Cara Mendiagnosis Glioma Otak
Pendekatan diagnosis terpadu kami dirancang untuk menjawab tiga pertanyaan penting dengan cepat: Di mana lokasi tumor? Seberapa agresif pertumbuhannya? Dan seperti apa karakteristik genetik atau molekulernya?
Langkah 1: MRI Otak Multiparametrik
MRI dengan kontras digunakan untuk melihat lokasi, ukuran, pembengkakan (edema), serta tekanan yang ditimbulkan tumor terhadap jaringan otak di sekitarnya. Pemeriksaan MRI lanjutan, seperti DWI, PWI, dan MRS, membantu menilai kepadatan sel tumor dan aliran darah di dalamnya.
Langkah 2: Biopsi Stereotaktik Berpanduan MRI
Untuk tumor yang berada di bagian otak yang dalam atau di area yang mengatur fungsi penting tubuh, di mana operasi pengangkatan memiliki risiko tinggi, dokter dapat melakukan biopsi dengan bantuan sistem navigasi tanpa bingkai (frameless navigation). Teknologi ini memungkinkan pengambilan sampel jaringan tumor dengan tingkat ketepatan hingga milimeter untuk memastikan diagnosis.
Langkah 3: Analisis NGS dan Profil Metilasi
Pemeriksaan ini bertujuan untuk mendeteksi perubahan genetik dan molekuler tertentu, seperti mutasi IDH1/2, metilasi promoter MGMT, koeksklusi 1p/19q, mutasi promoter TERT, amplifikasi EGFR, serta mutasi histon. Hasil pemeriksaan tersebut berperan langsung dalam menentukan prognosis penyakit dan kelayakan pasien untuk mendapatkan terapi target.
Langkah 4: MRI Fungsional dan Traktografi Serabut Saraf
Pemeriksaan ini digunakan untuk memetakan area otak yang mengatur fungsi bahasa, gerakan, dan penglihatan, serta jalur serabut saraf putih yang menghubungkan berbagai bagian otak. Informasi ini membantu dokter melindungi fungsi-fungsi penting tersebut selama operasi berlangsung.