Jalur diagnosis akurat kanker ovarium

Di Fosun Health, diagnosis kanker ovarium tidak hanya sekadar menemukan adanya benjolan, tetapi juga untuk memahami asal tumor, sejauh mana penyebarannya, serta karakteristik genetiknya. Tujuannya adalah menyusun rencana pengobatan yang tidak hanya berfokus pada pengendalian kanker, tetapi juga sebisa mungkin mempertahankan kesuburan, bentuk tubuh, dan kualitas hidup pasien di masa depan. Melalui alur diagnosis yang terintegrasi dan efisien, seluruh informasi penting ini dapat diperoleh dalam beberapa hari.

Langkah 1: Pemeriksaan Pencitraan Lanjutan

Kami menggunakan beberapa jenis pemeriksaan pencitraan untuk melihat kondisi ovarium, panggul, dan area perut secara lebih jelas:

•   USG transvaginal: Merupakan pemeriksaan utama untuk melihat kondisi ovarium, mendeteksi adanya benjolan, serta membantu membedakan kista jinak dan lesi yang dicurigai sebagai kanker.

•   CT scan kontras area perut dan panggul: Digunakan untuk menilai luas penyebaran penyakit, penyebaran ke lapisan perut (peritoneum), kelenjar getah bening, serta kemungkinan penyebaran ke hati dan paru-paru.

•   MRI panggul: Memberikan gambaran jaringan lunak yang lebih jelas untuk membantu membedakan tumor ovarium jinak dan ganas, serta menilai apakah kanker telah menyebar ke jaringan di sekitarnya.

Langkah 2: Pemeriksaan Darah dan Penilaian Risiko

•   CA125 dan HE4: Pemeriksaan darah CA125 dan HE4 dilakukan untuk membantu dokter menilai kemungkinan adanya kanker ovarium. Hasil pemeriksaan ini akan dikombinasikan dengan hasil USG atau CT scan agar diagnosis lebih akurat. Dokter juga dapat menggunakan ROMA Index untuk memperkirakan risiko apakah tumor ovarium bersifat ganas atau tidak.

•   Biopsi cair (liquid biopsy): Jika pengambilan jaringan tumor sulit dilakukan, pemeriksaan dapat dilakukan melalui sampel darah untuk mendeteksi DNA sel kanker yang beredar di dalam tubuh.

Langkah 3: Pemeriksaan Jaringan untuk Memastikan Diagnosis (Jika Diperlukan)

•   Biopsi dengan bantuan USG: Jika kanker dicurigai sudah menyebar atau kambuh, dokter akan mengambil sedikit sampel jaringan dengan bantuan USG agar prosesnya lebih tepat dan lebih nyaman bagi pasien.

•   Laparoskopi diagnostik: Pada kondisi tertentu, dokter dapat melakukan laparoskopi, yaitu prosedur operasi kecil dengan sayatan minimal untuk melihat langsung kondisi di dalam perut dan memeriksa apakah kanker telah menyebar. Pada saat yang sama, sampel jaringan juga dapat diambil untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Langkah 4: Menentukan Stadium dan Penyebaran Kanker

•   PET-CT: Pemeriksaan ini dilakukan untuk melihat apakah kanker telah menyebar ke organ lain, seperti hati, paru-paru, atau kelenjar getah bening yang jauh dari lokasi awal kanker.

•   Laparoskopi dan pemeriksaan cairan rongga perut: Pada kanker ovarium stadium awal, dokter dapat melakukan laparoskopi untuk melihat kondisi di dalam perut secara langsung dan mengambil cairan dari rongga perut untuk diperiksa. Pemeriksaan ini membantu menentukan stadium kanker dengan lebih tepat.

Langkah 5: Pemeriksaan Genetik dan Karakteristik Tumor

Melalui pemeriksaan NGS (Next-Generation Sequencing), dokter dapat menganalisis BRCA1/2, skor HRD (Homologous Recombination Deficiency), HER2, MSI/dMMR, TMB, fusi NTRK, serta lebih dari 300 gen yang berhubungan dengan kanker.

Pemeriksaan ini membantu dokter mengetahui jenis pengobatan yang paling sesuai untuk tumor pasien, termasuk terapi target, imunoterapi, atau pilihan uji klinis terbaru. Hasil pemeriksaan juga membantu menilai apakah tumor kemungkinan akan merespons obat tertentu, seperti PARP inhibitor (olaparib, niraparib, fluzoparib) atau terapi anti-HER2. Dengan pendekatan ini, pengobatan dapat disesuaikan dengan kondisi dan karakteristik tumor setiap pasien, sehingga terapi menjadi lebih tepat dan tidak menggunakan satu metode yang sama untuk semua pasien.

Pendaftaran Konsultasi

Kirim
Ikuti Kami
Pendaftaran Konsultasi
Kirim
Book Appt.
Call Us
Telephone
+62 811998896
+62 811188251