Kanker serviks adalah kanker yang terjadi pada leher rahim (serviks) dan umumnya berkaitan dengan infeksi HPV risiko tinggi yang berlangsung dalam waktu lama. Jika terdeteksi sejak dini, peluang kesembuhannya sangat tinggi. Secara global, kanker serviks merupakan salah satu kanker yang paling sering dialami wanita. Setiap tahun terdapat sekitar 660 ribu kasus baru dan 350 ribu kematian akibat penyakit ini. Pada tahap awal, kanker serviks sering tidak menimbulkan gejala yang jelas. Karena itu, pemeriksaan skrining secara rutin sangat penting untuk membantu mendeteksi penyakit lebih awal. Jika sudah didiagnosis atau memiliki gejala yang mengkhawatirkan, segera berkonsultasi dengan dokter merupakan langkah yang sangat penting.
Kasus kanker serviks di Tiongkok mencakup sekitar 23% dari total kasus dunia, dengan sekitar 150 ribu kasus baru setiap tahun. Di Fosun Health, tingginya jumlah kasus yang ditangani memberikan pengalaman klinis yang luas bagi tim ahli kami. Hal ini memungkinkan penanganan yang lebih akurat, mulai dari penentuan stadium penyakit secara tepat, penyusunan terapi yang dipersonalisasi, hingga penerapan teknik operasi modern dan terapi multidisiplin yang komprehensif. Pengalaman menangani ribuan kasus setiap tahun juga membantu kami terus menyempurnakan strategi pengobatan berdasarkan data klinis nyata, sehingga pasien dapat memperoleh hasil terapi yang lebih baik sekaligus kualitas hidup yang lebih optimal.
Setiap penanganan kanker serviks umumnya meliputi operasi, radioterapi, dan kemoterapi. Berikut keunggulan yang dimiliki Fosun Health:
“Saya masih berusia sekitar 30 tahun. Apakah mungkin saya sembuh dari kanker tanpa harus kehilangan rahim dan kemampuan untuk memiliki anak?”
Tantangan: Pada wanita usia subur, diagnosis kanker serviks tidak hanya berdampak pada penyakitnya, tetapi juga pada kekhawatiran kehilangan kemampuan untuk memiliki anak serta fungsi organ panggul. Operasi pengangkatan rahim secara radikal dan pengangkatan kelenjar getah bening di panggul dapat berisiko memengaruhi saraf di area panggul. Hal ini dapat menyebabkan gangguan seperti sulit buang air kecil, sembelit, kekeringan pada vagina, serta penurunan fungsi seksual. Banyak pasien muda merasa bahwa jika fungsi kesuburan dan fungsi panggul terganggu, maka kualitas hidup setelah pengobatan menjadi kurang optimal.
Solusi dari kami: Kami merancang tindakan operasi yang disesuaikan dengan stadium kanker dan kondisi pasien, dengan tujuan sebisa mungkin mempertahankan saraf panggul dan fungsi kesuburan tanpa mengurangi efektivitas pengobatan kanker.
• Operasi pengangkatan leher rahim dengan tetap mempertahankan kesuburan: Tindakan ini dilakukan pada pasien kanker serviks stadium awal (IA2–IB1) dengan ukuran tumor ≤2 cm yang masih ingin memiliki anak. Pada prosedur ini, leher rahim dan jaringan di sekitarnya diangkat, tetapi rahim, ovarium, dan tuba falopi tetap dipertahankan. Setelah operasi, dilakukan tindakan untuk menyambungkan kembali rahim dengan vagina menggunakan penyangga khusus (cerclage), sehingga masih memungkinkan terjadinya kehamilan di masa depan. Tingkat keberhasilan kehamilan setelah prosedur ini dilaporkan lebih dari 70%.
• Histerektomi radikal dengan pelestarian saraf: Prosedur ini dilakukan pada pasien yang perlu mengangkat rahim, tetapi tetap ingin menjaga fungsi dasar panggul. Dengan bantuan robot bedah Da Vinci yang memberikan pembesaran visual hingga 10 kali dan gambar 3D, serta instrumen yang stabil tanpa getaran, dokter dapat melakukan operasi dengan sangat presisi. Saraf di area panggul, termasuk saraf organ dalam panggul dan pleksus saraf hipogastrik, diidentifikasi dan dijaga sebisa mungkin. Dengan teknik ini, fungsi penting seperti sensasi kandung kemih, kontrol buang air kecil, pergerakan usus, dan fungsi seksual dapat tetap dipertahankan.
• Transposisi ovarium: Pada pasien yang perlu menjalani radioterapi di area panggul, ovarium dipindahkan dari area radiasi melalui tindakan laparoskopi. Tindakan ini bertujuan untuk melindungi fungsi hormon ovarium dan mencegah terjadinya menopause dini.
• Pemetaan kelenjar getah bening sentinel: Dengan bantuan robot, digunakan zat pewarna fluoresen indosianin hijau (ICG) untuk menelusuri aliran limfa. Hanya kelenjar getah bening pertama yang menerima aliran dari area tumor yang akan diambil dan diperiksa. Cara ini membantu menghindari pengangkatan seluruh kelenjar getah bening yang sebenarnya tidak perlu, sehingga dapat menurunkan risiko terjadinya limfedema.
Yang perlu di ketahui : Pengobatan kanker tidak selalu berarti harus mengangkat semua organ. Jika secara medis memungkinkan, dokter akan berusaha mempertahankan rahim, ovarium, dan saraf, sehingga fungsi tubuh dan kualitas hidup pasien tetap terjaga setelah pengobatan.
"Tumor saya mengalami perdarahan hebat, dan sekarang menekan saluran kemih hingga menyebabkan pembengkakan ginjal. Saya merasa sangat lemah dan takut. Apakah bisa ditangani terlebih dahulu?"
Tantangan: Pada kanker serviks stadium lanjut lokal, tumor dapat menyebar ke jaringan di sekitar leher rahim dan merusak pembuluh darah, sehingga menyebabkan perdarahan vagina yang sangat banyak.
• Embolisasi arteri (penutupan pembuluh darah): Melalui tusukan kecil di area selangkangan, kateter mikro dimasukkan hingga mencapai cabang arteri rahim, arteri vagina, atau arteri pudenda interna.
• Pemasangan stent ureter atau nefrostomi: Pada kasus sumbatan ureter akibat kanker, dilakukan pemasangan stent ureter atau nefrostomi untuk membantu melindungi fungsi ginjal.
• Terapi panas pada tumor (hyperthermia): Area panggul dipanaskan hingga suhu 40–43°C agar sel kanker menjadi lebih sensitif terhadap radioterapi.
Yang perlu di ketahui: Jika terjadi perdarahan hebat atau gangguan pada ginjal akibat sumbatan urine, tim dokter dapat melakukan tindakan minimal invasif untuk menghentikan perdarahan dan membantu meningkatkan efektivitas pengobatan.
"Tumor saya kambuh di sisa vagina atau kelenjar getah bening di sisi panggul. Dokter membahas kemungkinan pengangkatan kandung kemih dan rektum. Apakah masih ada pilihan lain?"
Tantangan: Kekambuhan kanker setelah operasi atau radioterapi merupakan kondisi yang cukup sulit ditangani dalam kanker ginekologi.
• CyberKnife M6: Teknologi radioterapi stereotaktik yang mampu melacak pergerakan tumor secara real-time dengan ketelitian tinggi.
• Implantasi biji Iodium-125: Biji radioaktif ditempatkan langsung ke dalam tumor untuk memberikan radiasi secara terus-menerus.
• Terapi intervensi melalui pembuluh darah: Obat kemoterapi diberikan langsung melalui pembuluh darah secara sangat terarah ke area tumor.
Yang perlu di ketahui: Kekambuhan kanker tidak selalu berarti harus mengangkat kandung kemih atau rektum.
"Saya didiagnosis kanker serviks stadium lanjut lokal. Dokter mengatakan saya perlu menjalani radioterapi dan kemoterapi selama beberapa minggu. Apakah ada cara agar pengobatan ini bisa lebih efektif?"
Tantangan: Pada kanker serviks stadium lanjut lokal (stadium IIB–IIIC), pengobatan utama yang digunakan di seluruh dunia adalah kombinasi radioterapi dan kemoterapi.
• Terapi panas tumor (hyperthermia): Membantu meningkatkan sensitivitas sel kanker terhadap radioterapi dan kemoterapi.
• Imunoterapi PD-1/PD-L1: Digunakan untuk penyakit kanker yang menetap, kambuh, atau sudah menyebar.
• Keunggulan terapi di Tiongkok dan efisiensi biaya: Biaya pengobatan lebih terjangkau dibandingkan Eropa dan Amerika.
Yang perlu di ketahui: Dengan radioterapi dan kemoterapi yang sama, tambahan terapi panas dapat membuat pengobatan bekerja lebih efektif untuk membunuh sel kanker.
Akses ke Uji Klinis Terbaru
Jika pengobatan standar sudah tidak memberikan hasil yang optimal, kami memiliki akses langsung ke berbagai uji klinis fase III di Tiongkok.
• Membantu mengurangi efek samping pengobatan dan menjaga kondisi tubuh pasien selama terapi.
• Membantu meningkatkan efektivitas pengobatan dan menjaga fungsi organ panggul.
Kasus pasien dengan kanker serviks
Diagnosis: kanker serviks jenis karsinoma sel skuamosa stadium IIIC1
Rencana pengobatan:
Pasien menjalani kemoradioterapi simultan yang dikombinasikan dengan brachytherapy intrakavitas untuk menghindari kerusakan jaringan akibat tindakan operasi.
Setelah pengobatan:
Pemeriksaan PET-CT tiga bulan setelah pengobatan menunjukkan ukuran tumor berkurang secara signifikan dan mendekati remisi lengkap, dengan hasil biopsi negatif. Dalam waktu 1 tahun tidak ditemukan tanda kekambuhan, dan pasien telah kembali menjalani kehidupan serta pekerjaan secara normal.
Setiap kasus kanker serviks ditangani oleh tim dokter dari berbagai bidang, seperti dokter kanker kandungan, radioterapi, onkologi medis, radiologi intervensi, urologi, radiologi, dan patologi.
Diskusi MDT (Multidisciplinary Team) dilakukan dalam waktu 48 jam. Rencana pengobatan disusun berdasarkan stadium kanker, status HPV, hasil pemeriksaan molekuler tumor, keinginan pasien untuk memiliki anak, dan kualitas hidup yang ingin dipertahankan.
Pasien dapat mengunggah hasil kolposkopi, laporan patologi, MRI panggul, PET-CT, dan hasil pemeriksaan NGS seperti PD-L1, HER2, dan MSI. Tim multidisiplin kanker serviks kami akan memberikan rancangan awal pengobatan yang dipersonalisasi dalam waktu 48 jam.