2025-08-12
Terapi CAR-T, sebagai terapi imun sel terdepan, kini memberikan harapan baru bagi pasien limfoma, terutama bagi pasien limfoma di Indonesia, Rumah Sakit Foshan Fuxing Chancheng di Tiongkok dapat menyediakan layanan terapi CAR-T yang profesional.
Terapi Terdepan, Inovasi dalam Perang Melawan Kanker
CAR-T, singkatan dari Chimeric Antigen Receptor T-Cell Immunotherapy, merupakan metode pengobatan yang sangat inovatif. Metode ini menggabungkan antibodi rantai tunggal yang dapat mengenali antigen terkait tumor dengan motif aktivasi sel T menjadi satu kesatuan, kemudian mentransfeksikan limfosit T melalui metode transduksi gen, sehingga sel T yang sebelumnya mungkin tidak dapat secara efektif mengenali dan menyerang sel kanker, memperoleh kemampuan target tumor, aktivitas pembunuhan yang lebih kuat, dan daya pembunuhan yang tahan lama. Secara sederhana, sel T imun pasien diubah secara bioteknologi di luar tubuh agar dapat secara presisi mengenali antigen pada permukaan sel tumor, kemudian sel-sel yang telah dimodifikasi ini disuntikkan kembali ke dalam tubuh pasien, sehingga mampu mengenali dan membunuh sel kanker secara efisien.

Efisiensi Tinggi dalam Perang Melawan Kanker, Membentuk Kembali Imun
Efisiensi terapi CAR-T sangat mencolok. Dalam sistem imun tubuh manusia, sel T seharusnya menjadi pertahanan penting dalam melawan penyakit, tetapi dalam menghadapi sel kanker, kadang-kadang "tidak mampu", tidak dapat secara efektif mengenali dan membersihkan sel tumor. Terapi CAR-T, melalui modifikasi rekayasa genetik, membuat sel T autolog pasien mengekspresikan molekul (CAR) yang menargetkan antigen spesifik tumor sel B, yaitu CD19. Lebih dari 95% sel limfoma B mengekspresikan CD19, sel CAR-T yang menargetkan CD19, setelah diperbanyak secara in vitro hingga jumlah yang cukup, disuntikkan kembali ke dalam tubuh, mampu mengenali sel limfoma B secara presisi, mengaktifkan sepenuhnya fungsi pembersihan imun, membunuh tumor, dan mencapai remisi berkelanjutan.
Ekspansi Indikasi, Aplikasi Luas
Awalnya, terapi CAR-T terutama digunakan untuk pengobatan tumor sistem hematologi, terutama pada pasien dewasa dengan limfoma B-sel besar rekuren atau refraktori (r/r LBCL), termasuk limfoma B-sel besar difus non-spesifik (DLBCL) (NOS), limfoma B-sel besar mediastinum primer (PMBCL), limfoma B-sel tingkat tinggi, dan DLBCL yang berasal dari limfoma folikuler. Seiring dengan penelitian yang lebih mendalam, indikasinya terus berkembang, dan kini telah mencakup beberapa bidang tumor padat, memberikan harapan hidup bagi lebih banyak pasien kanker. Ini berarti bahwa cakupan aplikasi terapi CAR-T semakin luas, mampu menyediakan skema pengobatan yang efektif bagi berbagai jenis pasien.

Tim Profesional, Jaminan Kekuatan
Rumah Sakit Foshan Fuxing Chancheng memiliki keunggulan signifikan dalam terapi CAR-T. Rumah sakit ini telah memperkenalkan obat sel T reseptor antigen kimera (CAR-T) pertama di Tiongkok yang mendapat persetujuan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan Nasional (NMPA) untuk dipasarkan, yaitu Yescarta® (injeksi Axicabtagene Ciloleucel). Axicabtagene Ciloleucel adalah obat sel T autolog reseptor antigen kimera yang menargetkan CD19 manusia yang telah dimodifikasi secara rekayasa genetik, yang memiliki kesamaan tinggi dalam data keamanan dan efektivitas dengan uji klinis terdaftar di Amerika Serikat dan penelitian dunia nyata, memberikan pilihan pengobatan yang andal bagi pasien.

Selain itu, Rumah Sakit Foshan Fuxing Chancheng memiliki tim terapi CAR-T yang profesional, dengan pengalaman klinis dan kemampuan penelitian yang kaya. Anggota tim tidak hanya mahir dalam setiap tahap terapi CAR-T, tetapi juga dapat menyusun skema pengobatan yang personal berdasarkan kondisi spesifik pasien. Dari pengambilan sel pasien, modifikasi di luar tubuh hingga pengobatan dengan penyuntikan kembali, setiap langkah diawasi secara ketat untuk memastikan keamanan dan efektivitas pengobatan. Bagi pasien limfoma di Indonesia, datang ke Rumah Sakit Foshan Fuxing Chancheng di Tiongkok untuk menerima terapi CAR-T tentunya merupakan pilihan yang bijaksana.