Jabatan:
Direktur Pusat Diagnosis dan Perawatan Presisi Onkologi Medis Foshan Chancheng
Gelar:
Kepala Dokter
· Faktor Pemicu Kanker
Infeksi Human Papillomavirus (HPV) merupakan penyebab utama kanker serviks.
Faktor risiko lain yang turut berkontribusi meliputi kebiasaan merokok, memiliki banyak pasangan seksual, memulai aktivitas seksual pada usia dini, riwayat kehamilan dan persalinan yang banyak (multiparitas), serta kondisi gangguan sistem kekebalan tubuh.
· Penjelasan Faktor Pemicu (Hubungan antara Faktor Risiko dan Kanker)
HPV, atau Human Papillomavirus, merupakan kelompok virus yang terdiri dari lebih dari 200 tipe yang telah teridentifikasi. Berdasarkan potensi karsinogeniknya, HPV dibagi menjadi dua kelompok utama: risiko tinggi dan risiko rendah. HPV risiko tinggi — seperti tipe 16 dan 18 — dapat menyebabkan neoplasma ganas, termasuk kanker serviks. Sementara itu, HPV werisiko rendah — seperti tipe 6 dan 11 — yang tidak bersifat karsinogenik.
Sebanyak 99,7% kasus kanker serviks disebabkan oleh infeksi persisten HPV risiko tinggi, menjadikan kanker serviks satu-satunya jenis kanker dengan keganasan yang memiliki etiologi yang jelas dan teridentifikasi. Dalam sebagian besar kasus, sistem imun tubuh mampu mengeliminasi infeksi HPV secara alami. Namun, pada sebagian kecil perempuan, infeksi HPV risiko tinggi dapat menyebabkan lesi prakanker pada serviks, yang seiring waktu dapat berkembang menjadi kanker serviks.
Cara Penularan HPV dan Kelompok Rentan Terinfeksi
Cara Penularan: HPV ditularkan melalui hubungan seksual (sexual contact) dan kontak langsung antara kulit dan mukosa (direct skin-to-mucosa or skin-to-skin contact). Virus ini dapat masuk ke dalam tubuh melalui luka mikrotrauma pada kulit atau mukosa, seperti akibat gesekan, lecet, atau peradangan. Infeksi HPV juga lebih mudah menyebabkan infeksi persisten dan menjadi kronis pada individu dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.
Kelompok Rentan Terinfeksi: HPV: Wanita yang memulai aktivitas seksual pada usia terlalu dini (di bawah 16 tahun); memiliki banyak pasangan seksual, melakukan hubungan seksual yang tidak aman, atau frekuensi hubungan seksual yang tinggi; Wanita pascamenopause; Wanita yang sering mengalami infeksi vagina (vaginitis) atau radang leher rahim (cervisitis); individu dengan daya tahan tubuh rendah (immunocompromised); perokok.
Karakteristik Virus HPV:
1. Tingkat infeksi tinggi, namun sebagian besar tidak menimbulkan penyakit
Sekitar 80% perempuan akan terinfeksi HPV setidaknya sekali seumur hidup. Namun, dalam banyak kasus, sistem kekebalan tubuh akan membersihkan virus dalam 1–2 tahun. Infeksi jangka pendek ini umumnya tidak menyebabkan perubahan pada serviks.
2. Tipe risiko tinggi yang perlu diwaspadai
Terdapat sekitar 14 tipe HPV risiko tinggi yang berkaitan erat dengan kanker serviks. Di antaranya, HPV tipe 16 dan 18 menyumbang lebih dari 70% kasus. Bila terdeteksi terinfeksi salah satu dari dua tipe ini, perlu dilakukan pemantauan dan pemeriksaan lebih lanjut.
3. Masa Inkubasi yang Panjang
Dari saat pertama kali terinfeksi hingga berkembang menjadi kanker, biasanya dibutuhkan waktu 5 hingga 20 tahun. Rentang waktu ini memberikan peluang yang baik untuk melakukan skrining dan intervensi dini.
4. Pria Juga Bisa Menjadi Pembawa
Sekitar 31% pria di seluruh dunia terinfeksi HPV. Infeksi ini dapat menyebabkan kutil kelamin atau kanker anus, serta dapat menularkan virus tersebut kepada pasangannya.
· Faktor Peningkat Risiko Infeksi HPV
Gangguan Sistem Imun
Individu dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah memiliki kemampuan lebih rendah untuk melawan infeksi HPV. Contohnya termasuk penderita HIV (Human Immunodeficiency Virus) serta penerima transplantasi organ yang mengonsumsi obat imunosupresan (immunosuppressive drugs)
Hubungan Seksual di Usia Dini dan Banyak Pasangan Seksual
Perempuan yang mulai aktif secara seksual sebelum usia 16–18 tahun memiliki risiko lebih tinggi terkena infeksi HPV dibandingkan dengan yang memulainya di usia lebih matang. Semakin banyak jumlah pasangan seksual, semakin tinggi pula risiko penularan HPV.
· Faktor yang Meningkatkan Risiko Terkena Kanker Serviks Setelah Terinfeksi HPV
Merokok
Semakin lama durasi merokok dan semakin banyak jumlah rokok yang dikonsumsi setiap harinya, semakin tinggi pula risiko berkembangnya kanker serviks setelah terinfeksi HPV. Risiko ini tidak hanya berlaku bagi perokok aktif, tetapi juga bagi mereka yang sering terpapar asap rokok (perokok pasif).
Riwayat banyak kehamilan & persalinan
Wanita dengan riwayat banyak kehamilan dan persalinan (multiparitas) memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker serviks setelah terinfeksi HPV.
Infeksi
Infeksi saluran reproduksi yang berlangsung lama, serta ketidakseimbangan flora normal vagina, juga dapat meningkatkan risiko berkembangnya kanker serviks.