Pituitary tumor berasal dari kelenjar pituitari, yaitu “pusat pengatur utama hormon dalam tubuh” seukuran kacang polong yang terletak di dasar otak. Hampir semua tumor ini bersifat jinak, tetapi gangguan pada produksi hormon serta efek penekanan pada jaringan di sekitarnya dapat menyebabkan gangguan fungsi yang serius.
Sebagian besar kasus ditemukan pada usia 30–50 tahun, dan sering baru terdiagnosis setelah mengalami perubahan hormon yang tidak jelas penyebabnya selama bertahun-tahun, atau setelah terjadi penurunan penglihatan yang semakin memburuk. Di Tiongkok, jumlah pasien tumor hipofisis cukup besar dan terus meningkat, sehingga pusat bedah hipofisis dengan volume tinggi memiliki pengalaman yang sangat luas dalam penanganannya. Di Fosun Health: “semakin banyak kasus yang ditangani, semakin tepat kami dalam membantu memulihkan hormon, penglihatan, dan fungsi wajah pasien.”
Setiap pusat penanganan tumor hipofisis dapat melakukan operasi transsfenoidal. Namun, berikut adalah keunggulan yang membedakan Fosun Health:
“Apakah wajah saya harus menjalani tindakan pembedahan? Jika tumornya masih kecil dan saya tidak ingin menjalani operasi, apakah ada pilihan pengobatan yang tidak memerlukan tindakan bedah?”
Tantangan: Banyak pasien merasa khawatir terhadap operasi karena takut terhadap risiko perubahan penampilan, gangguan penciuman, atau kebocoran cairan serebrospinal (cairan otak). Saat ini, operasi endoskopi modern untuk tumor hipofisis dilakukan melalui rongga hidung sehingga tidak meninggalkan bekas luka di wajah. Namun, prosedur ini tetap memerlukan pembedahan dan anestesi. Selain itu, sebagian pasien memiliki kondisi kesehatan yang tidak memungkinkan untuk menjalani operasi, atau lebih memilih terapi non-invasif untuk tumor yang berukuran kecil.
Solusi dari kami: Kami menyediakan dua pilihan terapi tanpa sayatan pada wajah yang dapat disesuaikan dengan ukuran dan jenis tumor, kondisi kesehatan pasien, serta preferensi masing-masing pasien.
• Pendekatan endoskopi endonasal penuh: Operasi dilakukan menggunakan endoskop berdiameter 4 mm yang dimasukkan melalui rongga hidung, sehingga tidak memerlukan sayatan pada wajah dan tidak meninggalkan bekas luka di bagian luar tubuh. Metode ini memberikan tampilan yang jelas dan detail selama operasi, dengan masa rawat inap umumnya sekitar 3–5 hari.
• Bantuan robotik untuk tumor besar dan kompleks: Teknologi robotik menyediakan tampilan 3D yang diperbesar, instrumen yang lebih stabil, serta sistem navigasi yang lebih akurat. Hal ini membantu dokter melakukan tindakan dengan ketelitian sangat tinggi pada area di sekitar sinus kavernosus dan arteri karotis, yang merupakan struktur penting di dasar otak.
• Pencegahan kebocoran cairan serebrospinal: Untuk mencegah kebocoran cairan otak (cairan serebrospinal), digunakan teknik rekonstruksi dengan flap septum hidung berpembuluh darah (flap Hadad-Bassagasteguy), yang memiliki tingkat keberhasilan penutupan lebih dari 95%.
• Untuk adenoma nonfungsional berukuran kecil: CyberKnife memberikan radiasi dengan ketepatan sangat tinggi (hingga 0,1 mm) dalam 1–3 sesi pengobatan. Metode ini memungkinkan radiasi difokuskan pada tumor sekaligus meminimalkan paparan pada saraf penglihatan, kiasma optikum, dan jaringan hipofisis yang sehat. Tingkat keberhasilan pengendalian tumor dalam jangka panjang mencapai lebih dari 90%. Prosedur ini tidak memerlukan sayatan, anestesi, maupun perawatan di ruang pemulihan.
• Untuk mikroadenoma fungsional: Pada kasus prolaktinoma serta tumor penghasil hormon pertumbuhan (GH) atau ACTH yang memenuhi kriteria tertentu, CyberKnife dapat membantu mencapai normalisasi kadar hormon (remisi biokimia) tanpa operasi atau penggunaan obat dalam jangka panjang.
• Untuk pasien yang tidak dapat menjalani operasi: CyberKnife merupakan pilihan yang ideal bagi pasien lanjut usia, memiliki penyakit penyerta yang berat, atau menolak operasi. Terapi dilakukan menggunakan masker termoplastik untuk memposisikan kepala secara presisi selama penyinaran, tanpa tindakan pembedahan.
Yang perlu di ketahui: Baik memilih operasi melalui hidung tanpa bekas luka maupun terapi radiasi yang sepenuhnya non-invasif menggunakan CyberKnife melalui masker termoplastik, wajah Anda tetap tidak mengalami sayatan. Kami memilih metode yang paling sesuai berdasarkan karakteristik tumor dan kenyamanan pasien.
“Tumor saya sudah menyebar ke sinus kavernosus dan mengelilingi arteri karotis. Dua dokter bedah mengatakan bahwa operasi tidak lagi memungkinkan. Apakah ini berarti tidak ada lagi pilihan pengobatan?”
Tantangan: Pituitary tumor sering tumbuh ke arah samping hingga mencapai sinus kavernosus dan mengelilingi arteri karotis interna. Jika operasi dilakukan terlalu agresif untuk mengangkat seluruh tumor, risikonya dapat berupa stroke, perdarahan berat yang mengancam jiwa, atau kerusakan saraf kranial yang menyebabkan penglihatan ganda dan kelopak mata turun. Karena itu, banyak pasien hanya menjalani pengangkatan sebagian tumor dan masih memiliki sisa tumor setelah operasi.
Solusi dari kami: Operasi endoskopi untuk mengurangi tekanan yang dikombinasikan dengan CyberKnife untuk menangani invasi ke sinus kavernosus
• Dekompresi endoskopi yang aman: Kami secara sengaja menerapkan strategi pengangkatan tumor secara konservatif melalui endoskopi, yaitu menghilangkan tekanan pada kiasma optikum dan batang otak, sambil mempertahankan bagian tumor di sinus kavernosus yang menempel erat pada dinding arteri karotis. Dengan pendekatan ini, risiko stroke dan cedera saraf kranial dapat dihindari.
• CyberKnife M6 untuk sisa tumor di sinus kavernosus: Beberapa minggu setelah operasi, CyberKnife dengan ketepatan submilimeter (0,1 mm) digunakan untuk menargetkan sisa tumor di sinus kavernosus. Radiasi difokuskan pada tumor yang berada di sekitar arteri karotis, sementara dinding pembuluh darah tetap menerima dosis yang aman. Tingkat pengendalian tumor pada sisa lesi di sinus kavernosus mencapai lebih dari 90%.
• Evaluasi pembuluh darah dengan DSA: Pemeriksaan 3D-DSA dan Balloon Occlusion Test dilakukan sebelum tindakan untuk menentukan secara akurat tingkat pembungkusan arteri karotis oleh tumor, sehingga dapat menjadi panduan dalam menentukan batas operasi dan terapi radiosurgery.
Yang perlu di ketahui: Tumor yang menempel atau mengelilingi arteri karotis bukan berarti pengobatan tidak lagi memungkinkan. Bagian tumor yang aman dapat diangkat melalui operasi, sedangkan bagian yang harus dipertahankan demi keamanan pasien dapat ditangani dengan terapi radiasi presisi. Pendekatan ini membantu melindungi aliran darah ke otak dan saraf yang mengontrol pergerakan mata.
“Tumor hipofisis saya tumbuh kembali setelah operasi. Saya tidak sanggup menjalani operasi transsfenoidal lagi. Apakah ada pilihan pengobatan yang tidak memerlukan pembedahan?”
Tantangan: Tumor hipofisis yang tersisa atau tumbuh kembali setelah pengobatan, baik yang menghasilkan hormon maupun yang tidak, sering berada sangat dekat dengan struktur penting seperti saraf penglihatan, hipotalamus, dan arteri karotis. Karena itu, operasi ulang memiliki risiko yang lebih tinggi, seperti kebocoran cairan otak (cairan serebrospinal), gangguan fungsi kelenjar hipofisis, atau cedera pembuluh darah. Akibatnya, sebagian pasien memilih menahan gejala dan gangguan hormon yang berkepanjangan daripada menjalani operasi kedua.
Solusi dari kami: CyberKnife M6 sebagai terapi non-invasif untuk tumor yang tersisa atau kambuh
• Untuk tumor nonfungsional yang tersisa atau kambuh: CyberKnife mengarahkan radiasi secara sangat tepat ke area tumor, sambil melindungi saraf penglihatan, kiasma optikum, dan hipotalamus. Tingkat pengendalian tumor dalam jangka panjang sebanding atau bahkan lebih baik dibandingkan operasi ulang, dengan risiko kebocoran cairan otak yang sangat rendah.
• Untuk tumor fungsional yang kambuh (prolaktinoma, tumor penghasil GH, atau ACTH): Pada pasien yang memenuhi kriteria tertentu, CyberKnife dapat membantu menormalkan kembali kadar hormon, seperti prolaktin, hormon pertumbuhan (GH), atau kortisol, tanpa perlu operasi ulang maupun penggunaan obat dosis tinggi dalam jangka panjang.
• Untuk pasien yang tidak dapat menjalani operasi: Bagi pasien lanjut usia, memiliki penyakit penyerta yang berat, atau memilih untuk tidak menjalani operasi ulang, CyberKnife dapat digunakan sebagai terapi utama maupun terapi lanjutan untuk membantu mengendalikan pertumbuhan tumor dan produksi hormon yang berlebihan, tanpa memerlukan anestesi.
• Menjaga fungsi kelenjar hipofisis: Perencanaan dosis radiasi dilakukan secara hati-hati untuk melindungi jaringan hipofisis yang masih sehat dan hipotalamus. Tujuannya adalah mengurangi risiko gangguan fungsi hormon setelah terapi serta mempertahankan hormon-hormon penting yang dibutuhkan tubuh.
Yang perlu diketahui: Kekambuhan tumor tidak selalu berarti Anda harus menjalani operasi transsfenoidal untuk kedua kalinya. CyberKnife dapat membantu mengendalikan tumor yang kambuh, menormalkan kadar hormon, dan mengurangi risiko yang terkait dengan operasi ulang, tanpa memerlukan tindakan pembedahan.
“Saya mengalami akromegali dan tangan serta kaki saya terus membesar. Atau kadar prolaktin saya sangat tinggi sehingga sulit hamil. Atau saya menderita penyakit Cushing dan kondisi tubuh saya semakin memburuk. Apakah ada cara untuk memulihkan keseimbangan hormon, bukan hanya mengangkat tumornya?”
Tantangan: Pituitary tumor pada dasarnya merupakan penyakit yang berkaitan dengan sistem hormon tubuh. Mengangkat tumor hanyalah sebagian dari proses pengobatan, sedangkan tujuan utamanya adalah mengembalikan keseimbangan hormon. Banyak pusat medis memiliki keahlian dalam pembedahan, tetapi sebagian pasien masih mengalami kadar hormon pertumbuhan yang tinggi (akromegali), kadar prolaktin yang tetap meningkat, atau kekurangan hormon setelah pengobatan.
Solusi kami: Penanganan terpadu oleh tim ahli endokrinologi dan multidisiplin
Perawatan dilakukan secara menyeluruh melalui kombinasi operasi, terapi obat, radioterapi, dan rehabilitasi yang disesuaikan dengan kondisi setiap pasien.
• Prolaktinoma: obat sebagai pilihan utama, operasi atau radioterapi dipilih sesuai kebutuhan.
• Obat golongan agonis dopamin seperti kabergolin atau bromokriptin menjadi terapi lini pertama. Pada pasien yang tidak memberikan respons yang memadai atau tidak dapat mentoleransi obat, tersedia pilihan operasi endoskopi atau CyberKnife yang dipilih berdasarkan kondisi masing-masing pasien.
• Tumor penghasil hormon pertumbuhan (GH): pengendalian hormon dengan berbagai metode terapi
• Penanganan dapat meliputi operasi endoskopi, CyberKnife untuk sisa tumor, serta obat seperti analog somatostatin (lanreotide atau oktreotide) maupun antagonis reseptor GH (pegvisomant) pada penyakit yang masih aktif. Tujuan utamanya adalah menormalkan kadar IGF-1.
• Tumor penghasil ACTH (penyakit Cushing): penanganan yang terencana dan menyeluruh
• Pada tumor yang terlihat jelas, pengangkatan dilakukan melalui operasi endoskopi. CyberKnife dapat digunakan untuk mikroadenoma ACTH yang sulit terlihat pada MRI atau yang melibatkan lapisan pelindung otak (dura mater). Jika diperlukan, pengangkatan kedua kelenjar adrenal dapat menjadi pilihan terakhir. Setiap keputusan terapi ditentukan secara bersama oleh tim multidisiplin.
• Penanganan kekurangan hormon setelah pengobatan:
• Tim endokrinologi menyediakan terapi penggantian hormon yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pasien, seperti hidrokortison, levotiroksin, testosteron atau estrogen, serta hormon pertumbuhan. Kondisi pasien dipantau secara berkala agar pengobatan dapat disesuaikan dari waktu ke waktu.
• Pendekatan integratif dengan pengobatan tradisional Tiongkok:
• Formula herbal berbasis bukti digunakan untuk membantu pemulihan keseimbangan hormon setelah terapi, mengurangi efek samping obat, serta membantu mengatasi gejala akibat kelebihan hormon, seperti gangguan tidur, pembengkakan, dan gangguan metabolisme, maupun gejala akibat kekurangan hormon, seperti mudah lelah, mudah merasa dingin, dan perubahan suasana hati.
Yang perlu diketahui: Perawatan kami tidak berhenti setelah tumor ditangani. Kami terus memantau perkembangan tumor, mengendalikan kadar hormon, menjaga fungsi jaringan hipofisis yang masih sehat, dan membantu memulihkan keseimbangan tubuh secara menyeluruh. Seluruh proses ini didampingi oleh tim ahli endokrinologi yang berpengalaman dalam menangani ribuan pasien tumor hipofisis setiap tahunnya.
Ketika pilihan pengobatan standar sudah tidak lagi efektif, terutama pada kasus adenoma hipofisis yang agresif atau kanker hipofisis, kami dapat memberikan akses ke berbagai uji klinis fase III yang tersedia di Tiongkok. Pilihan ini mencakup obat target generasi baru, seperti temozolomide untuk varian tumor yang agresif, inhibitor mTOR dan EGFR, serta protokol radiosurgery generasi terbaru yang umumnya dapat diakses 3–5 tahun lebih awal. Seluruh proses dilakukan dengan persetujuan etik yang ketat dan pengawasan medis secara menyeluruh.
Pengobatan tradisional Tiongkok digunakan bersama terapi utama untuk membantu menjaga fungsi hormon dan sistem saraf selama proses pengobatan:
• Mengurangi efek samping terapi: Membantu mengatasi kelelahan setelah operasi, menjaga kestabilan kadar hormon, mengurangi efek samping obat, serta mendukung pemulihan fungsi kelenjar hipofisis setelah operasi atau radioterapi.
• Mendukung efektivitas pengobatan: Formula herbal yang dipilih secara khusus berpotensi membantu meningkatkan toleransi terhadap pengobatan dan mendukung pemulihan fungsi sistem neuroendokrin.
Tujuan: Membantu memulihkan keseimbangan hormon, menjaga fungsi penglihatan, serta mempertahankan kesehatan dan kualitas hidup, sehingga pasien dapat tetap menjalani aktivitas sehari-hari dengan baik setelah tumor berhasil dikendalikan.
Setiap kasus Pituitary tumor ditinjau bersama oleh tim multidisiplin yang terdiri dari ahli bedah saraf (operasi endoskopi transsfenoidal), dokter onkologi radiasi (CyberKnife SRS), ahli endokrinologi, neuro-oftalmologi, neuroradiologi, dan spesialis intervensi saraf (evaluasi pembuluh darah). Penentuan terapi tumor hipofisis memiliki tingkat kompleksitas yang tinggi, seperti menentukan apakah tumor bersifat fungsional atau nonfungsional, memilih terapi yang paling sesuai antara obat, operasi, atau radiosurgery, menyeimbangkan luas pengangkatan tumor dengan perlindungan arteri karotis, serta merencanakan pemantauan hormon jangka panjang.
Rapat MDT dilaksanakan dalam waktu 48 jam. Rencana terapi disusun berdasarkan kesepakatan para ahli dengan mempertimbangkan ukuran tumor, profil hormon, kondisi penglihatan, tingkat keterlibatan sinus kavernosus, serta kebutuhan dan prioritas pasien.
kasus pasien
Diagnosis: Tumor hipofisis invasif.
Pengobatan: Dilakukan terapi CyberKnife dalam dua tahap. Melalui teknik khusus dalam perencanaan terapi ini, tumor dapat menerima dosis radiasi yang tinggi, sementara saraf optik kiri dan kiasma optikum (persilangan saraf optik) hanya menerima dosis yang sangat rendah, sehingga penglihatan pasien tetap terjaga dan tidak terpengaruh.

Setelah terapi CyberKnife tahap pertama, pasien menjalani pengobatan dengan Sandostatin LAR sebanyak dua kali. Pemeriksaan MRI enam bulan kemudian menunjukkan bahwa ukuran tumor telah menyusut secara signifikan. Kadar gula darah, tekanan darah, dan hormon pertumbuhan pasien pada dasarnya telah kembali normal. Penglihatan pasien tidak mengalami gangguan, sakit kepala yang sebelumnya dirasakan telah hilang, dan kondisi mental maupun kualitas hidup pasien sangat baik.
Pada tahap kedua, pasien kembali menjalani terapi CyberKnife. Setelah menjalani pengobatan, pasien tidak mengalami keluhan maupun efek samping yang signifikan. Kondisinya stabil sehingga dapat dipulangkan dengan baik, dan selanjutnya menjalani pemeriksaan serta pemantauan rutin untuk mengevaluasi perkembangan kesehatannya.
Unggah MRI hipofisis dengan kontras, hasil pemeriksaan hormon lengkap, laporan pemeriksaan lapang pandang, serta catatan operasi sebelumnya (jika ada). Tim ahli MDT tumor hipofisis dari Fosun Health akan melakukan evaluasi menyeluruh dan memberikan rencana diagnosis serta pengobatan awal yang dipersonalisasi dalam waktu 48 jam, mencakup kelayakan untuk operasi endoskopi, pilihan CyberKnife SRS, dan strategi pemulihan fungsi endokrin.