Apa Saja Opsi Untuk Pengobatan Limfoma?

Lu Qiuxia

Jabatan:
Kepala Dokter, Spesialis Onkologi Radiasi
Kepala Medis, Pusat Diagnostik dan Terapi Presisi Kanker
Kepala Pusat Terapi Radiasi Presisi

Konsultasi Gratis

Apa saja metode diagnostik konvensional untuk limfoma?

 

1. Pemeriksaan darah (hemogram): Pada tahap awal biasanya tidak menunjukkan kelainan khusus. Anemia (kurang darah) dapat ditemukan pada stadium lanjut atau pada pasien dengan anemia hemolitik. Jumlah sel darah putih umumnya normal kecuali jika sumsum tulang terlibat, peningkatan eosinofil dan sering ditemukan pada HD.

 

2. Pemeriksaan sumsum tulang (mielogram):  Sebelum sumsum tulang terkena limfoma, biasanya tidak menunjukkan kelainan. Menemukan sel reed sternberg pada apusan sumsum tulang HD sangat berharga dalam diagnostik.

 

3. Pemeriksaan biokimia : Peningkatan laju sedimentasi eritrosit menunjukkan aktivitas penyakit; kadar tembaga dan feritin serum meningkat saat penyakit berkembang dan menurun pada saat remisi; kadar seng menunjukkan pola sebaliknya. Peningkatan kadar fosfatase alkali dapat mengindikasikan keterlibatan hati atau tulang. Keterlibatan hati juga dapat disertai dengan Peningkatan 5'-nukleotidase bersamaan. Hiperkalsemia (kadar kalsium darah tinggi) menunjukkan keterlibatan tulang.

 

4. Kelainan imunologi: Pasien HD menunjukkan penurunan reaktivitas terhadap tuberkulin dan antigen lainnya, dan penurunan laju transformasi limfosit in vitro, tingkat penurunannya terkait dengan perkembangan penyakit.

 

5. Biopsi: Merupakan metode pemeriksaan yang sangat penting untuk menegakkan diagnosis. Biasanya dilakukan biopsi kelenjar getah bening di leher bagian bawah atau ketiak.

 

6. Mediastinoskopi: Mediastinoskopi memungkinkan biopsi mediastinum melalui pendekatan ekstrapleural , relatif sederhana dan aman.

 

7. Pemeriksaan CT scan, MRI, dan PET-CT: Dapat mendeteksi kelainan kelenjar getah bening di mediastinum, retroperitoneal , mesenterium , serta kelainan hati dan limpa.


2c7a1cc3-bc0b-4b49-98b5-0e8046f5a4c6.png.jpg

Manifestasi pada PET-CT Limfoma


8.       Laparotomi (pembedahan perut): Dapat menentukan keterlibatan limpa, hati, dan kelenjar getah bening di rongga perut, untuk menggunakan radioterapi, penting untuk menentukan bidang penyinaran (stadium patologis). Seperti Jika dilakukan splenektomi  secara bersamaan, dapat menghindari kerusakan organ di sekitarnya akibat radiasi pada daerah limpa.

 

 

Apa Saja Opsi Untuk Pengobatan Limfoma ?

Limfoma memiliki heterogenitas yang tinggi, sehingga efektivitas pengobatan sangat bervariasi. Jenis patologi dan stadium limfoma yang berbeda memiliki perbedaan yang signifikan dalam hal intensitas pengobatan dan prognosis. Metode pengobatan limfoma meliputi beberapa cara berikut, tetapi pengobatan yang tepat harus disesuaikan dengan kondisi pasien secara individual.

 

Radioterapi

 

Indikasi Radioterapi:

1. Penyakit Hodgkin (HL) stadium I/II (radioterapi saja dapat mendapatkan hasil yang baik), stadium III memerlukan kombinasi kemoterapi dan radioterapi.

 

2.       Limfoma Non-Hodgkin (NHL) stadium I/II menggunakan radioterapi sebagai terapi utama, kemudian diikuti kemoterapi konsolidasi. Stadium III/IV menggunakan kemoterapi sebagai terapi utama, dengan penambahan radioterapi lokal. Termasuk: sebagian besar limfoma ganas tingkat rendah/indolen stadium awal; limfoma sel B besar difus stadium awal; beberapa limfoma agresif. Seperti limfoma sel NK/T nasal, limfoma sel NK/T nasal stadium IE-IIE.


06cb7d5b-003b-4c1d-a623-e3ae9d0c86d9.png.jpg

Perbandingan Setelah Pengobatan Limfoma


Kemoterapi

 

Kemoterapi limfoma umumnya menggunakan kombinasi kemoterapi, yang dapat dikombinasikan dengan obat terapi target dan agen biologi. Dalam beberapa tahun terakhir, rejimen kemoterapi limfoma telah banyak mengalami peningkatan, yang telah meningkatkan angka harapan hidup pada berbagai jenis limfoma.

 

Transplantasi Sumsum Tulang

 

Pada pasien di bawah usia 60 tahun dengan risiko menengah-tinggi yang dapat mentoleransi kemoterapi dosis tinggi, transplantasi sel punca hematopoietik autologus  dapat dipertimbangkan. Pada beberapa pasien muda dengan kekambuhan atau keterlibatan sumsum tulang, transplantasi sel punca hematopoietik alogenik juga dapat dipertimbangkan.

 

Pengobatan Bedah

 

Hanya terbatas pada biopsi atau penanganan komplikasi; Pasien dengan hipersplenisme tanpa kontraindikasi dapat menjalani splenektomi untuk meningkatkan jumlah darah dan menciptakan kondisi yag mendukung kemoterapi selanjutnya.

 

Pendaftaran Konsultasi

Kirim
Ikuti Kami
Pendaftaran Konsultasi
Kirim
Book Appt.
Call Us
Telephone
+62 811998896
+62 811188251