Kanker prostat biasanya berkembang secara perlahan dalam waktu bertahun-tahun dan pada tahap awal sering tidak menimbulkan nyeri atau keluhan yang jelas. Karena itu, perubahan saat buang air kecil sering dianggap hanya sebagai bagian dari proses penuaan. Jika Anda mengalami salah satu gejala berikut yang berlangsung lebih dari dua minggu terutama jika berusia di atas 50 tahun, memiliki riwayat keluarga kanker prostat atau kanker payudara, atau memiliki mutasi gen BRCA sebaiknya segera menjalani pemeriksaan ke dokter spesialis untuk evaluasi lebih lanjut.
| Gejala | Tanda Peringatan |
|---|---|
| Perubahan saat buang air kecil | Aliran urine menjadi lemah atau terputus-putus, sulit buang air kecil, urine masih menetes setelah selesai buang air kecil, atau terasa kandung kemih belum kosong sepenuhnya setelah buang air kecil. |
| Sering buang air kecil | Buang air kecil menjadi lebih sering dari biasanya, terutama pada malam hari (sering terbangun untuk buang air kecil). |
| Adanya darah pada urine atau air mani | Urine atau air mani tampak berwarna merah muda, merah, atau kecokelatan, tanpa adanya tanda infeksi saluran kemih. |
| Kesulitan mempertahankan ereksi | Baru mengalami kesulitan untuk mendapatkan atau mempertahankan ereksi, dan tidak dapat dijelaskan oleh penyebab lain. |
| Nyeri di area panggul atau tulang. | Nyeri yang menetap pada punggung bawah, bokong, atau area panggul dapat menjadi tanda bahwa kanker telah menyebar ke tulang pada stadium lanjut. |
| Gejala umum pada tubuh | Penurunan berat badan tanpa penyebab yang jelas, tubuh terasa lelah berkepanjangan, atau pembengkakan pada kaki pada kanker stadium lanjut. |
Risiko kanker prostat lebih tinggi pada pria berusia di atas 50 tahun. Pada pria keturunan Afrika atau yang memiliki riwayat keluarga kanker prostat, risiko ini dapat meningkat sejak usia di atas 45 tahun. Risiko juga lebih tinggi pada pria yang memiliki ayah atau saudara laki-laki dengan kanker prostat, memiliki mutasi gen BRCA1/2 atau HOXB13, atau menderita sindrom Lynch. Pada kelompok berisiko tinggi ini, pemeriksaan PSA melalui tes darah dan pemeriksaan colok dubur yang dilakukan setahun sekali dapat membantu mendeteksi kanker lebih awal, saat kanker masih terbatas pada prostat dan peluang kesembuhan masih sangat tinggi.