Kanker paru-paru adalah penyakit kanker yang berasal dari jaringan paru-paru. Pada tahap awal, penyakit ini sering tidak menimbulkan gejala, sehingga banyak orang tidak menyadarinya. Namun, jika terdeteksi lebih dini dan ditangani dengan tepat, kanker paru dapat disembuhkan atau dikendalikan dalam jangka panjang.
Di seluruh dunia, terdapat sekitar 2,2 juta kasus baru setiap tahun. Sekitar 70% pasien baru mengetahui penyakitnya saat sudah berada pada stadium lanjut. Oleh karena itu, pemeriksaan dan pengobatan sejak dini sangat penting untuk meningkatkan peluang kesembuhan.
Di Tiongkok, jumlah kasus baru mencapai sekitar 800.000 per tahun, atau hampir sepertiga dari total kasus di dunia. Banyaknya kasus yang ditangani membuat tenaga medis memiliki pengalaman yang luas dalam memberikan pengobatan yang tepat dan sesuai dengan kondisi masing-masing pasien. Hal ini sejalan dengan prinsip: “Semakin banyak pengalaman, semakin tepat pengobatan yang diberikan.”
Penanganan kanker paru-paru umumnya meliputi operasi, pengobatan dengan obat, dan radioterapi. Namun, setiap rumah sakit memiliki pendekatan dan keunggulan yang berbeda. Di Fosun Health, penanganan dilakukan secara menyeluruh dan terintegrasi, sehingga setiap pasien mendapatkan perawatan yang sesuai dengan kondisinya.

Berikut adalah beberapa keunggulan dalam penanganan kanker paru-paru di Fosun Health, yang menjadi alasan banyak pasien memilih layanan ini:
"Tumor di paru-paru bergerak saat kita bernapas. Bagaimana pengobatan bisa tepat tanpa merusak paru yang sehat?
Tantangan: Tumor paru-paru dapat bergerak mengikuti napas hingga sekitar 2 cm. Pada radioterapi biasa, area penyinaran sering diperluas agar tumor tetap terkena, tetapi hal ini bisa ikut mengenai jaringan paru yang sehat.

Solusi dari kami: Menggunakan teknologi M6 CyberKnife (radioterapi robotik) yang dilengkapi sistem pelacakan pernapasan secara langsung. Alat ini dapat mengikuti pergerakan tumor dan menargetkannya dengan sangat tepat, dengan tingkat ketelitian tinggi, tanpa perlu memperluas area penyinaran.
Dengan pengalaman lebih dari 25 tahun dalam penanganan tumor paru-paru:
• Stadium awal atau penyebaran terbatas: Dapat ditangani dalam 1–5 kali terapi tanpa operasi, tanpa anestesi, dan tanpa sayatan.
• Pasien yang tidak bisa menjalani operasi: Terapi ini dapat menjadi pilihan pengobatan yang bertujuan untuk menyembuhkan, bukan hanya meredakan gejala.
• Tumor dekat organ penting (seperti jantung, saluran napas, atau tulang belakang): Radiasi difokuskan langsung ke tumor sehingga jaringan di sekitarnya tetap aman.
Manfaat bagi pasien: Bagi pasien yang tidak memungkinkan menjalani operasi, terapi ini menjadi pilihan pengobatan tanpa tindakan bedah, tanpa anestesi, dan dengan ketepatan tinggi, sehingga jaringan paru yang sehat tetap terjaga dan fungsi pernapasan tetap baik.
“Jika saya tidak bisa dioperasi, apakah masih ada pilihan pengobatan?”
Tantangan: Pada beberapa pasien, operasi tidak dapat dilakukan karena kondisi tubuh atau stadium kanker yang sudah lanjut. Pengobatan dengan obat saja terkadang belum cukup efektif. Namun, dalam beberapa kasus, tumor masih bisa diperkecil terlebih dahulu agar nantinya memungkinkan untuk dilakukan operasi.
Solusi dari kami: Menggunakan berbagai prosedur intervensi yang dilakukan melalui jarum atau kateter, tanpa perlu operasi besar (tanpa membuka dada).
Terapi langsung untuk menghancurkan tumor:
• Ablasi panas atau pembekuan (radiofrekuensi, gelombang mikro, atau krioterapi): Dilakukan dengan bantuan CT scan menggunakan jarum tipis untuk menghancurkan tumor secara tepat, tanpa merusak jaringan sehat di sekitarnya. Metode pembekuan juga dapat membantu mengurangi nyeri, terutama pada kasus penyebaran ke tulang.
• Implantasi Iodium-125 (biji radioaktif): Biji kecil ditanam langsung di area tumor untuk memberikan radiasi secara terus-menerus selama beberapa bulan, tanpa perlu sering datang ke rumah sakit.
• Terapi panas (hipertermia): Menggunakan suhu terkontrol untuk melemahkan sel kanker dan meningkatkan efektivitas kemoterapi atau radioterapi.
Terapi untuk mengecilkan tumor:
• Kemoterapi melalui pembuluh darah tumor: Obat diberikan langsung ke pembuluh darah yang menuju tumor, sehingga bekerja lebih efektif dengan efek samping yang lebih ringan.
• Embolisasi (D-TACE): Menghambat aliran darah ke tumor sekaligus memberikan obat kemoterapi untuk membantu menghancurkan sel kanker.
• Pemberian obat langsung ke area tumor: Dilakukan untuk meningkatkan efektivitas pengobatan pada tumor di bagian dada.
Setelah 1–3 kali tindakan minimal invasif, ukuran tumor sering kali mengecil. Hal ini dapat membuka peluang bagi pasien yang sebelumnya tidak dapat dioperasi untuk menjadi kandidat operasi.
Manfaat bagi pasien: Kondisi “tidak dapat dioperasi” bukan berarti tidak ada harapan. Dengan berbagai pilihan terapi ini, pasien memiliki lebih banyak pilihan pengobatan dan peluang yang lebih besar untuk mendapatkan hasil yang lebih baik.
“Jika harus operasi, apakah hanya bagian yang sakit saja yang diangkat?”
Tantangan: Pada operasi biasa, bagian paru yang diangkat sering kali cukup besar. Hal ini bisa memengaruhi fungsi pernapasan setelah operasi.
Solusi: Dengan bantuan teknologi robot, operasi dapat dilakukan dengan lebih tepat dan hati-hati. Dokter dapat melihat area operasi dengan tampilan 3D yang jelas dan menggunakan alat yang stabil untuk bekerja di area paru yang sensitif. Dengan cara ini, dokter hanya mengangkat bagian paru yang terkena penyakit, sementara bagian paru yang sehat tetap dipertahankan sebanyak mungkin.
Manfaat bagi pasien: Tumor dapat diangkat dengan baik, tetapi fungsi paru tetap terjaga, sehingga pasien tetap dapat bernapas dengan nyaman setelah operasi.
“Jika obat yang digunakan sudah tidak bekerja, apa pilihan selanjutnya?”
Tantangan: Pada terapi target, obat dapat berhenti bekerja setelah beberapa waktu (terjadi resistensi). Di banyak tempat, pilihan obat berikutnya sering terbatas atau membutuhkan waktu lama untuk tersedia.
Solusi: Tersedia berbagai pilihan terapi lanjutan yang lebih cepat diakses, termasuk obat generasi terbaru dan kombinasi terapi yang sudah digunakan dalam praktik klinis. Dokter akan menyesuaikan pilihan obat berdasarkan hasil pemeriksaan genetik tumor dan pengalaman dalam menangani kasus yang serupa.
Manfaat bagi pasien: Pengobatan dapat lebih cepat disesuaikan dengan kondisi tumor, sehingga pasien memiliki peluang lebih besar untuk mendapatkan terapi yang tepat dan efektif.
Jika pengobatan standar sudah tidak memberikan hasil yang optimal, pasien masih memiliki pilihan melalui uji klinis. Di Tiongkok, beberapa uji klinis tersedia lebih cepat dibandingkan di negara lain. Melalui pemeriksaan genetik (NGS), dokter dapat mencocokkan kondisi tumor pasien dengan jenis uji klinis yang sesuai. Seluruh proses dilakukan dengan pengawasan dokter dan mengikuti standar keamanan serta etika medis.
Pengobatan tradisional Tiongkok dapat digunakan sebagai pendamping terapi utama. Tujuannya adalah membantu mengurangi efek samping, seperti mual, muntah, kelelahan, serta menjaga kondisi tubuh selama pengobatan. Selain itu, terapi tambahan seperti akupunktur juga dapat membantu meredakan nyeri, mual, dan rasa lelah, sehingga pasien dapat menjalani pengobatan dengan lebih nyaman.
Setiap pasien kanker paru-paru akan ditangani oleh tim dokter dari berbagai bidang, seperti dokter bedah, dokter kanker (onkologi), radioterapi, radiologi, dan patologi. Tim dokter ini akan bersama-sama mempelajari kondisi pasien secara menyeluruh. Setelah semua data medis lengkap, diskusi tim biasanya dilakukan dalam waktu sekitar 48 jam untuk menentukan rencana pengobatan yang paling tepat. Dengan cara ini, keputusan pengobatan tidak hanya berasal dari satu dokter, tetapi merupakan hasil kerja sama beberapa ahli. Hal ini membantu memastikan pasien mendapatkan penanganan yang lebih tepat, aman, dan sesuai dengan kebutuhannya.
Anda dapat mengirimkan data medis, seperti hasil CT atau MRI, laporan PET-CT, hasil pemeriksaan patologi, serta hasil tes genetik (NGS).
Kasus Pasien
Kasus Pasien 1:
Seorang pasien pria berusia 65 tahun didiagnosis menderita kanker esofagus yang telah bermetastasis ke paru-paru. Karena memiliki penyakit penyerta, pasien menolak menjalani operasi.
Setelah evaluasi menyeluruh, Direktur Lu merekomendasikan radioterapi stereotaktik CyberKnife (SBRT) sebagai alternatif pengobatan. Pasien menjalani satu siklus terapi dengan dosis 11 Gy per sesi, sebanyak total lima sesi (11 Gy × 5 fraksi).
- Dosis resep: 11 Gy × 5F
- Garis isodosis resep: 63%
Rencana Terapi Radiasi:

Rencana Radioterapi CyberKnife Pasien
Setelah hanya lima sesi pengobatan, kondisi klinis pasien menunjukkan perbaikan yang signifikan. Pemeriksaan lanjutan satu bulan setelah radioterapi menunjukkan bahwa lesi paru-paru yang sebelumnya ada telah menghilang sepenuhnya.

Sebelum & Sesudah Radioterapi
Kasus Pasien 2:
Tn. Li (nama samaran), seorang pria berusia 71 tahun, menjalani CT scan dada karena batuk yang terus-menerus dan didiagnosis memiliki tumor paru kanan. Pemeriksaan PET-CT selanjutnya menunjukkan kanker paru tipe sentral di lobus atas paru kanan, dengan metastasis pada kedua hilus paru dan mediastinum. Pemeriksaan patologi mengonfirmasi diagnosis kanker paru non-sel kecil (NSCLC).

Dokter sedang berdiskusi dengan pasien
Setelah mempertimbangkan berbagai pilihan dengan hati-hati, Tn. Li memutuskan untuk menjalani terapi CyberKnife. Proses pengobatan CyberKnife berjalan dengan lancar dan beliau hanya mengalami efek samping yang minimal. Tidak lama setelah terapi, batuknya sempat memburuk sementara, namun cepat membaik dengan kombinasi terapi steroid dan antibiotik. Setelah kembali ke rumah, beliau melanjutkan terapi target selama sekitar satu bulan, tetapi karena efek samping yang berat, terapi tersebut dihentikan dan diganti dengan pengobatan tradisional Tiongkok untuk perawatan lanjutan.

Rencana Pengobatan CyberKnife Tahun 2019
Baik tumor paru kanan maupun kelenjar getah bening metastatik diterapi menggunakan CyberKnife — awalnya dengan lima berkas radiasi besar, kemudian dilanjutkan dengan empat berkas radiasi kecil yang lebih terfokus. Setelah pengobatan, Tn. Li hanya mengalami batuk ringan.
Tindak Lanjut Juni 2021:
Pemeriksaan PET-CT lanjutan menunjukkan bahwa nodul tidak beraturan di dekat hilus kanan atas menjadi samar, disertai garis-garis fibrosis padat yang tampak jelas pada pencitraan, dengan aktivitas metabolik yang sangat rendah. Temuan ini menunjukkan bahwa tumor telah mengalami nekrosis total — dan metastasis kelenjar getah bening juga telah menghilang sepenuhnya.
Tim dokter kanker paru dari Fosun Health akan meninjau seluruh data tersebut dan memberikan rencana awal pengobatan yang sesuai dengan kondisi Anda dalam waktu sekitar 48 jam.