Di Fosun Health, proses diagnosis tidak hanya untuk menemukan adanya tumor, tetapi juga untuk memahami kondisi tumor secara lebih detail. Hal ini penting agar dokter dapat menentukan pengobatan yang paling tepat sesuai dengan kondisi pasien. Dengan sistem diagnosis yang efisien, hasil pemeriksaan dapat diperoleh dalam beberapa hari, sehingga pengobatan dapat segera dimulai tanpa harus menunggu terlalu lama.
Pemeriksaan ini cepat dan tidak menimbulkan rasa nyeri, CT scan dapat menemukan benjolan kecil di paru-paru, bahkan sebelum muncul gejala.
Pemerikasaan ini dilakukan untuk memastikan apakah jaringan yang ditemukan merupakan kanker atau bukan melalui pemeriksaan laboratorium.
· EBUS-TBNA bronkoskopi dengan bantuan ultrasound: Pemeriksaan ini menggunakan alat khusus yang dimasukkan melalui saluran pernapasan untuk mengambil sampel dari kelenjar getah bening. Prosedur ini tidak memerlukan sayatan pada tubuh.
· Biopsi jarum dengan panduan CT: Dokter menggunakan jarum tipis yang diarahkan dengan bantuan CT scan untuk mengambil sampel dari bagian paru-paru yang dicurigai. Prosedur ini dilakukan dengan tepat dan minim risiko.
· Biopsi cair (liquid biopsy): Jika pengambilan jaringan sulit dilakukan, pemeriksaan dapat dilakukan melalui tes darah. Tes ini bertujuan untuk mendeteksi materi genetik tumor yang beredar di dalam darah.
· PET-CT: Pemeriksaan ini membantu melihat seberapa aktif tumor dan apakah kanker sudah menyebar ke kelenjar getah bening, tulang, atau organ lain.
· MRI otak & pemindaian tulang: Pemeriksaan ini dilakukan untuk memastikan apakah kanker telah menyebar ke otak atau tulang, sehingga dokter dapat menentukan stadium penyakit dengan lebih tepat.
Melalui pemeriksaan genetik menggunakan teknologi NGS (Next-Generation Sequencing), dokter dapat menganalisis lebih dari 300 gen yang berkaitan dengan kanker. Pemeriksaan ini bertujuan untuk mengetahui adanya perubahan gen tertentu (seperti EGFR, ALK, ROS1, MET, KRAS, dan lainnya) yang memengaruhi pertumbuhan tumor. Hasil pemeriksaan ini membantu dokter menentukan jenis pengobatan yang paling sesuai, termasuk terapi target atau imunoterapi. Dengan demikian, pengobatan dapat disesuaikan dengan kondisi tumor masing-masing pasien, sehingga lebih tepat dan efektif dibandingkan penggunaan satu jenis terapi untuk semua pasien.