Kanker endometrium

Ikhtisar Kanker Endometrium

Kanker endometrium berasal dari lapisan dalam rahim (endometrium) dan merupakan salah satu kanker ginekologi yang paling sering terjadi. Sebagian besar pasien ditemukan pada tahap awal karena mengalami perdarahan rahim yang tidak normal. Jika terdiagnosis sejak dini, angka kesembuhannya sangat tinggi.

Secara global, kanker endometrium merupakan kanker terbanyak keenam pada perempuan dengan lebih dari 420.000 kasus baru setiap tahun. Meskipun banyak kasus dapat ditemukan pada tahap awal, penanganan yang cepat tetap sangat penting untuk mendapatkan hasil pengobatan terbaik. Oleh karena itu, pemeriksaan medis segera sangat dianjurkan jika muncul gejala awal.

Di Tiongkok, terdapat sekitar 70.000 kasus baru setiap tahun, atau hampir 17% dari total kasus dunia. Di Fosun Health, jumlah kasus yang besar ini memberikan pengalaman klinis yang luas bagi tim dokter kami, sehingga setiap tahapan pengobatan mulai dari analisis molekuler yang presisi, operasi minimal invasif, terapi pendukung yang dipersonalisasi, hingga pemantauan pemulihan jangka panjang dapat dilakukan secara lebih tepat dan terkontrol.

Keunggulan Utama: Mengapa Memilih Fosun Health?

Setiap pengobatan Kanker endometrium biasanya meliputi operasi, radioterapi, dan terapi hormon. Namun, Fosun Health memiliki pendekatan yang lebih disesuaikan dengan kondisi pasien.

Keunggulan 1: Menjaga Kesuburan pada Pasien Muda

"Saya baru 32 tahun dan belum punya anak. Apakah harus mengangkat rahim untuk bisa sembuh?"

Tantangan: Kanker endometrium semakin sering terjadi pada wanita di bawah usia 40 tahun yang belum memiliki anak. Biasanya, pengobatan dilakukan dengan mengangkat rahim dan kedua ovarium. Cara ini memang dapat menyembuhkan kanker, tetapi membuat pasien tidak bisa memiliki anak lagi. Bagi banyak pasien muda, kondisi ini terasa sangat berat karena harus memilih antara kesembuhan dan kesempatan untuk memiliki keturunan di masa depan.

Solusi dari kami: Untuk pasien muda dengan kanker stadium awal dan risiko rendah yang memenuhi kriteria tertentu, pengobatan dapat dilakukan dengan tetap menjaga kemampuan untuk memiliki anak di masa depan.

•   Terapi hormon progesteron dosis tinggi: Untuk pasien Kanker endometrium stadium IA derajat 1 yang masih ingin memiliki anak, digunakan obat hormon progesteron dosis tinggi seperti medroksiprogesteron asetat atau megestrol asetat selama 6–9 bulan. Selama pengobatan, dilakukan pemeriksaan dengan histeroskopi setiap 3 bulan untuk memantau hasil terapi. Pada pasien yang terpilih dengan ketat, sekitar 60–80% dapat mengalami remisi (kanker hilang) secara lengkap berdasarkan pemeriksaan jaringan.

•   Pengangkatan tumor dengan histeroskopi + terapi progesteron: Tumor yang terlihat di dalam rahim dapat diangkat terlebih dahulu dengan bantuan histeroskopi, kemudian dilanjutkan dengan terapi hormon progesteron dosis tinggi. Kombinasi ini dapat meningkatkan tingkat keberhasilan dibandingkan hanya menggunakan terapi hormon saja.

•   Rencana pemantauan ketat: Setelah pasien dinyatakan sembuh total, kami membantu pasien untuk menjalani program kehamilan dengan teknologi reproduksi berbantu, serta melakukan pemantauan ketat pada awal kehamilan. Setelah pasien berhasil memiliki anak, akan dilakukan operasi pengobatan definitif sesuai rencana, yaitu pengangkatan rahim.

•   Operasi konservatif dengan bantuan robot: Untuk pasien yang tidak cocok dengan terapi obat tetapi masih perlu mempertahankan rahim semaksimal mungkin, dilakukan operasi pengangkatan lesi dengan bantuan robot serta teknik deteksi kelenjar getah bening sentinial. Cara ini menjaga keamanan pengobatan kanker sekaligus meminimalkan kerusakan jaringan.

Yang perlu di ketahui: Didiagnosis Kanker endometrium di usia 30-an tidak berarti otomatis tidak bisa hamil selamanya. Dengan seleksi pasien yang tepat, terapi hormon, dan pemantauan yang ketat, Anda tetap bisa menjalani pengobatan kanker sekaligus memiliki kesempatan untuk menjadi seorang ibu.

Keunggulan 2: Kanker yang bisa merespons imunoterapi (MSI-H/dMMR)

"Dokter mengatakan kanker saya MSI-H. Apa artinya? Apakah ini membuat pengobatan saya lebih baik?"

Tantangan: Kanker endometrium termasuk salah satu kanker yang cukup sering memiliki kondisi MSI-H/dMMR, yaitu sekitar 25–30% kasus. Artinya, jenis kanker ini lebih mudah dikenali oleh sistem kekebalan tubuh, sehingga bisa merespons dengan baik terhadap imunoterapi yang membantu tubuh melawan kanker. Namun, di banyak tempat, pengobatan imunoterapi ini sering baru diberikan pada stadium lanjut atau bahkan belum tersedia secara luas.

Solusi dari kami: Sejak hari pertama diagnosis, kami menggunakan klasifikasi molekuler untuk menentukan terapi sistemik yang paling efektif.

•   Kanker endometrium tipe MSI-H/dMMR: Untuk kanker yang sudah lanjut atau kambuh, obat pembrolizumab (penghambat PD-1) sudah disetujui di Tiongkok. Pada sebagian pasien, obat ini dapat memberikan hasil pengobatan yang kuat dan bertahan lama. Ini bukan sekadar perbaikan kecil, tetapi bisa mengubah cara pengobatan secara signifikan.

•   Tipe POLE (mutasi tinggi): Jenis tumor ini memiliki banyak perubahan genetik sehingga lebih mudah dikenali oleh sistem kekebalan tubuh dan umumnya memiliki prognosis yang sangat baik. Pada beberapa kasus, dapat dipertimbangkan pengobatan yang lebih ringan atau imunoterapi.

•   Tipe mutasi p53 (mirip kanker serosa): Jenis ini lebih agresif dan mirip dengan kanker ovarium serosa. Pengobatan biasanya menggunakan kemoterapi berbasis platinum dikombinasikan dengan obat anti-angiogenesis, mengikuti pendekatan seperti pada kanker ovarium.

•   Tipe mutasi CTNNB1: Jenis ini sering tidak merespons baik terhadap terapi hormon, sehingga perlu pengaturan pengobatan lain yang lebih sesuai.

•   Terapi di Tiongkok dan biaya pengobatan: Obat imunoterapi PD-1/PD-L1 yang dibuat di Tiongkok sudah digunakan secara rutin, biasanya dikombinasikan dengan kemoterapi atau obat target lain, dan tersedia lebih cepat dibandingkan banyak negara lain. Biaya pengobatan juga lebih terjangkau, sekitar 30%–50% dibandingkan Eropa dan Amerika.

Klasifikasi molekuler menggunakan pemeriksaan NGS (TCGA/ProMisE) serta penanganan oleh dokter yang berpengalaman menangani banyak kasus Kanker endometrium dengan kondisi genetik yang kompleks.

Yang perlu di ketahui: Jenis genetik tumor Anda seperti MSI-H, mutasi POLE, kelainan p53, atau mutasi CTNNB1 sudah membantu dokter menentukan pengobatan yang paling tepat sejak awal. Jika termasuk tipe MSI-H, imunoterapi bisa memberi peluang kontrol penyakit jangka panjang yang tidak bisa dicapai hanya dengan kemoterapi saja.

Keunggulan 3: Jika kanker kambuh, tidak perlu operasi besar lagi

"Setelah operasi pertama, kanker muncul lagi di area panggul atau bekas operasi. Apakah harus operasi besar lagi?"

Tantangan: Jika Kanker endometrium kambuh di area panggul setelah operasi, kondisi ini sering membuat pasien khawatir. Biasanya pasien diberitahu bahwa perlu operasi besar lagi di area panggul yang berisiko tinggi, karena bisa melukai kandung kemih atau usus. Ada juga pasien yang sudah tidak bisa dioperasi lagi sehingga hanya bisa menjalani perawatan untuk mengurangi gejala.

Solusi dari kami: CyberKnife dan pemasangan biji radioaktif iodium-125 dapat digunakan untuk mengobati kanker yang kambuh tanpa perlu operasi pengangkatan organ lagi.

•   CyberKnife M6: Untuk kanker yang kambuh di satu area, seperti sisa vagina atau kelenjar getah bening di panggul, teknologi ini dapat mengarahkan radiasi dengan sangat akurat hingga skala kecil (0,1 mm). Radiasi diberikan dari banyak arah untuk menghancurkan sel kanker. Metode ini tetap menjaga organ di sekitar seperti kandung kemih, usus, dan rektum agar tidak rusak. Perawatan biasanya dilakukan 1–5 kali di poliklinik. Tidak ada operasi, tidak mengangkat organ, dan pengobatan lain yang sedang berjalan tidak perlu dihentikan.

•   Iodium-125 brachytherapy: Untuk kanker yang kambuh di panggul atau kelenjar getah bening di perut, dokter akan memasukkan biji kecil radioaktif langsung ke dalam tumor dengan bantuan alat pencitraan. Biji radioaktif ini akan terus memberikan radiasi dari dalam tubuh selama sekitar 60–180 hari, sehingga kanker dapat dihancurkan dari dalam. Sementara itu, organ di sekitarnya hanya terkena radiasi sangat kecil sehingga lebih aman.

•   Terapi intervensi arteri: Untuk kanker yang kambuh dan disertai perdarahan, obat dapat diberikan langsung ke pembuluh darah yang menyuplai tumor melalui teknik khusus kateter arteri. Konsentrasi obat di area tumor bisa 50–100 kali lebih tinggi dibandingkan pemberian melalui pembuluh darah biasa. Cara ini membantu mengecilkan tumor dan menghentikan perdarahan.

Yang perlu di ketahui: Jika kanker kambuh setelah operasi, tidak selalu harus dilakukan operasi besar lagi di panggul. Tergantung kondisi, pengobatan bisa dilakukan dengan radiasi, radiasi dari dalam tubuh, atau terapi melalui pembuluh darah. Cara ini membantu menjaga organ panggul tetap utuh.

Keunggulan 4: Operasi minimal invasif dan pemulihan lebih cepat

"Jika rahim harus diangkat, apakah sayatannya besar? Kapan bisa berjalan, makan, dan mulai kemoterapi?"

Tantangan: Operasi pengangkatan rahim dengan cara terbuka biasanya membutuhkan sayatan besar di perut dan rawat inap lebih lama. Setelah operasi, pasien umumnya perlu waktu sekitar 6–8 minggu untuk pulih sebelum bisa memulai kemoterapi. Padahal, kemoterapi yang dimulai tepat waktu sangat penting untuk hasil pengobatan. Jika terlambat, bisa berisiko. Pada pasien dengan obesitas, operasi terbuka juga bisa meningkatkan risiko komplikasi.

Solusi dari kami: Operasi dilakukan dengan metode minimal invasif menggunakan bantuan robot sebagai metode standar.

•   Operasi dengan bantuan robot pengangkatan rahim + kedua ovarium + penentuan stadium: Da Vinci surgical system membantu dokter melakukan operasi dengan pembesaran gambar 3D hingga 10 kali dan alat yang sangat stabil tanpa getaran. Operasi dilakukan melalui 4–5 sayatan kecil untuk mengangkat rahim secara tepat, mengangkat kedua tuba falopi dan ovarium, membersihkan kelenjar getah bening di panggul dan sekitar pembuluh darah utama perut, serta mengambil sampel jaringan omentum. Dengan ketelitian hingga skala sangat kecil (sub-milimeter), metode ini dapat mengurangi perdarahan, menurunkan risiko komplikasi luka, dan mempercepat pemulihan pasien.

•   Pemetaan kelenjar getah bening sentinel: Menggunakan zat khusus ICG (indosianin hijau) untuk melacak kelenjar getah bening pertama yang menerima aliran dari tumor. Kelenjar ini kemudian diambil sampelnya untuk diperiksa. Pada pasien risiko rendah, cara ini dapat menghindari pengangkatan seluruh kelenjar getah bening, sehingga menurunkan risiko pembengkakan kaki (limfedema).

•   Program pemulihan cepat (ERAS): Program ini membantu pasien lebih cepat bangun dari tempat tidur, lebih cepat mulai makan, dan lebih cepat pulang dari rumah sakit. Dengan cara ini, kemoterapi lanjutan bisa dimulai dalam 2–3 minggu, bukan 6–8 minggu.

Pendampingan menyeluruh dan akses terapi terbaru

Akses cepat ke uji klinis:
Jika pengobatan standar sudah tidak efektif, pasien dapat diarahkan ke uji klinis fase III di Tiongkok. Akses ini biasanya tersedia lebih cepat, sekitar 3–5 tahun dibandingkan banyak negara lain. Melalui pemeriksaan NGS, pasien akan dipilihkan uji klinis yang sesuai dengan mutasi tumor, seperti POLE, MSI, p53, atau sindrom Lynch. Seluruh proses dilakukan sesuai standar etika medis dan di bawah pengawasan dokter.

Integrasi onkologi dengan dukungan pengobatan tradisional Tiongkok
Pengobatan tradisional Tiongkok digunakan bersama dengan terapi utama sebagai “pendukung keseimbangan hormon dan peningkatan energi tubuh”.

•   Mengurangi efek samping: Membantu melindungi sumsum tulang, mengurangi mual dan muntah akibat kemoterapi, mengurangi kelelahan akibat kanker, serta mengurangi gangguan saraf. Ada juga terapi khusus untuk membantu mengatasi perubahan hormon setelah pengangkatan ovarium, seperti rasa panas mendadak (hot flush), perubahan suasana hati, dan menjaga kepadatan tulang.

•   Meningkatkan efektivitas pengobatan: Beberapa obat herbal tertentu dapat membantu meningkatkan respons kanker terhadap kemoterapi atau terapi hormon.

•   Dukungan akupunktur: Akupunktur dapat membantu mengurangi nyeri, mual, kelelahan, serta gangguan fungsi kandung kemih dan usus setelah operasi.

Tujuan: Membantu pemulihan yang lebih stabil, menjaga keseimbangan hormon, dan memastikan pasien memiliki cukup tenaga untuk menjalani setiap siklus pengobatan sesuai rencana.

Keputusan Terpadu oleh Tim Multidisiplin

Setiap kasus Kanker endometrium ditinjau bersama oleh tim dokter dari berbagai bidang, yaitu dokter bedah kanker ginekologi, dokter onkologi, radioterapi, endokrinologi reproduksi (untuk mempertimbangkan pelestarian kesuburan), radiologi intervensi, radiologi, patologi, serta ahli konseling genetik. Keputusan pengobatan kanker endometrium memiliki tingkat kompleksitas yang khusus, seperti mempertimbangkan apakah mempertahankan kesuburan atau langsung melakukan pengangkatan rahim, penggunaan klasifikasi molekuler untuk menentukan pilihan terapi sistemik, serta pengelolaan risiko genetik terkait sindrom Lynch. Rapat MDT (Multidisciplinary Team) dilakukan dalam waktu 48 jam. Rencana pengobatan disusun berdasarkan stadium tumor, subtipe molekuler, keinginan pasien untuk memiliki anak, risiko genetik, dan prioritas pribadi pasien melalui keputusan bersama tim dokter.

Kisah pasien dengan kanker endometrium 

04a87a35-0f70-4575-bf3d-f0ba5583c6fe.png.png

Pasien didiagnosis menderita kanker endometrium. Dokter di rumah sakit setempat sebelumnya menyarankan tindakan operasi pengangkatan seluruh rahim serta kedua tuba falopi dan ovarium. Namun, setelah menjalani pengobatan yang terarah di rumah sakit kami, pasien hanya perlu pemasangan alat kontrasepsi dalam rahim (IUD) sebagai terapi, sehingga dapat menghindari operasi besar yang sebenarnya tidak diperlukan. Pasien kemudian dipulangkan dalam kondisi baik pada 30 Januari 2026, dan kembali memiliki harapan untuk menjalani kehidupan yang sehat dan aman.

Silakan unggah hasil USG transvaginal, pemeriksaan MRI/CT, hasil biopsi endometrium atau laporan patologi, serta hasil pemeriksaan NGS (subtipe molekuler, MSI, dan HER2). Tim dokter multidisiplin Kanker endometrium kami akan menyusun rencana awal pengobatan yang sesuai dengan kondisi pasien dalam waktu 48 jam. Rencana ini mencakup penilaian kemungkinan mempertahankan kesuburan serta strategi pengobatan untuk membantu menurunkan stadium tumor.

Pendaftaran Konsultasi

Kirim
Ikuti Kami
Pendaftaran Konsultasi
Kirim
Book Appt.
Call Us
Telephone
+62 811998896
+62 811188251