Di Fosun Health, pemeriksaan kanker prostat tidak hanya bertujuan untuk memastikan ada atau tidaknya kanker, tetapi juga untuk mengetahui apakah tumornya bersifat agresif atau tumbuh lambat, seberapa luas penyebarannya, serta menentukan pengobatan yang paling tepat. Tujuannya adalah agar kanker dapat ditangani secara optimal sambil tetap berupaya mempertahankan kemampuan mengontrol buang air kecil dan fungsi seksual pasien.
Melalui alur pemeriksaan yang terpadu dan efisien, hasil evaluasi dapat diperoleh secara lengkap dalam beberapa hari.
Pemeriksaan dimulai dengan tes darah PSA untuk menilai kemungkinan adanya kanker prostat. Dokter akan memeriksa total PSA, free PSA, serta melihat kepadatan dan perubahan kadar PSA dari waktu ke waktu. Jika hasil pemeriksaan masih belum jelas, dapat dilakukan pemeriksaan tambahan seperti PHI (Prostate Health Index) atau 4Kscore untuk membantu menilai risiko kanker dengan lebih akurat dan mengurangi biopsi yang tidak diperlukan.
• MRI multiparametrik (mpMRI): MRI prostat digunakan untuk melihat lokasi, ukuran, dan penyebaran tumor dengan lebih jelas. Pemeriksaan ini juga membantu mengetahui apakah kanker sudah menyebar ke luar prostat atau ke vesikula seminalis. Hasil MRI sangat penting untuk menentukan stadium kanker dan membantu dokter menentukan area yang perlu diperiksa lebih lanjut melalui biopsi. Penilaian dilakukan menggunakan skor PI-RADS untuk membantu menentukan tingkat kecurigaan terhadap kanker.
• PSMA PET-CT: Pemeriksaan ini digunakan untuk mendeteksi penyebaran kanker ke kelenjar getah bening atau organ lain dengan tingkat akurasi yang tinggi. Pemeriksaan ini sangat penting pada pasien dengan risiko tinggi atau pada kasus kanker yang dicurigai kambuh kembali.
• Biopsi terarah dengan panduan MRI: Gambar MRI digabungkan dengan USG secara langsung untuk membantu dokter mengambil sampel jaringan dari area yang paling dicurigai sebagai kanker. Cara ini membantu meningkatkan ketepatan diagnosis dan mengurangi pemeriksaan yang tidak perlu pada area yang berisiko rendah. Prosedur dilakukan melalui area perineum (daerah antara anus dan skrotum) untuk membantu menurunkan risiko infeksi.
• Biopsi sistematis: Selain biopsi terarah, dilakukan juga pengambilan sampel dari beberapa bagian prostat lainnya agar kondisi prostat dapat dinilai secara lebih menyeluruh.
• PSMA PET-CT: Pemeriksaan ini digunakan untuk menentukan stadium kanker secara lebih akurat dan kini banyak digunakan menggantikan CT scan dan bone scan konvensional.
• Bone scan (jika PSMA PET-CT tidak tersedia): Digunakan untuk mendeteksi apakah kanker telah menyebar ke tulang.
Melalui pemeriksaan NGS, dokter dapat memeriksa berbagai perubahan gen yang berhubungan dengan kanker prostat, seperti AR, BRCA1/2, ATM, PALB2, MSI/dMMR, TMB, fusi NTRK, dan ratusan gen lainnya. Hasil pemeriksaan ini membantu menentukan apakah pasien cocok untuk terapi tertentu, seperti PARP inhibitor pada mutasi BRCA, imunoterapi pada MSI-H/dMMR, atau terapi target lainnya. Pemeriksaan ini juga membantu dokter menilai kemungkinan perkembangan penyakit di masa depan. Pada pasien yang memilih pemantauan aktif (active surveillance), pemeriksaan genomik juga dapat membantu menilai apakah tumor cenderung tumbuh lambat atau lebih agresif. Dengan begitu, pengobatan dapat disesuaikan agar tidak berlebihan tetapi tetap optimal.