Kanker Ginjal

Ikhtisar Penyakit Ginjal

Kanker ginjal berasal dari sel di tubulus ginjal dan sering disebut sebagai “kanker diam” karena pada tahap awal biasanya tidak menimbulkan gejala yang jelas. Namun, jika ditemukan sejak dini, peluang kesembuhannya sangat tinggi.

Secara global, terdapat lebih dari 430.000 kasus baru setiap tahun. Karena perkembangannya sering tidak terasa pada awalnya, banyak pasien baru terdiagnosis saat sudah memasuki stadium menengah atau lanjut. Meski demikian, deteksi dan pengobatan lebih awal tetap dapat memberikan hasil yang sangat baik, sehingga pemeriksaan rutin seperti USG sangat dianjurkan.

Di Tiongkok, terdapat lebih dari 78.000 kasus baru setiap tahun, menjadikannya negara dengan jumlah kasus kanker ginjal terbanyak di dunia. Di Fosun Health, tingginya jumlah kasus memberikan pengalaman klinis yang luas bagi tim dokter, sehingga penanganan dapat dilakukan secara menyeluruh, mulai dari diagnosis dini dengan pencitraan, operasi minimal invasif untuk mempertahankan ginjal, hingga terapi target dan imunoterapi.

Mengapa Memilih Fosun Health?

Setiap program penanganan kanker ginjal mencakup operasi, terapi target, dan imunoterapi. Berikut keunggulan yang membedakan Fosun Health:

Keunggulan 1: Menjaga Ginjal, Operasi dan Ablasi

"Ditemukan tumor di ginjal saya. Apakah harus mengangkat seluruh ginjal? Bagaimana jika ginjal yang lain nanti bermasalah?"

Tantangan: Ginjal bukan organ yang bisa dengan mudah dihilangkan. Penyakit seperti gagal ginjal kronis, hipertensi, diabetes, dan proses penuaan terus mengancam fungsi ginjal yang tersisa. Hilangnya jaringan ginjal dapat mempercepat terjadinya gagal ginjal, ketergantungan pada cuci darah, serta meningkatkan risiko penyakit jantung dan pembuluh darah. Namun, banyak pasien diberitahu bahwa “demi keamanan harus mengangkat seluruh ginjal”, meskipun tumor masih kecil dan berada di bagian tepi ginjal.

Solusi dari kami: Terapi dilakukan dengan pendekatan menjaga jaringan ginjal, yaitu mengangkat tumor sambil mempertahankan sebanyak mungkin fungsi ginjal yang masih sehat.

•   Operasi parsial ginjal dengan robot: Robot Fosun Health memberikan pembesaran visual 10 kali lipat dalam bentuk 3D serta instrumen yang sangat stabil tanpa tremor, sehingga memungkinkan operasi ginjal yang sangat presisi. Selama prosedur, pembuluh darah ginjal untuk sementara dihentikan alirannya, kemudian tumor diangkat bersama sedikit jaringan sehat di sekitarnya, lalu bagian ginjal yang hilang diperbaiki kembali. Dengan cara ini, lebih dari 90% jaringan ginjal yang masih berfungsi dapat dipertahankan. Waktu penghentian aliran darah dibuat sesingkat mungkin untuk melindungi fungsi ginjal jangka panjang. Tujuannya adalah mengendalikan kanker sekaligus mempertahankan ginjal tetap berfungsi.

•   Ablasi dengan panduan pencitraan: Untuk tumor ginjal berukuran kecil (biasanya <4 cm), terutama pada pasien usia lanjut, pasien dengan satu ginjal, atau yang tidak dapat menjalani operasi, dapat dilakukan tindakan ablasi seperti radiofrequency ablation, microwave ablation, atau cryoablation. Prosedur ini dilakukan dengan bantuan CT atau USG. Jarum kecil dimasukkan ke dalam tumor untuk menghancurkan sel kanker. Tidak diperlukan sayatan besar, dan ginjal tidak perlu diangkat. Tumor akan dimatikan, sementara jaringan ginjal sehat di sekitarnya tetap dipertahankan dan tetap berfungsi.

•   Pemantauan Aktif yang Terstruktur: Pada pasien usia lanjut dengan massa ginjal yang sangat kecil dan tumbuh lambat, dapat dilakukan pemantauan aktif. Pasien akan menjalani pemeriksaan pencitraan dengan kontras secara berkala setiap 3–6 bulan. Tindakan pengobatan baru dilakukan jika terdapat tanda-tanda perkembangan tumor, sehingga kualitas hidup pasien tetap terjaga.

Yang perlu di ketahui: Tumor ginjal tidak selalu berarti harus kehilangan ginjal. Berdasarkan ukuran dan lokasi tumor, kami dapat hanya mengangkat tumornya saja, atau menghancurkannya dengan metode jarum seperti pembakaran (ablasi) atau pembekuan (krioterapi). Dengan pendekatan ini, sebagian besar fungsi ginjal tetap dapat dipertahankan dengan baik.

Keunggulan 2: Tumor Besar atau Perdarahan, Tindakan Intervensi Darurat

"Tumor ginjal saya sangat besar dan saya mengalami darah dalam urine. Kondisi saya juga sangat lemah, apakah bisa distabilkan dulu sebelum operasi?"

Tantangan: Pada beberapa pasien, tumor ginjal sudah tumbuh sangat besar sebelum terdeteksi, bahkan dapat mengenai pembuluh darah ginjal atau menyebabkan perdarahan yang berbahaya. Saat pasien datang berobat, kondisi sering sudah lemah akibat anemia berat, tubuh sangat kurus, dan tanda-tanda vital tidak stabil. Dalam kondisi seperti ini, pasien belum bisa langsung menjalani operasi besar untuk mengangkat ginjal. Jika tidak segera ditangani, kondisi dapat cepat memburuk.

Solusi dari kami: Embolisasi arteri ginjal yang sangat selektif dan tindakan untuk mengecilkan tumor sebelum operasi.

•   Embolisasi Arteri Ginjal Super Selektif: Melalui tusukan pada arteri femoralis, kateter mikro diarahkan langsung ke cabang pembuluh darah yang menyuplai tumor di ginjal. Agen emboli kemudian diberikan secara tepat untuk menghentikan aliran darah ke tumor secara permanen. Dengan tindakan ini, tumor dapat menyusut dengan cepat, perdarahan berhenti, dan kondisi pasien menjadi lebih stabil. Kondisi darurat dapat diubah menjadi operasi terencana, atau pada kasus paliatif, penyakit dapat dikendalikan tanpa operasi.

•   Pengurangan Stadium Tumor Sebelum Operasi: Pada tumor yang melibatkan trombus di vena ginjal atau massa besar lokal, setelah embolisasi, tumor dapat menyusut sekitar 30–50% dalam beberapa minggu. Hal ini membuat operasi pengangkatan ginjal sebagian atau total menjadi lebih aman, dengan risiko perdarahan lebih rendah dan waktu operasi lebih singkat.

•   Pengendalian Perdarahan pada Kondisi Tidak Dapat Operasi: Pada pasien dengan kanker ginjal yang sudah menyebar atau tidak dapat dioperasi, terutama yang mengalami darah dalam urine berulang, tindakan embolisasi dapat dilakukan untuk mengontrol perdarahan dan mengurangi kebutuhan transfusi darah, sehingga kualitas hidup pasien lebih baik.

Yang perlu di ketahui: Jika tumor terlalu besar atau perdarahan terlalu berat sehingga operasi tidak bisa segera dilakukan, tindakan ini dapat menghentikan aliran darah ke tumor dan mengontrol perdarahan. Kondisi pasien menjadi lebih stabil, tubuh lebih kuat, sehingga pengobatan lanjutan tetap bisa dilakukan, atau memberikan kenyamanan bila operasi tidak memungkinkan.

Keunggulan 3: Metastasis Bukan Akhir (Penyebaran ke Paru, Tulang, dan Organ Lain).

"Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya penyebaran ke paru-paru dan tulang. Dokter mengatakan sudah metastasis. Apakah pengobatan masih bermanfaat?"

Tantangan: Kanker ginjal sering menyebar ke paru-paru, tulang, hati, dan otak. Diagnosis kanker yang sudah menyebar sering membuat pasien merasa putus asa. Namun, metastasis kanker ginjal termasuk salah satu yang masih dapat merespons baik terhadap terapi target modern dan tindakan lokal seperti ablasi, asalkan menggunakan metode pengobatan yang tepat.

Solusi Kami: Platform Terarah untuk Lesi Metastasis dengan Terapi Multimodal

•   CyberKnife M6 untuk metastasis terbatas (oligometastasis): Untuk 1–5 lesi metastasis di paru, tulang, atau hati, digunakan radioterapi stereotaktik presisi tinggi hingga sub-milimeter (0,1 mm). Sistem ini dapat melacak pergerakan tumor secara real-time dan menembakkan radiasi dari ribuan sudut. Tindakan ini dapat menghancurkan tumor tanpa operasi, sehingga terapi sistemik tidak perlu dihentikan. Pada metastasis tulang, terapi ini juga dapat membantu mengurangi nyeri dan mencegah patah tulang patologis.

•   Ablasi dengan panduan pencitraan: Untuk metastasis kecil di paru atau tulang, dapat dilakukan radiofrequency ablation, microwave ablation, atau cryoablation dengan jarum kecil untuk menghancurkan tumor. Prosedur ini tidak memerlukan operasi terbuka dan tidak menghentikan terapi target sistemik.

•   Implan Iodium-125: Pada metastasis tulang yang menimbulkan nyeri, terutama di tulang belakang atau panggul, partikel radioaktif kecil ditanam langsung ke area tumor. Terapi ini memberikan radiasi dari dalam secara terus-menerus untuk mengontrol nyeri dan membantu mencegah patah tulang.

•   Terapi panas (hipertermia): Pada metastasis tulang yang nyeri dan menjalani radioterapi paliatif, pemanasan lokal pada suhu 40–43°C dapat meningkatkan efek radioterapi, sehingga membantu mengurangi nyeri dan merusak sel kanker tanpa meningkatkan efek samping secara signifikan.

Yang perlu di ketahui: Kanker ginjal yang sudah menyebar tidak selalu berarti tidak dapat ditangani. Kondisi ini masih bisa dikendalikan dengan terapi yang terarah: lesi di paru dapat dihancurkan, metastasis tulang dapat ditangani dengan radiasi atau ablasi, sementara pengobatan sistemik tetap berjalan untuk mengontrol penyakit secara keseluruhan.

Keunggulan 4: Setelah Terapi Target Gagal, Akses ke Obat Lanjutan

"Setelah menggunakan sunitinib atau pazopanib, tumor saya kembali memburuk. Apa langkah selanjutnya? Apakah masih ada pengobatan lain?"

Tantangan: Pada kanker ginjal metastatik, terapi target biasanya diberikan secara bertahap. Namun, pada banyak kasus, obat TKI generasi pertama seperti sunitinib dan pazopanib akan menjadi kurang efektif seiring waktu (terjadi resistensi). Ketika terapi standar yang menargetkan VEGF sudah tidak bekerja, pasien sering menghadapi keterbatasan pilihan pengobatan lanjutan, yang juga bisa lebih sulit diakses dan lebih mahal di beberapa wilayah.

Solusi dari Kami: Terapi Lanjutan yang Sesuai dengan Kondisi Tumor di Tiongkok

•   TKI lini kedua: Obat seperti axitinib, cabozantinib, dan lenvatinib sudah tersedia dan digunakan setelah terapi lini pertama gagal. Obat-obat ini bekerja lebih kuat dengan menargetkan jalur VEGFR, MET, dan AXL untuk membantu menghambat pertumbuhan kanker.

•   mTOR inhibitor: Obat seperti everolimus dan temsirolimus bekerja dengan mekanisme berbeda untuk menghambat pertumbuhan kanker yang sudah tidak lagi merespons terapi TKI.

•   Imunoterapi kombinasi: Terapi seperti nivolumab (anti-PD-1) yang dikombinasikan dengan ipilimumab (anti-CTLA-4), serta pembrolizumab dengan axitinib, telah digunakan di Tiongkok sebagai terapi lini pertama maupun terapi lanjutan. Terapi ini membantu mengaktifkan sistem kekebalan tubuh agar lebih efektif melawan sel kanker ginjal dan dapat memberikan hasil yang bertahan lama.

•   Terapi di Tiongkok dan biaya pengobatan: Imunoterapi PD-1 produksi lokal yang dikombinasikan dengan TKI sudah digunakan secara luas di Tiongkok dan sering lebih cepat tersedia dibandingkan di banyak negara lain. Biaya pengobatan di Tiongkok juga sekitar 30–50% lebih rendah dibandingkan negara Barat, dengan kualitas terapi yang tetap terjaga.

•   Akses uji klinis fase III (jalur cepat): Jika obat yang sudah disetujui tidak lagi efektif, pasien dapat dengan cepat masuk ke uji klinis untuk terapi baru seperti inhibitor HIF-2α (belzutifan), antibodi bispesifik, serta kombinasi imunoterapi baru, yang biasanya tersedia 3–5 tahun lebih awal.

•   Panduan berbasis analisis genetik: Pemilihan terapi juga didasarkan pada analisis NGS serta pengalaman dokter yang menangani ribuan kasus kanker ginjal dengan terapi lini lanjut.

Yang perlu di ketahui: Resistensi terhadap TKI bukan berarti tidak ada lagi pilihan pengobatan. Perubahan pada tumor seperti VEGFR, mTOR, atau PD-L1 dapat membantu menentukan terapi lanjutan yang masih efektif dan dapat digunakan sesuai kondisi pasien.

Pendampingan Menyeluruh dan Akses Terapi Terbaru

Jalur cepat uji klinis

Jika pengobatan standar sudah tidak lagi efektif, pasien dapat dihubungkan dengan uji klinis fase III di Tiongkok. Akses ini umumnya tersedia lebih cepat, sekitar 3–5 tahun dibandingkan banyak negara lain. Melalui pemeriksaan genetik (NGS), pasien dicocokkan dengan uji klinis yang sesuai dengan perubahan gen pada tumornya. Seluruh proses dilakukan sesuai aturan etik medis dan di bawah pengawasan ketat tim dokter.

Integrasi onkologi dan dukungan pengobatan tradisional Tiongkok

Pengobatan tradisional Tiongkok digunakan bersama terapi utama sebagai pendukung untuk membantu menjaga kondisi tubuh pasien:

•   Mengurangi efek samping: Membantu melindungi fungsi ginjal yang tersisa, mengurangi efek samping obat TKI seperti sindrom tangan-kaki dan tekanan darah tinggi, mengurangi kelelahan, serta membantu mengatasi efek samping imunoterapi PD-1.

•   Membantu efektivitas pengobatan: Beberapa obat herbal tertentu diduga dapat membantu meningkatkan respons tumor terhadap terapi target atau imunoterapi.

•   Dukungan akupunktur: Akupunktur dapat membantu mengurangi kelelahan, nyeri, dan kecemasan selama proses pengobatan.

Tujuan: Menjaga fungsi ginjal yang masih ada, mengurangi beban pengobatan, dan membantu pasien tetap memiliki energi yang cukup untuk menjalani seluruh rangkaian terapi.

Keputusan Pengobatan Multidisiplin (MDT)

Setiap kasus kanker ginjal dibahas oleh tim dokter dari berbagai bidang, seperti urologi onkologi, radiologi intervensi, onkologi medis, radioterapi, radiologi diagnostik, patologi, dan spesialis ginjal. Pengobatan kanker ginjal sering cukup kompleks, misalnya memilih antara operasi sebagian ginjal, ablasi, atau pemantauan aktif; menentukan waktu tindakan embolisasi pada tumor besar; menyusun urutan terapi seperti TKI, obat mTOR, dan imunoterapi pada kasus yang sudah resisten; serta menangani gangguan yang muncul akibat kanker (sindrom paraneoplastik). 

Tim MDT akan membahas kasus dalam waktu 48 jam. Rencana pengobatan dibuat berdasarkan stadium kanker, hasil pemeriksaan genetik, fungsi ginjal, penyakit penyerta, dan kondisi serta prioritas masing-masing pasien, sehingga terapi yang diberikan lebih tepat dan sesuai kebutuhan individu.

Kisah pasien dengan kanker ginjal

Ibu Yu, 50 tahun, didiagnosis menderita kanker sel ginjal kanan pada tahun 2019 dan telah menjalani operasi pengangkatan tumor. Setelah itu, beliau kembali menjalani lima kali operasi di beberapa rumah sakit besar di Beijing, Henan, dan Anhui. Namun, meskipun telah menjalani berbagai tindakan operasi, kondisi penyakitnya belum dapat dikendalikan dengan baik dan bahkan menunjukkan tanda-tanda perkembangan yang semakin memburuk.

55c5e9f8-ed81-4142-94a0-6e000f8d1ef4.png.png

Bulan September 2019: pasien menjalani operasi pengangkatan kanker sel ginjal kanan. Berdasarkan hasil pemeriksaan patologi, stadium kanker adalah pT3aNxM0.

Bulan November 2019: ditemukan penyebaran kanker ke paru-paru kiri bagian atas, sehingga pasien menjalani operasi pengangkatan lobus atas paru kiri.

Bulan April 2020: hasil MRI kepala menunjukkan adanya beberapa massa tumor pada area ventrikel lateral kiri dan otak kecil bagian kanan. Setelah itu, pasien menjalani operasi pengangkatan tumor metastasis otak, meskipun (detail prosedur tidak dijelaskan lebih lanjut).

Karena itu, Ibu Yu melakukan perjalanan ke Foshan untuk melanjutkan pengobatan. Untuk menentukan rencana terapi yang paling sesuai, tim dokter melakukan pemeriksaan secara menyeluruh. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa kanker telah menyebar ke otak dan kondisi pasien memerlukan penanganan segera. Pada area vermis serebelum, bagian belakang ventrikel lateral kiri, serta jaringan otak di sekitarnya ditemukan beberapa area abnormal yang diduga sebagai metastasis multipel dan kemungkinan disertai perdarahan. Selain itu, ditemukan juga area abnormal pada otak kecil bagian kanan yang dicurigai sebagai lesi metastasis. Perubahan pada area leher sesuai dengan kondisi setelah operasi pengangkatan tumor metastasis sebelumnya, dan terdapat kemungkinan pembesaran kelenjar getah bening akibat penyebaran kanker di kedua sisi leher.


d2de5998-a17d-4c78-89e4-9d6e6ace3c7e.png.png

Setelah menjalani pengobatan dengan obat dalam beberapa waktu, kondisi Ibu Yu menunjukkan perbaikan yang sangat baik di luar perkiraan. Dalam waktu sekitar dua minggu, kesadarannya pulih dari kondisi setengah tidak sadar menjadi sadar sepenuhnya, dan kemampuan bergeraknya juga mulai kembali membaik secara bertahap.

Setelah kondisi IbuYu stabil, Direktur Lu dan Dokter Yang menyusun rencana radioterapi secara khusus untuk menangani penyebaran kanker di otak. Pada Januari 2021, pasien menjalani stereotactic body radiotherapy (SBRT) berbasis linear accelerator, yaitu terapi radiasi presisi tinggi untuk mengobati tumor metastasis di otak, tepatnya pada otak kecil bagian kanan dan area splenium korpus kalosum kiri. Terapi diberikan dengan dosis PCTVm1 DT 25,0 Gy dalam 5 sesi dan PGTVm2 DT 21,0 Gy dalam 3 sesi penyinaran.

3d8e51ce-23bd-4ad8-b284-26abbf355c31.png.png

Saat kondisi Ibu Yu mulai menunjukkan perkembangan yang baik, pemeriksaan PET/CT menemukan adanya benjolan pada payudara yang kemudian didiagnosis sebagai kanker payudara baru.

Januari 2021: pasien menjalani biopsi minimal invasif dengan bantuan vakum dan panduan USG pada benjolan di payudara kiri. Hasil pemeriksaan patologi menunjukkan karsinoma duktal in situ pada payudara kiri dengan tingkat keganasan sedang. Setelah tindakan tersebut, pasien menjalani radioterapi tambahan yang dikombinasikan dengan terapi hormon (endokrin).

Juni 2022: hasil PET/CT menunjukkan bahwa penyebaran kanker ke otak telah mengecil secara signifikan, namun aktivitas sel kanker pada area payudara kiri masih tergolong tinggi.

Oktober 2022: pasien kembali mengalami benjolan pada payudara. Setelah dilakukan biopsi jarum, hasil awal menunjukkan kanker payudara invasif.

November 2022: pasien menjalani operasi modified radical mastectomy pada payudara kiri. Ukuran tumor sekitar 2 × 1 × 0,8 cm. Hasil patologi memastikan diagnosis invasive ductal carcinoma (IDC) payudara kiri dengan stadium rpT2N0M0 dan tipe HER-2 overexpression. Setelah melalui diskusi multidisiplin, pasien menjalani 6 siklus kemoterapi regimen TPH sebagai terapi lanjutan.

Februari 2023: pasien menjalani operasi pengangkatan lesi pada dinding dada kiri, dan prosedur operasi berlangsung dengan lancar.

01e0ddcd-490d-4658-abf1-b2dbf5dfd060.png.png

Hingga Maret 2023, kondisi kanker payudara Ibu Yu menunjukkan perbaikan yang signifikan setelah menjalani rangkaian pengobatan. Selanjutnya, pasien menjalani radioterapi menggunakan CyberKnife stereotactic body radiotherapy (SBRT) untuk mengobati lesi tumor yang berada di dekat sisi medial usus besar bagian kanan (kolon asendens). Terapi radiasi diberikan dengan dosis total 35 Gy dalam 5 sesi, dan seluruh proses pengobatan berjalan dengan lancar. Pada Juli 2023, hasil pemeriksaan PET/CT seluruh tubuh menunjukkan bahwa seluruh lesi tumor pada tubuh Ibu Yu telah menghilang dan pasien mencapai kondisi remisi klinis lengkap. Setelah itu, pasien menjalani dua kali pemeriksaan lanjutan, dengan kondisi fisik, mental, dan tingkat energi yang pulih dengan sangat baik.

Unggah hasil pemeriksaan CT/MRI abdomen, laporan patologi biopsi ginjal, CT dada, PET-CT, serta hasil pemeriksaan NGS (VHL, PBRM1, MET, PD-L1). Tim multidisiplin kanker ginjal kami akan memberikan rencana awal pengobatan yang dipersonalisasi dalam waktu 48 jam, termasuk penilaian kemungkinan mempertahankan ginjal serta strategi terapi pra-operasi untuk mengecilkan tumor (neoadjuvant).

Pendaftaran Konsultasi

Kirim
Ikuti Kami
Pendaftaran Konsultasi
Kirim
Book Appt.
Call Us
Telephone
+62 811998896
+62 811188251