Kanker Prostat
Ikhtisar Kanker Prostat
Kanker prostat berasal dari kelenjar prostat, yaitu kelenjar kecil berbentuk seperti kacang kenari yang berfungsi menghasilkan cairan semen. Penyakit ini merupakan salah satu kanker yang paling sering terjadi pada pria. Umumnya tumbuh dengan lambat, dan jika ditemukan pada tahap awal, hasil pengobatannya sangat baik dengan prognosis jangka panjang yang baik. Secara global, kanker prostat merupakan kanker kedua yang paling sering terjadi pada pria, dengan lebih dari 1,4 juta kasus baru setiap tahun. Banyak kasus tidak menunjukkan gejala pada tahap awal, tetapi penanganan dini tetap penting untuk mendapatkan peluang kesembuhan terbaik. Oleh karena itu, bagi kelompok berisiko tinggi, pemeriksaan medis sejak dini sangat dianjurkan.
Di Tiongkok, terdapat sekitar 150.000 kasus baru Kanker prostat setiap tahun. Seiring dengan bertambahnya populasi lansia dan meningkatnya pemeriksaan skrining, angka kejadian penyakit ini terus meningkat dengan cepat. Di Fosun Health, jumlah kasus yang terus bertambah ini memberikan pengalaman klinis yang luas bagi tim dokter kami, sehingga setiap tahap penanganan dapat dilakukan dengan lebih tepat, mulai dari diagnosis dini yang akurat, penentuan tingkat risiko, operasi dengan bantuan robot, radioterapi modern, hingga terapi sistemik yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien.
Keunggulan Utama: Mengapa Memilih Fosun Health?
Penanganan kanker prostat umumnya meliputi operasi, radioterapi, dan terapi hormon. Berikut beberapa keunggulan yang dimiliki Fosun Health:
Keunggulan 1: Menjaga Kualitas Hidup dan Fungsi Pria
"Jika saya menjalani operasi, apakah saya akan sulit menahan kencing? Apakah saya masih bisa berhubungan intim dengan pasangan?"
Tantangan: Bagi banyak pasien kanker prostat, kekhawatiran tentang gangguan buang air kecil dan fungsi seksual sering kali sangat besar. Hal ini karena prostat berada sangat dekat dengan otot pengontrol buang air kecil serta saraf dan pembuluh darah yang berperan dalam ereksi. Pada operasi konvensional, area penting ini dapat mengalami kerusakan, sehingga sebagian pasien dapat mengalami kesulitan menahan urine atau gangguan ereksi setelah operasi.
Solusi dari kami: Operasi pengangkatan prostat dengan bantuan robot dilakukan menggunakan teknik pelestarian saraf, dengan tujuan mengatasi kanker sekaligus menjaga fungsi buang air kecil dan fungsi seksual pasien semaksimal mungkin.
• Teknologi robot Da Vinci dengan tampilan 3D yang presisi: Robot bedah Da Vinci memberikan tampilan 3D dengan pembesaran tinggi dan alat operasi yang sangat fleksibel, sehingga dokter dapat melakukan tindakan dengan lebih stabil dan akurat di area panggul yang sempit. Dengan teknologi ini, saraf dan otot penting di sekitar prostat dapat terlihat lebih jelas, sehingga membantu dokter menjaga struktur yang berperan dalam fungsi ereksi dan kontrol buang air kecil.
• Teknik pelestarian saraf di kedua sisi prostat: Pada pasien yang memenuhi syarat, dokter akan berusaha mempertahankan saraf dan pembuluh darah di sekitar prostat selama operasi. Tujuannya adalah untuk membantu menjaga fungsi ereksi tanpa mengurangi keberhasilan pengobatan kanker.
• Perlindungan otot pengontrol urine: Selama operasi, dokter juga berupaya menjaga otot dan saluran kemih agar tetap berfungsi dengan baik. Dengan teknik ini, sebagian besar pasien dapat kembali mengontrol buang air kecil dengan baik dalam beberapa minggu hingga beberapa bulan setelah operasi.
• Teknik Retzius-sparing: Pada pasien tertentu, teknik operasi robotik ini dapat membantu mempercepat pemulihan kontrol buang air kecil. Beberapa pasien bahkan sudah dapat menahan urine dengan baik setelah selang kateter dilepas.
Yang perlu diketahui: Pengobatan kanker prostat tidak hanya bertujuan mengangkat kanker, tetapi juga menjaga kualitas hidup pasien. Dengan bantuan teknologi robotik yang presisi, dokter dapat menangani kanker sambil tetap berupaya mempertahankan fungsi buang air kecil dan fungsi seksual semaksimal mungkin.
Keunggulan 2: Pengobatan Kanker Tanpa Operasi Pengangkatan Prostat
"Saya tidak ingin menjalani operasi. Apakah ada cara untuk mengobati kanker tanpa mengangkat prostat dan tetap menjaga fungsi tubuh saya?"
Tantangan: Sebagian pasien tidak dapat menjalani operasi karena usia lanjut, kondisi kesehatan tertentu, atau pilihan pribadi. Ada juga pasien yang ingin menghindari risiko gangguan buang air kecil dan gangguan ereksi setelah operasi. Radioterapi dari luar tubuh dapat menjadi pilihan pengobatan, tetapi metode konvensional biasanya memerlukan terapi setiap hari selama 7–8 minggu. Selain itu, area radiasi yang lebih luas dapat memengaruhi kandung kemih, rektum, dan otot pengontrol urine di sekitarnya.
Solusi dari kami: CyberKnife M6 dengan radioterapi stereotaktik tubuh (SBRT) khusus prostat.
• 5 kali terapi, bukan 40 kali: Dengan CyberKnife, pengobatan biasanya hanya memerlukan 1–5 sesi terapi, dengan durasi kurang dari 1 jam setiap sesi. Hal ini berbeda dengan radioterapi konvensional yang umumnya dilakukan setiap hari selama 7–8 minggu. Dengan metode ini, pengobatan dapat diselesaikan dalam beberapa hari, bukan beberapa bulan.
• Presisi tinggi hingga 0,1 mm dan perlindungan fungsi tubuh penting: CyberKnife dapat mengikuti pergerakan prostat secara real-time dan mengarahkan radiasi dengan sangat tepat langsung ke area kanker dari berbagai sudut. Dengan teknologi ini, paparan radiasi pada otot pengontrol buang air kecil, saraf yang berperan dalam fungsi ereksi, leher kandung kemih, dan dinding rektum dapat dikurangi semaksimal mungkin. Karena itu, CyberKnife menjadi salah satu keunggulan radioterapi presisi tinggi untuk pengobatan kanker prostat.
• Pengalaman internasional lebih dari 25 tahun: CyberKnife telah digunakan dalam pengobatan kanker prostat selama lebih dari 25 tahun. Hasil penelitian jangka panjang menunjukkan bahwa kemampuan terapi ini dalam mengendalikan kanker setara dengan operasi prostat. Selain itu, risiko gangguan berat pada kontrol buang air kecil dan efek samping pada rektum juga lebih rendah dibandingkan radioterapi konvensional.
• Implantasi biji Iodium-125 (brachytherapy): Pada pasien risiko rendah yang memenuhi kriteria tertentu, tersedia juga pilihan pemasangan permanen biji radioaktif Iodium-125. Dengan bantuan pencitraan, partikel radioaktif berukuran sangat kecil ditanam langsung ke dalam prostat. Prosedur ini dilakukan satu kali, kemudian partikel tersebut akan memberikan radiasi dari dalam tubuh selama beberapa bulan untuk menghancurkan sel kanker, dengan dampak yang sangat minimal pada organ di sekitarnya.
Maknanya bagi Anda: Jika operasi bukan pilihan Anda, CyberKnife dapat menjadi alternatif pengobatan yang bertujuan menyembuhkan kanker tanpa pembedahan. Terapi ini dilakukan tanpa operasi dan hanya membutuhkan beberapa sesi pengobatan. Hasilnya dapat membantu mengendalikan kanker dalam jangka panjang sambil tetap menjaga fungsi tubuh, dengan hasil yang setara atau bahkan lebih baik dibandingkan radioterapi konvensional.
Keunggulan 3: PSA Meningkat atau Metastasis Tulang — Bukan Akhir
"Setelah pengobatan, PSA saya kembali naik dan hasil bone scan menunjukkan adanya kelainan. Apakah ini berarti kondisi saya sudah memasuki tahap akhir?"
Tantangan: Kekambuhan biokimia (peningkatan PSA setelah operasi atau radioterapi) dan metastasis tulang terbatas sering menjadi kondisi yang menimbulkan kekhawatiran pada pasien. Dalam banyak kasus, pasien hanya disarankan untuk "menunggu dan mengamati" sampai penyakit menyebar lebih luas, atau langsung menjalani terapi hormon jangka panjang. Terapi ini dapat menimbulkan efek samping seperti rasa panas (hot flashes), pengeroposan tulang, penurunan massa otot, gangguan metabolisme, serta penurunan gairah seksual.
Solusi dari Kami: Pengobatan dini, aktif, dan terpadu. Pengobatan dilakukan lebih awal dan terarah untuk menangani kekambuhan atau penyebaran kanker sebelum menjadi lebih luas.
• Radiosurgery untuk metastasis terbatas (oligometastasis): Untuk 1–5 area metastasis tulang, CyberKnife M6 digunakan dengan presisi 0,1 mm untuk menghancurkan lesi secara non-invasif. Terapi ini membantu mempertahankan kekuatan tulang dan mencegah patah tulang patologis. Pada lesi yang menimbulkan nyeri tulang, ablasi kriogenik (cryoablation) dapat memberikan efek pereda nyeri alami sekaligus menghancurkan tumor.
• Implantasi biji Iodium-125 pada tulang: Pada penyebaran kanker ke tulang yang menimbulkan nyeri, biji radioaktif kecil dapat ditanam langsung ke area tulang untuk memberikan radiasi dari dalam secara terus-menerus. Tujuannya adalah mengontrol nyeri dan mencegah patah tulang.
• Terapi penyelamatan pada area panggul: Jika kanker kambuh di area panggul setelah radioterapi, dapat dilakukan cryoablation atau HIFU melalui area perineum untuk menghancurkan jaringan kanker tanpa perlu operasi besar atau radioterapi ulang.
• Terapi panas untuk meningkatkan efektivitas radiasi: Pada penyebaran kanker tulang yang luas, pemanasan area tumor dapat membuat sel kanker lebih sensitif terhadap radioterapi. Hal ini membantu mengurangi nyeri dan mengendalikan tumor tanpa menambah efek samping.
• Pendekatan terapi terpadu (MDT): Pengobatan tidak langsung menggunakan terapi hormon jangka panjang, tetapi terlebih dahulu menargetkan area penyebaran yang terlihat agar pasien tidak terlalu cepat mengalami efek samping terapi hormon.
Yang perlu diketahui: Peningkatan PSA atau beberapa lesi tulang tidak selalu berarti penyakit akan terus memburuk. Dengan pendekatan dini dan presisi, kami menargetkan kekambuhan dan metastasis secara langsung, sehingga pasien dapat mempertahankan kualitas hidup yang baik lebih lama sebelum membutuhkan terapi lanjutan.
Keunggulan 4: Setelah Terapi Hormon Tidak Lagi Efektif Akses ke Obat Generasi Baru
"Saya sudah menjalani terapi hormon selama bertahun-tahun, tetapi PSA kembali naik. Dokter mengatakan kanker menjadi resisten terhadap terapi hormon. Apakah masih ada pilihan pengobatan lain?"
Tantangan: Kanker prostat metastatik yang resisten terhadap kastrasi (mCRPC) merupakan tahap lanjut yang serius dan dapat mengancam jiwa. Ketika terapi hormon utama (ADT) dan obat antiandrogen sudah tidak lagi bekerja,ihan pengobatan menjadi lebih terbatas. Meskipun ada terapi baru seperti obat hormon generasi terbaru, PARP inhibitor, dan terapi target PSMA berbasis radioaktif, namun di banyak tempat terapi ini sulit diakses, biayanya tinggi, atau membutuhkan waktu lama untuk mendapat persetujuan penggunaan.
Solusi dari kami: Di Tiongkok, pengobatan lanjutan disesuaikan secara tepat dengan hasil pemeriksaan genetik tumor pasien, sehingga terapi yang diberikan lebih tepat sasaran dan biayanya jauh lebih terjangkau dibandingkan di banyak negara lain.
• Obat hormon generasi baru: Abiraterone, enzalutamide, darolutamide, dan apalutamide telah disetujui di Tiongkok dan digunakan secara rutin untuk kanker prostat yang masih sensitif terhadap hormon maupun yang sudah resisten terhadap kastrasi. Terapi ini dapat memperpanjang harapan hidup hingga hitungan tahun, bukan hanya bulan.
• PARP inhibitor: Pada pasien mCRPC dengan mutasi BRCA1/2 atau ATM, obat seperti olaparib dan rucaparib dapat digunakan untuk menargetkan gangguan perbaikan DNA pada sel kanker secara lebih spesifik.
• Terapi Lutetium-177 PSMA: Pada mCRPC yang PSMA-positif setelah beberapa kali pengobatan, terapi ini mengirimkan radiasi langsung ke sel kanker di seluruh tubuh, termasuk tulang dan kelenjar getah bening, dengan kerusakan minimal pada jaringan sehat.
• Imunoterapi: Pada kanker prostat tipe MSI-H/dMMR, terapi PD-1 inhibitor dapat memberikan respons pengobatan yang baik pada sebagian pasien.
• Akses uji klinis fase III: Jika pengobatan standar sudah tidak efektif, pasien dapat mengikuti uji klinis untuk obat baru seperti terapi target PSMA, obat penghancur reseptor androgen generasi baru, atau kombinasi imunoterapi, yang biasanya lebih cepat tersedia dibanding jalur reguler.
Dengan dukungan produksi dan penelitian di Tiongkok, biaya pengobatan menjadi lebih terjangkau, yaitu sekitar 30%–50% dibandingkan Eropa dan Amerika, tanpa mengurangi kualitas. Pemilihan terapi juga didasarkan pada hasil pemeriksaan genetik (NGS) seperti BRCA, ATM, dan MSI, serta pengalaman dokter dalam menangani banyak kasus kanker prostat.
Yang perlu diketahui: "Resisten terhadap kastrasi" adalah sebuah tahap penyakit, bukan vonis akhir. Status BRCA, PSMA, atau reseptor androgen Anda dapat menentukan akses ke obat yang tersedia di sini, saat ini, dan dengan biaya yang lebih terjangkau.
Pendampingan Menyeluruh dan Akses ke Terapi Terbaru
Akses cepat ke uji klinis:
Jika pengobatan standar sudah tidak lagi efektif, pasien dapat langsung dihubungkan dengan berbagai uji klinis fase III di Tiongkok, yang biasanya tersedia lebih cepat, sekitar 3–5 tahun dibandingkan di banyak negara lain. Melalui pemeriksaan genetik (NGS), pasien akan dicocokkan dengan uji klinis yang sesuai dengan perubahan gen tertentu seperti BRCA, ATM, MSI, atau PSMA. Semua proses dilakukan dengan persetujuan etik dan pengawasan dokter secara ketat untuk memastikan keamanan pasien.
Integrasi onkologi dan dukungan pengobatan tradisional Tiongkok
Pengobatan tradisional Tiongkok digunakan bersamaan dengan terapi utama untuk membantu menjaga kondisi tubuh tetap bugar dan mendukung keseimbangan hormon.
• Mengurangi efek samping: membantu meredakan keluhan seperti hot flashes dan keringat malam akibat terapi hormon, menjaga kepadatan tulang, mengurangi kelelahan akibat kemoterapi dan gangguan saraf, serta mendukung fungsi buang air kecil.
• Meningkatkan efektivitas pengobatan: beberapa obat herbal tertentu dapat membantu meningkatkan sensitivitas sel kanker terhadap terapi hormon atau kemoterapi. Akupunktur juga dapat membantu mengurangi hot flashes, sering buang air kecil, kelelahan, dan kecemasan selama masa pengobatan.
• Tujuan: mengurangi beban efek samping pengobatan, menjaga energi dan kualitas hidup pasien, serta membantu pasien tetap kuat menjalani setiap siklus terapi sesuai rencana.
Keputusan Pengobatan oleh Tim Dokter Multidisiplin (MDT)
Setiap pasien kanker prostat akan dibahas bersama oleh tim dokter dari berbagai bidang, seperti bedah urologi onkologi, radioterapi, onkologi medis, radiologi intervensi, kedokteran nuklir (untuk pemeriksaan PSMA dan terapi Lutetium), radiologi, dan patologi.
Penentuan pengobatan kanker prostat cukup kompleks, misalnya apakah perlu hanya dipantau atau langsung diobati; memilih antara operasi robotik dengan pelestarian saraf, radioterapi CyberKnife (SBRT), atau pemasangan biji radioaktif; menentukan urutan terapi hormon; serta memilih terapi yang tepat seperti PARP inhibitor atau terapi PSMA berbasis radioaktif.
Tim MDT akan memberikan keputusan dalam waktu 48 jam. Rencana pengobatan disusun berdasarkan stadium kanker, skor Gleason, kadar PSA, hasil pemeriksaan genetik, usia, kondisi kesehatan pasien, serta preferensi pasien, agar mendapatkan pengobatan yang paling sesuai dan optimal.
Kisah pasien dengan kanker prostat
Diagnosis: pasien mengalami kanker prostat yang masih sensitif terhadap terapi penurunan hormon androgen, dengan penyebaran terbatas (oligometastatik) dan beban tumor yang rendah. Berdasarkan hasil pemeriksaan, stadium kanker termasuk cT2bN0M1b atau stadium IVB.

Rencana pengobatan:
Pada 14 April 2023, pasien mulai menjalani terapi penurunan hormon androgen (ADT) menggunakan suntikan goserelin 3,6 mg di bawah kulit setiap 4 minggu, yang dikombinasikan dengan obat minum bicalutamide. Untuk menjaga kesehatan tulang, pasien juga diberikan asam zoledronat sebagai terapi perlindungan tulang. Pada periode 24 April hingga 3 Mei 2023, pasien menjalani stereotactic body radiotherapy (SBRT) menggunakan linear accelerator untuk menangani penyebaran kanker ke tulang belakang bagian L4.

Setelah menjalani radioterapi, nyeri pada kaki kanan bagian bawah pasien berkurang secara signifikan.
Kondisi setelah pengobatan:
Setelah menjalani terapi, nyeri pada kaki kanan bagian bawah pasien hilang sepenuhnya. Kondisi umum dan mental pasien juga dalam keadaan baik, sehingga pasien sudah dapat kembali menjalani aktivitas sehari-hari dan bekerja seperti biasa.
Silakan unggah hasil pemeriksaan PSA, MRI multiparametrik, laporan biopsi, hasil PSMA PET-CT, serta hasil tes genetik (NGS) seperti BRCA, AR, dan MSI. Tim dokter multidisiplin kanker prostat kami akan memberikan rencana awal pengobatan yang disesuaikan dengan kondisi pasien dalam waktu 48 jam, termasuk penilaian untuk mempertahankan fungsi seksual dan kontrol buang air kecil, serta strategi terapi intervensi untuk menurunkan stadium kanker