Brain Metastasis adalah tumor yang terbentuk ketika sel kanker dari bagian tubuh lain menyebar ke otak melalui aliran darah. Kondisi ini merupakan tumor intrakranial yang paling sering ditemukan pada orang dewasa dan jauh lebih umum dibandingkan kanker otak primer yang berasal dari otak itu sendiri.
Kanker paru-paru, kanker payudara, melanoma, kanker ginjal, dan kanker kolorektal merupakan penyebab metastasis otak yang paling umum. Namun, hampir semua jenis kanker padat berpotensi menyebar ke otak. Bagi banyak pasien, diagnosis ini sering kali menjadi kabar yang sangat mengejutkan. Saat mendengar bahwa kanker telah “menyebar ke otak”, mereka biasanya langsung membayangkan kemungkinan terburuk.
Di Fosun Health, metastasis otak tidak dipandang sebagai tahap akhir penyakit. Kondisi ini diperlakukan sebagai komplikasi lokal yang masih dapat dikendalikan dan, pada banyak kasus, dapat dikontrol selama bertahun-tahun sambil terapi untuk kanker di bagian tubuh lainnya tetap dilanjutkan. Tim neuro-onkologi kami menangani ratusan kasus metastasis otak setiap tahun dengan tujuan membantu mengendalikan penyakit dan mempertahankan kualitas hidup pasien. Sejalan dengan prinsip kami: “Kami percaya bahwa keterlibatan otak tidak harus menjadi faktor yang menentukan hasil akhir dari seluruh pengobatan kanker.”
Tidak semua pusat kanker memiliki kemampuan yang sama dalam menangani metastasis otak. Meskipun banyak rumah sakit dapat memberikan radioterapi seluruh otak (whole-brain radiotherapy), Fosun Health menawarkan keunggulan dan kemampuan khusus berikut:
“Hasil pemeriksaan menunjukkan ada beberapa tumor di otak saya. Saya merasa semuanya sudah berakhir. Apakah masih ada pilihan pengobatan?”
Tantangan: Bagi banyak pasien, mendengar diagnosis metastasis otak dapat menimbulkan ketakutan dan kekhawatiran yang besar. Mereka sering membayangkan tumor yang tidak dapat ditangani, penurunan kemampuan berpikir dan mengingat, serta efek samping radioterapi seluruh otak yang dapat memengaruhi kualitas hidup. Akibatnya, sebagian pasien menganggap bahwa tidak ada lagi pilihan selain perawatan paliatif.
Solusi dari kami: Di Fosun Health, metastasis otak dipandang sebagai lesi lokal yang masih dapat ditangani, bukan sebagai akhir dari pengobatan kanker. Salah satu terapi yang digunakan adalah CyberKnife M6 Stereotactic Radiosurgery (SRS), yaitu terapi radiasi presisi tinggi yang menargetkan tumor secara akurat sekaligus meminimalkan paparan pada jaringan otak yang sehat.
• Untuk satu hingga banyak lesi metastasis: CyberKnife dapat menangani 1 hingga lebih dari 10 lesi metastasis otak dalam satu kali atau 1–5 sesi pengobatan. Setiap lesi ditargetkan secara terpisah dengan ketepatan sangat tinggi hingga tingkat submilimeter (0,1 mm). Sistem pelacakan kepala berbasis robotik dapat menyesuaikan gerakan kecil pasien selama terapi. Prosedur ini tidak memerlukan pemasangan bingkai pada tengkorak maupun rawat inap.
• Melindungi jaringan otak yang sehat di sekitarnya: Berbeda dengan radioterapi seluruh otak yang menyinari seluruh jaringan otak, CyberKnife memfokuskan radiasi hanya pada area metastasis. Hipokampus, pusat memori, dan jaringan otak normal lainnya hampir tidak terkena paparan radiasi. Dengan demikian, pasien dapat tetap sadar dan fungsi berpikir tetap terjaga.
• Membantu meredakan gejala dengan cepat: Pada lesi yang menyebabkan pembengkakan (edema) dan tekanan pada jaringan otak, SRS dapat dengan cepat mengurangi beban tumor. Kejang sering kali dapat berhenti, kelemahan anggota tubuh dapat membaik, dan sakit kepala dapat berkurang.
Yang perlu di ketahui: Adanya beberapa tumor di otak bukan berarti tidak ada lagi harapan atau pilihan pengobatan. Setiap lesi dapat ditangani secara terarah dengan metode non-invasif, tanpa operasi terbuka dan tanpa perlu rawat inap. Pendekatan ini juga membantu menjaga fungsi kognitif, seperti daya ingat dan kemampuan berpikir. Banyak pasien dapat hidup dalam jangka panjang dengan metastasis otak yang terkendali, sementara kondisi kanker di bagian tubuh lain dan kesehatan secara keseluruhan tetap terjaga dengan baik.
“Saya memiliki metastasis otak berukuran besar yang menekan jaringan otak. Dokter bedah saraf mengatakan bahwa lokasinya terlalu dalam atau risiko operasinya terlalu tinggi. Atau saya memang tidak ingin menjalani operasi pembukaan tengkorak. Apakah masih ada pilihan pengobatan lain?”
Tantangan: Tidak semua tumor metastasis otak dapat diangkat melalui operasi. Tumor yang berada di bagian otak yang dalam, seperti talamus, dekat batang otak, atau di area yang mengendalikan fungsi penting seperti gerakan dan kemampuan berbicara, memiliki risiko komplikasi yang lebih tinggi jika dilakukan operasi terbuka. Selain itu, sebagian pasien telah mengalami penurunan kondisi fisik akibat kanker yang sudah menyebar, sehingga sulit menjalani prosedur pembedahan yang kompleks.
Solusi dari kami: Alternatif terapi presisi tanpa perlu operasi:
CyberKnife M6 untuk lesi yang berada di bagian dalam otak atau area penting yang mengatur fungsi tubuh: Pada tumor yang terletak di area pengendali gerakan, kemampuan berbicara, (bagian otak yang berperan dalam meneruskan informasi sensorik dan mengatur berbagai fungsi penting tubuh), atau serebelum yang mengatur keseimbangan dan koordinasi gerak, CyberKnife dengan ketepatan hingga 0,1 mm dapat memberikan dosis terapi langsung ke tumor sambil tetap menjaga keamanan jaringan saraf penting di sekitarnya. Prosedur ini tidak memerlukan sayatan, tidak menimbulkan risiko perdarahan akibat operasi, dan tidak memerlukan perawatan di ruang pemulihan.
Yang perlu diketahui: Jika operasi bukan pilihan yang diinginkan atau tidak direkomendasikan secara medis, tumor tetap dapat ditangani menggunakan radiasi yang difokuskan secara presisi untuk menghancurkan jaringan tumor. Dengan pendekatan ini, tidak diperlukan operasi pembukaan tengkorak sehingga struktur tengkorak tetap utuh.
“Kanker paru-paru, kanker payudara, atau melanoma saya telah menyebar ke otak. Mengobati tumor di otak saja tentu tidak cukup karena kanker juga masih ada di bagian tubuh lainnya. Apakah keduanya dapat ditangani secara bersamaan?”
Tantangan: Metastasis otak menunjukkan bahwa sel kanker telah menyebar dari organ asalnya ke otak. Oleh karena itu, pengobatan tidak hanya berfokus pada lesi di otak, tetapi juga harus mengendalikan penyakit di seluruh tubuh. Jika hanya metastasis otak yang diobati sementara kanker di organ lain terus berkembang, hasil pengobatan menjadi kurang optimal.
Solusi dari kami: Di Fosun Health, penanganan metastasis otak dilakukan melalui pendekatan multidisiplin yang terintegrasi. Tim neuro-onkologi, onkologi medis, radioterapi, dan spesialis terkait bekerja sama untuk merencanakan pengobatan yang dapat mengendalikan tumor di otak sekaligus menekan perkembangan kanker di seluruh tubuh.
Terapi Target yang Mampu Menembus Sawar Darah-Otak (Blood-Brain Barrier)
Untuk kanker dengan perubahan genetik tertentu, digunakan terapi target yang telah terbukti mampu menembus sawar darah-otak sehingga dapat bekerja secara efektif pada metastasis otak:
• Kanker paru non-sel kecil (NSCLC) dengan mutasi EGFR: Osimertinib, terapi target generasi ketiga yang telah terbukti memiliki aktivitas tinggi pada sistem saraf pusat (SSP).
• Kanker payudara HER2-positif: kombinasi Tucatinib, Trastuzumab, dan Capecitabine, yang merupakan regimen khusus dengan efektivitas terhadap metastasis di otak.
• Kanker paru non-sel kecil (NSCLC) dengan rearrangement ALK: Alectinib atau Brigatinib, yang memiliki kemampuan penetrasi tinggi ke sistem saraf pusat.
• Melanoma dengan mutasi BRAF V600E: kombinasi Dabrafenib dan Trametinib, dengan tingkat respons terhadap metastasis otak lebih dari 50%.
Imunoterapi yang Efektif untuk Metastasis Otak: Obat imunoterapi golongan inhibitor PD-1/PD-L1, seperti Pembrolizumab dan Nivolumab, telah terbukti efektif dalam mengendalikan metastasis otak pada pasien melanoma dan kanker paru non-sel kecil (NSCLC). Hasil pengobatan biasanya lebih baik jika imunoterapi dikombinasikan dengan Stereotactic Radiosurgery (SRS), yaitu terapi radiasi yang menargetkan tumor secara sangat presisi.
Koordinasi Waktu antara SRS dan Terapi Sistemik: Kami merencanakan waktu pelaksanaan Stereotactic Radiosurgery (SRS) untuk metastasis otak secara cermat agar sesuai dengan jadwal imunoterapi atau terapi target yang sedang dijalani pasien. Pengaturan waktu yang tepat ini bertujuan untuk mengurangi risiko efek samping, termasuk nekrosis radiasi (kerusakan jaringan akibat paparan radiasi), serta meningkatkan efektivitas pengobatan secara keseluruhan. Dengan pendekatan yang terkoordinasi, terapi dapat bekerja lebih optimal dalam mengendalikan kanker baik di otak maupun di bagian tubuh lainnya.
Yang perlu di ketahui: Metastasis otak Anda tidak ditangani secara terpisah. Kami menyerang dari dua arah secara bersamaan, yaitu dari dalam tubuh dengan terapi target atau imunoterapi yang dapat bekerja hingga ke sistem saraf pusat, dan dari luar dengan CyberKnife SRS yang menargetkan tumor di otak secara presisi. Pendekatan ini juga sekaligus membantu mengendalikan kanker di seluruh tubuh yang menyebabkan penyebaran ke otak.
Ketika pengobatan standar sudah tidak lagi efektif, pasien dapat dihubungkan dengan berbagai uji klinis fase III yang tersedia di Tiongkok, yang umumnya dapat diakses 3–5 tahun lebih cepat dibandingkan di negara lain.
Untuk kasus metastasis otak, pilihan ini mencakup obat TKI generasi baru yang dapat menembus sistem saraf pusat (CNS), kombinasi SRS dengan imunoterapi terbaru, terapi intratekal untuk metastasis leptomeningeal, serta uji klinis terapi radioligand yang masih berkembang.
Melalui pemeriksaan molekuler NGS, pasien dapat dicocokkan dengan uji klinis yang sesuai dengan mutasi genetik spesifik yang dimiliki. Seluruh proses dilakukan dengan persetujuan etik yang ketat serta pengawasan medis secara menyeluruh.
Pengobatan tradisional Tiongkok digunakan bersama terapi utama sebagai pendukung untuk membantu menjaga fungsi saraf dan energi tubuh selama pengobatan.
• Membantu mengurangi efek samping pengobatan: Membantu mengatasi pembengkakan di sekitar tumor dan sakit kepala, mengurangi kelelahan serta gangguan tidur akibat terapi, mendukung pemulihan setelah SRS atau operasi, serta membantu meredakan efek samping penggunaan steroid jangka panjang seperti perubahan suasana hati, peningkatan gula darah, dan pengecilan otot.
• Mendukung efektivitas pengobatan: Beberapa formula herbal tertentu dapat membantu meningkatkan toleransi tubuh terhadap terapi sistemik dan mendukung fungsi sistem kekebalan tubuh.
• Dukungan tambahan dengan akupunktur: Akupunktur dapat membantu mengurangi sakit kepala, pusing, kelelahan kognitif setelah terapi, serta gangguan tidur akibat kanker.
Tujuan: Menjaga kejernihan berpikir, mengurangi gejala pada sistem saraf, dan mempertahankan energi tubuh, sehingga pasien memiliki kekuatan yang cukup untuk menjalani pengobatan di dua sisi sekaligus, yaitu pada otak dan seluruh tubuh.
Setiap kasus metastasis otak akan dievaluasi secara menyeluruh oleh tim multidisiplin (MDT) yang terdiri dari dokter spesialis radioterapi (CyberKnife/SRS), neuro-onkologi, bedah saraf, onkologi medik (terapi sistemik), neurologi (penanganan kejang dan edema otak), radiologi saraf, serta ahli patologi dan diagnostik molekuler. Penanganan metastasis otak memerlukan pertimbangan yang kompleks. Tim dokter akan menentukan pilihan terapi yang paling sesuai, seperti radiosurgery stereotaktik (SRS), radioterapi seluruh otak (WBRT), operasi, atau Laser Interstitial Thermal Therapy (LITT). Selain itu, tim juga akan mengatur waktu pemberian terapi sistemik, mengelola gejala seperti pembengkakan otak dan kejang, membedakan antara efek samping radiasi dan perkembangan tumor pada pemeriksaan pencitraan lanjutan, serta memastikan bahwa pengobatan metastasis otak sejalan dengan strategi penanganan kanker primer secara keseluruhan.
Diskusi MDT akan dilakukan dalam waktu 48 jam setelah seluruh data medis diterima. Rencana pengobatan disusun berdasarkan jumlah dan lokasi metastasis di otak, profil molekuler tumor, kondisi fisik pasien, jenis kanker primer, serta kebutuhan dan preferensi masing-masing pasien. Pendekatan ini membantu tim medis menentukan strategi terapi yang paling tepat dan terintegrasi.
kasus pasien
Diagnosis: Kanker paru-paru yang telah menyebar ke otak
Pengobatan:
Rencana terapi: Pertama, dilakukan terapi CyberKnife pada tumor yang telah menyebar ke serebelum (otak kecil) sisi kanan untuk meredakan sakit kepala dengan cepat, sehingga keluhan yang dirasakan pasien dapat segera berkurang. Selanjutnya, dilakukan biopsi jarum pada tumor paru-paru untuk memastikan jenis kanker berdasarkan pemeriksaan patologi serta melakukan analisis genetik. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa pasien menderita adenokarsinoma paru dengan mutasi EGFR. Berdasarkan hasil tersebut, pasien memulai pengobatan dengan terapi target generasi pertama. Pada saat yang sama, tumor utama di paru-paru juga mendapatkan radioterapi dosis tinggi menggunakan CyberKnife untuk mengendalikan pertumbuhan dan perkembangan tumor. Dengan demikian, pengobatan dilakukan melalui dua pendekatan yang saling melengkapi. Sementara itu, terapi target generasi ketiga belum digunakan dan masih disimpan sebagai pilihan pengobatan berikutnya. Obat ini akan dipertimbangkan apabila terapi target generasi pertama mulai kehilangan efektivitas atau terjadi resistensi, sehingga pasien masih memiliki pilihan terapi lanjutan yang efektif di masa mendatang.

Rencana terapi CyberKnife tanggal 20 Januari 2014

Gambar rencana terapi CyberKnife untuk kanker paru-paru tanggal 14 April 2024
Pengobatan berlangsung sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan. Terapi CyberKnife digunakan untuk menargetkan tumor di otak dan paru-paru secara tepat, sementara terapi target diberikan secara berkelanjutan untuk membantu mengendalikan perkembangan penyakit. Setelah pengobatan dimulai, keluhan sakit kepala yang dialami pasien berkurang dengan cepat, dan kondisi kesehatannya membaik secara bertahap.
Hasil pengobatan:
Setelah 11,5 tahun, pasien kembali menjalani pemeriksaan kontrol. Hasil evaluasi menunjukkan kondisi yang sangat baik. Pemeriksaan PET-CT mengonfirmasi bahwa tidak ada tanda kekambuhan tumor di serebelum (otak kecil) kanan, tumor di paru-paru telah menghilang, dan tidak ditemukan tanda-tanda tumor di bagian tubuh lainnya. Hingga saat pemeriksaan terakhir, pasien tetap berada dalam kondisi yang stabil.
Untuk mendapatkan evaluasi yang komprehensif, pasien dapat mengunggah hasil MRI otak dengan kontras, PET-CT, laporan patologi kanker primer, serta hasil pemeriksaan NGS atau tes genetik seperti EGFR, ALK, HER2, dan BRAF. Tim ahli MDT metastasis otak dari Fosun Health akan melakukan penilaian menyeluruh dan memberikan rekomendasi awal terapi yang dipersonalisasi dalam waktu 48 jam, termasuk pilihan SRS, WBRT, operasi, serta integrasi dengan terapi sistemik yang sesuai dengan kondisi pasien.