune TTF), CyberKnife SRS dapat dilakukan tanpa menghentikan terapi medan listrik yang sedang berlangsung. Dengan demikian, pasien tetap mendapatkan efek radiasi yang menargetkan tumor sekaligus mempertahankan tekanan antimitosis terhadap sel kanker selama 24 jam sehari, 7 hari seminggu.

Yang perlu ketahui: Jika tumor berada di lokasi yang tidak dapat dijangkau dengan aman melalui operasi, atau jika tumor kembali muncul setelah Anda menerima radioterapi dengan dosis yang telah memadai, CyberKnife dapat menjadi alternatif pengobatan yang nyata. Teknologi ini berfungsi sebagai “terapi radiasi presisi tinggi tanpa pembedahan terbuka” yang menghancurkan tumor sekaligus menjaga fungsi-fungsi penting otak tetap utuh.

Kemampuan 4: Ketika Terapi Standar Tidak Lagi Memberikan Hasil Optimal, Terapi Target IDH, Uji Klinis, dan Pilihan Pengobatan Lanjutan

"Saya sudah menjalani operasi, radioterapi, temozolomide, dan TTF. Namun, tumor kembali tumbuh. Apakah masih ada pilihan lain di luar jalur pengobatan standar?”

Tantangan: GBM dan glioma derajat tinggi pada akhirnya akan mengalami progresi setelah terapi lini pertama. Setelah manfaat temozolomide dan TTF tidak lagi memadai, banyak pasien di berbagai wilayah menghadapi keterbatasan pilihan pengobatan. Namun, analisis profil molekuler telah membuka peluang terapi target yang sepuluh tahun lalu belum tersedia.

Solusi dari kami: Terapi Lanjutan Berdasarkan Profil Molekuler dan Akses Cepat ke Uji Klinis

•   Untuk glioma dengan mutasi IDH: Sekitar 10% pasien GBM dan sekitar 70% pasien glioma derajat rendah memiliki mutasi IDH1/2. Pada pasien dengan mutasi ini, obat ivosidenib (penghambat IDH1) dan vorasidenib dapat membantu mengendalikan pertumbuhan tumor dengan menghambat zat yang mendorong perkembangan sel kanker. Obat yang diminum secara oral ini dapat membantu mengecilkan tumor atau menjaga agar tumor tetap stabil dalam jangka waktu yang lebih lama.

•   Strategi pengobatan berdasarkan status MGMT: Tumor dengan promoter MGMT yang tidak termetilasi umumnya kurang responsif terhadap temozolomide. Namun, kondisi ini dapat memberikan peluang untuk menggunakan obat alkilasi alternatif atau mengikuti program uji klinis yang lebih intensif. Sebaliknya, tumor dengan promoter MGMT yang termetilasi mungkin memperoleh manfaat lebih besar dari regimen temozolomide yang lebih intensif.

•   Bevacizumab untuk membantu mengendalikan gejala: Meskipun bukan terapi yang dapat menyembuhkan penyakit, bevacizumab (terapi anti-VEGF) dapat dengan cepat mengurangi pembengkakan di sekitar tumor dan tekanan yang ditimbulkannya pada jaringan otak. Hal ini dapat membantu memperbaiki fungsi saraf dan memberikan waktu tambahan untuk menjalani pengobatan berikutnya.

•   Akses cepat ke uji klinis fase III: Tiongkok memiliki berbagai uji klinis yang masih aktif, termasuk terapi virus onkolitik (G47Δ), terapi CAR-T untuk glioma, vaksin neoantigen yang dipersonalisasi, penghambat IDH generasi terbaru, serta pengembangan terbaru terapi medan listrik tumor (TTF). Banyak terapi inovatif ini tersedia sekitar 3–5 tahun lebih awal. Tim riset neuro-onkologi kami akan melakukan penilaian kelayakan secara cepat untuk membantu menentukan apakah pasien memenuhi syarat mengikuti uji klinis yang sesuai.

•   Pemilihan terapi berdasarkan hasil pemeriksaan genetik (NGS): Hasil pemeriksaan Next-Generation Sequencing (NGS) digunakan untuk mencocokkan pasien dengan pilihan terapi yang paling sesuai. Proses ini didukung oleh dokter yang berpengalaman menangani ribuan kasus glioma pada berbagai tahap pengobatan.

Yang perlu di ketahui: "Selesainya pengobatan standar bukan berarti tidak ada lagi pilihan pengobatan." Hasil pemeriksaan IDH, MGMT, atau EGFR dapat membantu dokter menentukan obat atau uji klinis yang paling sesuai dan tersedia saat ini. Dengan demikian, pasien masih memiliki peluang untuk memperpanjang harapan hidup sekaligus menjaga kualitas hidup sebaik mungkin.

Pendampingan dan Akses ke Pengobatan Terbaru

Akses Cepat ke Uji Klinis

Ketika pilihan pengobatan standar tidak lagi memberikan hasil yang diharapkan, pasien dapat memperoleh akses langsung ke berbagai uji klinis fase III yang tersedia di Tiongkok sering kali 3–5 tahun lebih awal dibandingkan di banyak negara lainnya. Untuk glioma, pilihan uji klinis yang tersedia meliputi terapi virus onkolitik, terapi sel CAR-T yang menargetkan EGFRvIII atau IL13Rα2, vaksin neoantigen yang dipersonalisasi, penghambat IDH generasi terbaru, serta kombinasi baru terapi medan listrik tumor (TTF). Hasil pemeriksaan Next-Generation Sequencing (NGS) digunakan untuk mengidentifikasi perubahan genetik pada tumor dan membantu mencocokkan pasien dengan uji klinis yang paling sesuai dengan karakteristik molekuler tumornya. Seluruh proses dilakukan dengan mengikuti prosedur etik yang berlaku serta di bawah pengawasan tim medis yang berpengalaman.

Onkologi Integratif dan Dukungan Pengobatan Tradisional Tiongkok

Pengobatan Tradisional Tiongkok (TCM) diberikan bersamaan dengan terapi utama untuk “membantu menjaga fungsi saraf dan kondisi tubuh tetap baik”:

Mengurangi efek samping pengobatan: Membantu mengendalikan pembengkakan di sekitar tumor dan sakit kepala yang menyertainya, mengurangi rasa lelah dan mual akibat penggunaan temozolomide, mendukung fungsi sistem kekebalan tubuh selama terapi TTF, serta membantu meredakan efek samping penggunaan steroid, seperti perubahan suasana hati, peningkatan kadar gula darah, dan berkurangnya massa otot.

Meningkatkan efektivitas: Sediaan yang dipilih secara khusus berpotensi meningkatkan toleransi terhadap pengobatan serta mendukung fungsi kognitif selama pengelolaan penyakit dalam jangka panjang.

Akupunktur memberikan dukungan tambahan untuk membantu meredakan sakit kepala, pusing, kelelahan kognitif setelah pengobatan, serta insomnia yang berkaitan dengan kanker.

Tujuan: menjaga kejernihan berpikir, mengurangi beban gejala pada sistem saraf, serta membantu Anda mempertahankan kondisi fisik yang cukup baik untuk menjalani pengobatan glioma jangka panjang.

Perencanaan Pengobatan oleh Tim Multidisiplin

Setiap kasus glioma ditinjau bersama oleh para ahli dari bedah saraf (operasi sadar dan operasi berpanduan fluoresensi), onkologi radiasi (koordinasi IMRT, VMAT, dan TTF), neuro-onkologi (kemoterapi dan terapi target), pencitraan saraf (MRI lanjutan, PET, dan MRS), patologi/diagnostik molekuler (IDH, MGMT, dan 1p/19q), serta rehabilitasi neurologis.

Pengambilan keputusan pada glioma memiliki kompleksitas yang unik: menyeimbangkan luas pengangkatan tumor dengan perlindungan fungsi neurologis; menentukan waktu dimulainya terapi TTF dan dukungan kepatuhan penggunaannya; membedakan pseudoprogresi dari kekambuhan yang sebenarnya; serta menyusun urutan terapi pada berbagai lini pengobatan.

Tim Multidisiplin (MDT) akan mengadakan diskusi dalam waktu 48 jam. Rencana pengobatan Anda merupakan keputusan bersama yang dioptimalkan berdasarkan lokasi tumor, profil molekuler, kondisi fisik, dan prioritas hidup Anda.

kasus pasien

Diagnosis: Glioma batang otak

Rencana pengobatan: Terapi CyberKnife yang diberikan secara bertahap dalam beberapa sesi fraksinasi.

9e00eeaf-2072-4dda-8c9d-b18dbdc5ec51.png.jpg


Pada saat terapi CyberKnife pertama, MRI dengan kontras menunjukkan cakupan tumor dan gambar rencana pengobatan. Tumor terletak di pons dan mesensefalon (otak tengah), dengan nekrosis pada bagian pusat tumor.

Pemeriksaan MRI kontras yang dilakukan sebelum terapi CyberKnife pertama menunjukkan luas area tumor serta gambar rencana pengobatan. Tumor terletak di pons dan mesensefalon (otak tengah), dengan nekrosis pada bagian pusat tumor. Setelah menyelesaikan terapi CyberKnife, pasien diberikan terapi dehidrasi (anti-edema) standar. Gejala yang dialami tidak bertambah berat. Satu bulan kemudian, keluarga pasien melaporkan bahwa gejala seperti mati rasa mulai membaik. Dua bulan setelah terapi CyberKnife, seluruh gejala pasien telah menghilang. Hasil pemeriksaan ulang MRI otak menunjukkan bahwa ukuran tumor telah mengecil hingga 70%.

a7eaf518-b8df-4676-bceb-38463dcff446.png.jpg

Dua bulan setelah terapi CyberKnife, MRI menunjukkan bahwa tumor telah mengecil secara signifikan. Ini adalah gambar rencana terapi CyberKnife kedua. Berdasarkan pengukuran komputer, volume tumor telah mengecil sebesar 70%.

Dua bulan setelah terapi CyberKnife, hasil MRI menunjukkan bahwa ukuran tumor telah menyusut secara signifikan. Gambar ini merupakan rencana terapi CyberKnife kedua. Berdasarkan pengukuran komputer, volume tumor telah berkurang sebesar 70%. Setelah ukuran tumor mengecil, pasien dijadwalkan untuk menjalani terapi CyberKnife kedua. Saat ini, kondisi kehidupan pasien baik, seluruh aktivitas berjalan seperti biasa, dan pasien masih menjalani pemantauan serta tindak lanjut secara berkala.

46ab3b6b-a08a-4ecb-9653-a7e6f2d45c43.png.jpg

Unggah hasil MRI otak dengan kontras, laporan patologi sebelumnya, hasil NGS/pemeriksaan genetik (IDH1/2, MGMT, 1p/19q, dan TERT), serta riwayat pengobatan yang pernah dijalani. Tim ahli MDT glioma otak Fosun Health akan melakukan penilaian menyeluruh dan memberikan rencana diagnosis serta pengobatan awal yang dipersonalisasi dalam waktu 48 jam, termasuk penilaian kelayakan operasi sadar (awake craniotomy), kandidat terapi TTF, dan pilihan terapi target berdasarkan profil molekuler.

Pendaftaran Konsultasi

Kirim
Ikuti Kami
Pendaftaran Konsultasi
Kirim
Book Appt.
Call Us
Telephone
+62 811998896
+62 811188251