Catatan Radioterapi Presisi Dr. Wang Enmin 01: Metastasis Otak “Kesederhanaan adalah jalan yang benar; bertahan hidup dengan kualitas tinggi dan jangka panjang adalah kunci utama.”

2025-11-19

Akhir Agustus tahun ini, Rumah Sakit Xuanwu mengadakan kelas studi Bedah Saraf, dan saya dijadwalkan untuk memberi kuliah dengan topik “Pilihan Pengobatan untuk Tumor Otak Metastatik Volume Besar dengan Edema Otak Berat”. Saat menyiapkan materi, saya tiba-tiba teringat seorang pasien. Pasien ini mengalami metastasis otak multipel tiga tahun setelah operasi kanker paru-paru, disertai edema otak berat. Salah satu tumornya berada di area fungsional kanan, sehingga menyebabkan kelemahan pada kaki kiri. Karena metastasis di sisi kiri, muncul edema luas yang membuat pasien sulit berbicara lancar. Putranya datang ke klinik saya untuk berkonsultasi tentang pilihan pengobatan. Mengingat pasien sudah lanjut usia, mereka tidak ingin melakukan kemoterapi.

Strategi pengobatan yang saya sarankan adalah sebagai berikut: Evaluasi awal: Prioritas pertama adalah melakukan PET-CT seluruh tubuh untuk menilai adanya metastasis di bagian tubuh lain. Jika metastasis hanya terdapat di otak, saya menyarankan terapi CyberKnife dengan dosis tinggi untuk setiap lesi. Meningkatkan daya tahan tubuh: Memperkuat sistem imun pasien penting. Langkah-langkahnya meliputi: pola makan bergizi, tidur cukup, aktivitas fisik yang teratur, dan bila perlu, pemberian thymosin untuk meningkatkan daya tahan tubuh. 

Pengelolaan edema otak: Setelah sesi CyberKnife pertama, saya memberikan Bevacizumab sekali, untuk mengurangi edema otak. Hasilnya, gejala hemiparesis dan kesulitan berbicara pasien segera membaik. Pemantauan rutin: Pasien menjalani MRI ulang setiap 3 bulan. Seiring waktu, pasien mengalami beberapa episode: 2,5 tahun setelah sesi pertama: muncul metastasis otak baru → dilakukan CyberKnife kedua. Setelah itu pasien sempat mengalami stroke di sisi kanan otak → kaki kiri menjadi kurang lincah. 5,5 tahun setelah sesi pertama: muncul metastasis otak multipel baru → dilakukan CyberKnife ketiga. Setelah tiga kali sesi CyberKnife, pasien menikmati kualitas hidup tinggi selama 7,5 tahun. Berdasarkan pengalaman saya sejak akhir 1990-an, banyak pasien lansia (75–80 tahun) dengan metastasis otak yang hanya menerima CyberKnife memiliki masa hidup yang lebih panjang dibandingkan jika dikombinasikan dengan kemoterapi, karena kemoterapi sering menimbulkan komplikasi serius yang memperpendek umur pasien. 

Kesimpulannya: untuk pasien lansia dengan metastasis otak (baik tunggal maupun multipel), terapi lokal menggunakan Gamma Knife atau CyberKnife, bila tidak ada metastasis di organ lain, merupakan salah satu pilihan terbaik untuk memastikan masa hidup panjang dengan kualitas tinggi.


Search keywords: CyberKnife Metastasis Otak
Ikuti Kami
Pendaftaran Konsultasi
Kirim
Book Appt.
Call Us
Telephone
+62 811998896
+62 811188251