2025-08-13
Seperti diketahui semua orang, selain pisau bedah untuk mengangkat tumor, Pusat Diagnostik dan Terapi Presisi Tumor Fosun Chancheng juga memiliki “pisau” lain yang dapat memotong tumor tanpa operasi dan tanpa anestesi, yaitu Pisau Radiasi Fosun (CyberKnife).

Apa itu Pisau Radiasi Fosun?
Pisau radiasi (CyberKnife) adalah robot bedah radiasi otomatis baru pertama di dunia, sekaligus merupakan wujud sempurna dari teknologi bedah radiasi stereotaktik (SBRT).
Perawatan dengan pisau radiasi di Amerika Serikat merupakan metode yang sangat umum digunakan. Teknologi ini tidak hanya memiliki bukti klinis lebih dari 20 tahun, tetapi juga menjadi pilihan utama tokoh terkenal dan pejabat terkemuka di Eropa dan Amerika ketika mereka mengidap kanker, seperti Warren Buffett dan Steve Jobs.
Yang digunakan di Pusat Diagnostik dan Terapi Presisi Tumor Rumah Sakit Fosun Chancheng adalah pisau radiasi generasi terbaru M6, yang dalam kondisi tertentu dapat menggantikan operasi, bahkan melampaui hasil operasi.
Alat ini dapat mengobati tumor di seluruh bagian tubuh, terutama bagi pasien yang tidak bisa, sulit, atau tidak ingin menjalani operasi. Hanya dengan 1–5 kali penyinaran selama 30 menit, prosesnya berlangsung tanpa rasa sakit, nyaman, dan memiliki efek samping minimal setelah terapi.

Pisau radiasi ini dirancang untuk dapat digunakan pada semua jenis pasien dan sesuai dengan pergerakan tumor. Alat ini memakai mesin khusus yang dipasang di lengan robot yang bergerak bebas, dengan teknologi kamera medis canggih untuk menemukan dan membidik posisi tumor secara tepat. Untuk tumor di organ yang bergerak seperti paru-paru, hati, dan pankreas, serta lesi kompleks lainnya, selama terapi alat ini dapat terus mengikuti pergerakan tumor, melakukan verifikasi dan pemantauan posisi tumor secara real-time, menghilangkan tumor dengan tepat, sekaligus memaksimalkan perlindungan terhadap organ di sekitarnya, seperti jantung dan sumsum tulang belakang.
Pisau Radiasi: Memburu Tumor dengan Presisi
Membidik tumor paru, melacak lesi secara dinamis
Saat mengobati tumor, Pisau radiasi (CyberKnife) adalah satu-satunya teknologi yang mampu mengatasi pergeseran posisi tumor akibat pasien bernapas, batuk, atau karena pergerakan organ. Alat ini dapat secara otomatis mendeteksi dan mengoreksi posisi, melacak dan mengunci lesi tumor secara real-time sepanjang proses, dan terus memberikan terapi dengan akurasi tingkat sub-milimeter.

Keunggulan yang terbukti secara klinis untuk pengobatan kanker paru
√ Dapat secara signifikan mengurangi risiko efek samping, seperti sesak napas, sulit menelan, atau sakit tenggorokan.
√ Memberikan alternatif pengobatan non-invasif yang sangat baik bagi pasien yang tidak dapat atau sulit menjalani operasi.
√ SBRT (Stereotactic Body Radiotherapy) telah terbukti dapat digunakan untuk mengobati kanker paru non-sel kecil pada stadium awal atau yang tidak dapat dioperasi, termasuk tumor dengan posisi sulit, seperti tumor paru sentral yang dikelilingi struktur sensitif, tumor paru di dekat dinding dada, serta tumor paru perifer yang tidak dapat dioperasi. Pisau radiasi dengan metode SBRT menjadi pilihan terapi pengganti operasi.
√ Sejumlah studi menunjukkan bahwa dibandingkan dengan kanker paru stadium awal yang dapat dioperasi, terapi SBRT pada paru memiliki toleransi yang lebih baik dan bahkan berpotensi memberikan angka kelangsungan hidup yang lebih tinggi.
√ Saat tumor bergerak atau bergeser, pisau radiasi dapat melacak dan membidiknya, memastikan dosis radiasi tepat sasaran sambil meminimalkan efek samping.
√ Pasien tidak perlu ditahan atau diminta menahan napas, sehingga prosesnya nyaman dan pasien dapat tetap melakukan aktivitas sehari-hari selama perawatan.
√ Waktu terapi singkat dan efisien — hanya 3–5 kali penyinaran dalam 1–2 minggu.