Kanker Lambung

Gambaran umum kanker lambung

Kanker lambung adalah kanker yang berasal dari lapisan dalam dinding lambung. Jika dapat ditemukan sejak tahap awal dan segera ditangani, banyak pasien memiliki peluang untuk hidup lebih lama, bahkan bisa sembuh secara klinis.

Di seluruh dunia, terdapat sekitar 970.000 kasus baru kanker lambung setiap tahun, sehingga termasuk salah satu dari lima jenis kanker yang paling sering terjadi.

Di Tiongkok, jumlah kasusnya mencapai hampir setengah dari total dunia, dengan sekitar 480.000 kasus baru setiap tahun. Di Fosun Health, banyaknya kasus ini membuat tim medis memiliki pengalaman tinggi, terutama dalam menjaga fungsi lambung dan mempertahankan kemampuan pasien untuk tetap makan dengan normal setelah pengobatan. Setiap tahun, tim menangani ribuan pasien, termasuk operasi pengangkatan kanker lambung, operasi yang tetap mempertahankan sebagian fungsi lambung, serta berbagai tindakan intervensi yang kompleks.

“Semakin banyak pengalaman, semakin tepat penanganannya, dan semakin baik hasil pengobatannya.”

Mengapa Memilih Fosun Health?

Setiap penanganan kanker lambung melibatkan operasi, obat-obatan, dan radioterapi. Berikut adalah keunggulan khusus yang membedakan kami:

Keunggulan 1: Mempertahankan Lambung dan Kemampuan Makan Setelah Operasi

Apakah tumor bisa diangkat, tetapi lambung saya tetap sebisa mungkin dipertahankan agar saya masih bisa makan normal?

Tantangan: Ketakutan terbesar pasien kanker lambung bukan hanya tentang bertahan hidup, tetapi apakah setelah operasi mereka masih bisa makan dengan normal.

Pengangkatan seluruh lambung dapat menyebabkan pasien harus makan dalam porsi kecil seumur hidup, risiko sindrom dumping, anemia, dan kekurangan nutrisi. Bahkan operasi parsial pun bisa menimbulkan refluks atau gangguan pengosongan lambung.

Solusi Kami: Pendekatan Utama adalah Mempertahankan Fungsi Lambung Kami tidak langsung mengasumsikan bahwa seluruh lambung harus diangkat. Rencana pengobatan difokuskan untuk mempertahankan fungsi lambung:

•   Lesi dini / pra-kanker tingkat tinggi: Menggunakan teknik endoskopi (ESD/EMR) untuk mengangkat lesi melalui saluran pencernaan tanpa sayatan di perut, sehingga lambung tetap utuh.

•   Tumor bagian atas lambung: Dilakukan pengangkatan sebagian lambung bagian atas dengan rekonstruksi anti-refluks (jalur ganda atau flap otot). Hanya bagian yang sakit yang diangkat, sementara bagian bawah lambung dan katup pilorus tetap dipertahankan.

•   Tumor dini di bagian tengah dan bawah lambung: Dilakukan operasi yang mempertahankan pilorus (PPG), yaitu mengangkat kanker tetapi menjaga katup lambung agar pengosongan makanan tetap normal dan mengurangi risiko sindrom dumping serta refluks empedu.

•   Tumor lanjut yang memerlukan pengangkatan total lambung: Dilakukan operasi robotik dengan pembersihan kelenjar getah bening secara menyeluruh (D2/D2+), sekaligus menjaga cabang saraf vagus yang mengatur gerakan lambung dan usus. Hal ini membantu mengurangi gangguan fungsi pencernaan setelah operasi dan mempercepat pasien kembali makan secara normal.

Manfaat bagi pasien: “Pengobatan kuratif” tidak selalu berarti pengangkatan seluruh lambung.

Selama aman secara onkologis, kami berusaha mempertahankan sebanyak mungkin fungsi lambung, sehingga pasien tetap dapat makan makanan biasa, bukan hanya bergantung pada nutrisi cair atau suplemen.

Keunggulan 2: Penanganan Darurat Intervensi untuk Perdarahan, Sumbatan, dan Asites

Tumor saya sedang berdarah, menyumbat jalan keluar lambung, atau menyebabkan penyakit kuning dan perut sangat kembung. Kondisi saya terlalu lemah untuk operasi besar. Apakah ada cara untuk menolong saya terlebih dahulu?

Tantangan: Kanker lambung stadium lanjut sering menimbulkan komplikasi serius, seperti perdarahan akibat tumor yang mengalami ulserasi, sumbatan di bagian keluar lambung sehingga tidak bisa makan, penekanan saluran empedu yang menyebabkan penyakit kuning, serta penumpukan cairan di perut (asites) yang menimbulkan rasa tidak nyaman berat.

Pada kondisi ini, pasien sering mengalami kekurangan nutrisi, anemia, dan kelemahan berat sehingga tidak mampu menjalani operasi besar.

Solusi dari  Kami: Tindakan Intervensi Minim Invasif untuk Menstabilkan Kondisi. Kami menyediakan penanganan darurat tanpa operasi terbuka untuk menstabilkan kondisi pasien terlebih dahulu

•   Embolisasi arteri lambung selektif: Melalui tusukan kecil di selangkangan, kateter dimasukkan hingga ke pembuluh darah lambung yang mengalami perdarahan, kemudian ditutup dengan bahan khusus sehingga perdarahan dapat segera berhenti. Prosedur ini tidak memerlukan sayatan besar maupun anestesi umum.

•   Pemasangan stent saluran pencernaan: Untuk sumbatan di pilorus atau bagian bawah lambung, dipasang stent logam khusus dengan bantuan endoskopi atau sinar-X. Dalam beberapa jam, aliran makanan kembali terbuka sehingga pasien dapat makan dan minum lagi.

•   Drainase dan stent saluran empedu: Untuk penyakit kuning akibat sumbatan tumor, dilakukan pemasangan drainase atau stent pada saluran empedu untuk mengurangi penumpukan bilirubin, melindungi fungsi hati, dan membantu pemulihan kondisi tubuh sebelum terapi kanker lanjutan.

•   Penanganan asites (cairan perut): Cairan berlebih di rongga perut dikeluarkan melalui kateter khusus untuk mengurangi tekanan, sesak napas, dan rasa nyeri, serta meningkatkan kenyamanan pasien.

•   Terapi infus arteri (konversi tumor): Pada kasus tertentu, obat kemoterapi dengan konsentrasi tinggi diberikan langsung ke pembuluh darah tumor untuk mengecilkan massa tumor, sehingga kondisi darurat seperti sumbatan dapat diubah menjadi kondisi yang lebih stabil untuk operasi kuratif terencana.

Manfaat bagi pasien: Saat terjadi perdarahan, sumbatan, atau penyakit kuning, pasien tidak harus terlebih dahulu berada dalam kondisi “cukup kuat” untuk menjalani operasi besar. Tim intervensi kami dapat melakukan beberapa tindakan sekaligus untuk menghentikan perdarahan, membuka sumbatan, mengurangi tekanan cairan, dan mengecilkan tumor sehingga kondisi menjadi stabil dan pasien dapat melanjutkan pengobatan kuratif secara aman dan terencana.

Keunggulan 3: Kekambuhan Tidak Selalu Berarti Operasi Besar Lagi

Saya sudah pernah menjalani operasi lambung. Sekarang kanker muncul kembali di area sambungan operasi atau kelenjar getah bening sekitar lambung. Apakah saya harus operasi besar lagi?

Tantangan: Kekambuhan setelah operasi di area bekas operasi lambung, sambungan usus, atau kelenjar getah bening di perut bagian atas sering terasa sangat berat bagi pasien.

Operasi ulang di area ini berisiko tinggi karena adanya jaringan parut yang padat, perubahan anatomi, serta kemungkinan komplikasi yang lebih besar. Banyak pasien bahkan diberitahu bahwa operasi ulang sudah tidak memungkinkan.

Solusi dari Kami: Radioterapi Presisi Tanpa Operasi. Dengan teknologi M6 CyberKnife, dilakukan radioterapi presisi tinggi hingga akurasi 0,1 mm. Sistem ini dapat mengikuti pergerakan tumor saat bernapas dan mengarahkan radiasi dari ribuan sudut untuk menghancurkan tumor secara tepat. Digunakan untuk menangani:

•   Kekambuhan lokal di area bekas operasi lambung atau sambungan (anastomosis)

•   Kekambuhan pada kelenjar getah bening di sekitar lambung

•   Metastasis kecil di hati atau paru-paru

Prosedur ini sepenuhnya tanpa operasi, tanpa sayatan, tanpa perdarahan, tidak menyebabkan perlengketan jaringan, dan tidak mengganggu terapi sistemik yang sedang berjalan. Radiasi juga dirancang untuk melindungi organ penting seperti sisa lambung, usus, ginjal, dan sumsum tulang belakang.

•   Kekambuhan lokal: dapat ditangani dalam 1–5 kali sesi rawat jalan dengan dosis radiasi kuratif.

•   Metastasis kecil: dapat dihancurkan tanpa operasi melalui tindakan non-invasif.

Manfaat bagi Pasien: Hasil pemeriksaan yang menunjukkan kekambuhan tidak selalu berarti harus menjalani operasi besar lagi. Dengan terapi ini, lesi yang kambuh dapat dihancurkan tanpa operasi, sehingga pasien tetap bisa melanjutkan kemoterapi atau terapi target tanpa gangguan.

Keunggulan 4: Akses ke Terapi Target dan Imunoterapi Generasi Baru

Saya HER2 positif, tetapi sudah resisten terhadap trastuzumab. Apa itu CLDN18.2? Apakah obat baru ini bisa saya akses dan terjangkau?

Tantangan: Pengobatan kanker lambung saat ini sangat bergantung pada profil molekuler tumor. Tumor HER2 positif pada akhirnya dapat menjadi resisten terhadap terapi. CLDN18.2 adalah target baru yang banyak ditemukan pada kanker lambung di Asia dan membutuhkan obat khusus. Setelah kemoterapi standar tidak lagi efektif, ketersediaan dan biaya terapi lanjutan menjadi faktor penting untuk melanjutkan pengobatan.

Solusi dari Kami: Terapi Lanjutan Berdasarkan Profil Molekuler dengan Akses Lebih Cepat

Di Tiongkok, terapi lanjutan berdasarkan profil genetik dapat diakses lebih cepat dengan biaya yang lebih terjangkau:

•   HER2 positif: Trastuzumab deruxtecan (T-DXd) memberikan tingkat respons tinggi pada pasien HER2 positif maupun HER2 rendah yang sudah pernah menjalani pengobatan. Tersedia juga antibodi bispesifik HER2 untuk kasus yang sudah resisten.

•   CLDN18.2 positif: Zolbetuximab merupakan terapi target yang dirancang khusus untuk CLDN18.2, target yang banyak ditemukan pada kanker lambung di Asia, dan sudah tersedia di Tiongkok.

•   Penyakit lanjut atau metastasis: Kombinasi terapi inovatif dari Tiongkok, seperti camrelizumab (anti-PD-1) + apatinib (inhibitor VEGFR-2) + kemoterapi, telah direkomendasikan dalam panduan klinis CSCO.

•   MSI-H/dMMR: Imunoterapi PD-1 dapat memberikan respons yang dalam dan bertahan lama pada subtipe ini.

Dengan dukungan penelitian dan produksi dalam negeri, total biaya pengobatan di Tiongkok sekitar 30%–50% lebih rendah dibandingkan negara Barat, tanpa mengurangi kualitas terapi. Pemilihan obat dilakukan berdasarkan analisis genetik (NGS) dan pengalaman dokter yang menangani ribuan kasus kanker lambung stadium lanjut.

Manfaat bagi Pasien: Status HER2, CLDN18.2, MSI, atau PD-L1 bukan sekadar label. Ini adalah “peta arah pengobatan” yang menentukan terapi paling tepat, tersedia, dan terjangkau bagi Anda di saat ini.

Pendampingan Menyeluruh dan Akses ke Terapi Terkini

Jalur Akses Cepat Uji Klinis

Ketika pengobatan standar sudah tidak lagi efektif, kami terhubung langsung dengan seluruh database uji klinis fase III di Tiongkok—yang biasanya dapat diakses 3–5 tahun lebih awal dibandingkan negara lain. Melalui analisis genetik (NGS), pasien dicocokkan dengan uji klinis yang sesuai dengan mutasi tumornya, dengan seluruh proses melalui persetujuan etika dan pengawasan medis.

Pendekatan Terpadu: Onkologi dan Dukungan Pengobatan Tradisional Tiongkok

Pengobatan tradisional Tiongkok digunakan bersamaan dengan terapi utama sebagai “pelindung fungsi lambung”:

•   Mengurangi efek samping: Melindungi mukosa lambung, membantu mengatur enzim pencernaan, mengurangi mual dan muntah, memperbaiki nafsu makan dan kelelahan, serta mencegah penyempitan pada sambungan usus setelah operasi atau radioterapi.

•   Meningkatkan efektivitas: Beberapa formulasi tertentu dapat membantu meningkatkan sensitivitas tumor terhadap kemoterapi atau terapi target.

•   Dukungan akupunktur: Membantu mengatasi gangguan pengosongan lambung setelah operasi (gastroparesis), mual, refluks, dan kelelahan akibat kanker.

Tujuan: Melindungi fungsi pencernaan yang masih tersisa, mengurangi beban pengobatan, dan membantu pasien memiliki cukup tenaga untuk menyelesaikan setiap siklus terapi sesuai rencana.

Keputusan Terpadu oleh Tim Multidisiplin

Setiap kasus kanker lambung ditinjau oleh tim dokter dari berbagai bidang, termasuk bedah lambung, bedah hepatobilier (untuk keterlibatan saluran empedu), radiologi intervensi, onkologi medis, radioterapi, endoskopi pencernaan, radiologi, dan patologi.

Pengambilan keputusan pada kanker lambung memiliki tingkat kompleksitas yang tinggi, seperti menentukan apakah tumor cukup diangkat dengan endoskopi atau perlu operasi laparoskopi/operasi terbuka, apakah harus dilakukan pengangkatan seluruh lambung atau sebagian (termasuk teknik yang mempertahankan pilorus), apakah perlu kemoterapi sebelum operasi atau langsung operasi, serta pengaturan urutan terapi target dan imunoterapi.

Tim multidisiplin (MDT) akan melakukan diskusi dalam waktu 48 jam. Rencana pengobatan yang diberikan merupakan keputusan bersama yang disesuaikan berdasarkan stadium kanker, profil molekuler tumor, status nutrisi pasien, serta prioritas pribadi masing-masing pasien.

Unggah seluruh data medis Anda secara lengkap: hasil gastroskopi dan laporan patologi, hasil endoskopi ultrasonografi (EUS), hasil CT kontras dada–perut–panggul, laporan PET-CT, serta hasil pemeriksaan genetik (NGS) seperti HER2, CLDN18.2, MSI/dMMR, dan EBV.

Kasus pasien dengan kanker lambung

Diagnosis: Pemeriksaan USG endoskopi memastikan kanker lambung stadium III, dengan penyebaran tumor yang telah menembus lapisan otot lambung hingga lapisan subserosa, serta dicurigai telah menyebar ke kelenjar getah bening regional.

Rencana pengobatan:
Pasien menjalani terapi kombinasi berupa kemoradioterapi neoadjuvan, operasi pengangkatan tumor, dan kemoterapi adjuvan. 

Setelah pengobatan:

Hasil pemeriksaan CT scan dan endoskopi pada kontrol 18 bulan menunjukkan tidak ditemukan tanda-tanda kanker kembali kambuh. 

Tim ahli MDT kanker lambung dari Fosun Health akan melakukan evaluasi menyeluruh, dan dalam waktu 48 jam akan memberikan rencana diagnosis dan pengobatan awal yang dipersonalisasi, termasuk penilaian kemungkinan mempertahankan fungsi lambung serta strategi terapi intervensi untuk menurunkan stadium tumor.

Pendaftaran Konsultasi

Kirim
Ikuti Kami
Pendaftaran Konsultasi
Kirim
Book Appt.
Call Us
Telephone
+62 811998896
+62 811188251