Catatan Radioterapi Presisi Dr. Wang Enmin 09: CyberKnife Membantu Pasien Lansia Pengidap Kanker Hati dan Metastasis untuk Merubah Nasib

2025-12-01

Bapak Li, 66 tahun, adalah seorang pria yang optimis. Ia memiliki riwayat hepatitis B lebih dari 30 tahun. Pada November 2010, ia didiagnosis menderita kanker hati, sebuah pukulan berat bagi dirinya dan keluarganya. Namun, ia tidak gentar. Ia berani menjalani operasi untuk mengangkat tumor hati berukuran 5,5 cm. Hasil patologi menunjukkan karsinoma sel hati (HCC) di lobus kanan hati, grade II. Setelah operasi, untuk mencegah kekambuhan, ia secara aktif menjalani terapi intervensi. Sayangnya, penyakit tidak meninggalkannya begitu saja. Pada 2015, muncul lesi baru di hati. Menghadapi kekambuhan ini, pasien dan keluarganya tidak menyerah. Mereka mengikuti saran dokter dan menjalani terapi imun biologis. Sepanjang proses ini, pasien tetap menjaga sikap positif dan yakin bisa mengalahkan penyakitnya.

Agustus 2015, nasib kembali mempermainkan pasien secara kejam. Melalui pemeriksaan PET-CT, ditemukan nodul di lobus oksipital kanan disertai edema sekitarnya, serta pembesaran kelenjar getah bening di hilus paru kanan dan mediastinum, yang dicurigai sebagai metastasis. Kabar ini membuat seluruh keluarga merasa putus asa, namun mereka tetap memutuskan untuk menjalani perawatan dengan penuh semangat. Pada Agustus 2015, pasien menemui Profesor Wang Enmin. Setelah mengevaluasi kondisi fisiknya, diputuskan untuk melakukan penyinaran CyberKnife bertahap pada lokasi berbeda. Nodul di lobus oksipital kanan disinari secara presisi dengan dosis 28 Gy dalam 2 kali sesi (14 Gy per sesi). Setelah perawatan, pasien diberikan terapi dehidrasi dengan manitol dan deksametason. Sementara itu, lesi di hilus paru kanan disinari secara paliatif dengan CyberKnife, dosis 40 Gy dalam 8 kali sesi (5 Gy per sesi). Selama perawatan CyberKnife, pasien berjalan lancar tanpa keluhan. Sebulan setelah keluar rumah sakit, pemeriksaan ulang AFP menunjukkan penurunan yang signifikan dibanding sebelumnya.

Desember 2018, pasien menjalani pemeriksaan ulang PET-CT. Tidak ditemukan kelainan di hati, namun terdapat nodul di kelenjar adrenal kiri berukuran 2,1 × 1,3 cm, kemungkinan merupakan metastasis. Pada Januari 2019, pasien menjalani penyinaran CyberKnife pada lesi kelenjar adrenal kiri dengan dosis 31,2 Gy dalam 4 sesi.

Januari 2021, pasien didiagnosis dengan lesi baru di kelenjar adrenal kanan. Lesi tersebut segera mendapatkan penyinaran CyberKnife dengan dosis 32 Gy dalam 4 sesi. Setelah menjalani beberapa kali perawatan CyberKnife, kondisi pasien tetap baik dan rutin melakukan kontrol berkala.

Waktu berlalu, hingga Februari 2025, pemeriksaan MRI dengan kontras menunjukkan adanya kekambuhan metastasis di lobus oksipital kanan disertai perdarahan. Setelah diteliti dengan cermat oleh Profesor Wang Enmin, kondisi ini dipertimbangkan sebagai cedera otak akibat radiasi. Pasien kemudian menjalani terapi dehidrasi dengan manitol, dan setelah perawatan merasa nyaman serta kembali pulang untuk istirahat di rumah.


Search keywords: Kanker Hati CyberKnife
Ikuti Kami
Pendaftaran Konsultasi
Kirim
Book Appt.
Call Us
Telephone
+62 811998896
+62 811188251