Limfoma

Gambaran Umum Limfoma

Limfoma adalah sejenis tumor ganas yang berasal dari sistem limfatik dan pembentukan darah. Limfoma terutama dibagi menjadi dua jenis besar, yaitu Limfoma Hodgkin (HL) dan Limfoma Non-Hodgkin (NHL), di mana prognosis Limfoma Hodgkin relatif lebih baik. Setiap tahun, terdapat lebih dari 500 ribu kasus baru limfoma di seluruh dunia. Gejala awalnya sering tersembunyi dan mudah diabaikan, namun dengan penanganan medis yang tepat waktu, peluang untuk sembuh tetap dapat diperoleh. Karena itu, segera memeriksakan diri sangatlah penting.

Di Tiongkok, terdapat lebih dari 100 ribu kasus baru limfoma setiap tahunnya, menjadikan jumlah pasiennya termasuk yang tertinggi di dunia. Di Fosun Health, jumlah kasus yang sangat besar ini memberikan tim ahli kami pengalaman klinis yang mendalam, sehingga setiap tahap mulai dari klasifikasi patologis yang presisi hingga terapi target dan imunoterapi dapat dikendalikan secara akurat.

Mengapa memilih Fosun Health?

Setiap pusat pengobatan limfoma umumnya memiliki kemoterapi, radioterapi, dan terapi antibodi. Namun, berikut adalah keunggulan khusus yang dimiliki oleh Fosun Health:

Keunggulan 1: Dari “Penyebaran ke Seluruh Tubuh” menjadi “Perburuan Berdasarkan Subtipe”

“Dokter mengatakan ada di leher, dada, dan perut saya. Ini kanker darah, apakah artinya sudah menyebar ke seluruh tubuh? Apakah masih ada harapan?”

Tantangan: Limfoma pada dasarnya merupakan penyakit sistemik. Pemeriksaan PET-CT sering menunjukkan keterlibatan banyak area kelenjar getah bening, bahkan hingga sumsum tulang. Hal ini membuat pasien merasa panik dan berpikir bahwa penyakitnya “sudah ada di mana-mana”.

Namun, limfoma berbeda dengan metastasis pada tumor padat. Bahkan limfoma stadium IV sering kali masih memiliki peluang kesembuhan yang tinggi. Lesi pada tahap awal, meskipun disertai massa tumor besar, tetap dapat disembuhkan melalui kombinasi terapi presisi yang tepat.

Solusi dari kami: Terapi disesuaikan berdasarkan stadium dan subtipe, dengan menargetkan karakter biologis penyakit, bukan hanya lokasi penyebarannya:

•   Untuk limfoma sel B besar difus (DLBCL), regimen R-CHOP (rituximab + cyclophosphamide, doxorubicin, vincristine, dan prednisone) masih menjadi dasar utama pengobatan kuratif bagi sebagian besar pasien. Pada tipe berisiko tinggi double-hit/triple-hit (rearrangement MYC/BCL2/BCL6), terapi akan ditingkatkan menjadi regimen DA-EPOCH-R atau regimen berbasis polatuzumab

•   Untuk limfoma Hodgkin: regimen ABVD atau BEACOPP intensif dapat memberikan tingkat kesembuhan lebih dari 80% bahkan pada stadium lanjut. Terapi yang disesuaikan berdasarkan hasil PET scan yaitu menurunkan intensitas terapi bila hasil PET awal sudah negatif dapat mengurangi toksisitas tanpa menurunkan efektivitas pengobatan.

•   Untuk limfoma indolent (seperti limfoma folikuler dan limfoma zona marginal), bila diperlukan terapi, regimen berbasis rituximab + bendamustine atau lenalidomide dapat mengendalikan penyakit selama bertahun-tahun. Pada lesi stadium terbatas, radioterapi stereotaktik CyberKnife M6 dapat memberikan dosis kuratif dengan tingkat presisi 0,1 mm hanya dalam 1–5 kali terapi tanpa memerlukan kemoterapi sistemik.

•   Untuk limfoma sel mantel, inhibitor BTK (seperti ibrutinib dan zanubrutinib) yang dikombinasikan dengan kemoterapi atau terapi pemeliharaan telah mengubah hasil pengobatan secara signifikan. Khususnya zanubrutinib, obat inovasi asli Tiongkok, menunjukkan selektivitas dan toleransi yang lebih baik.

•   Untuk limfoma sel NK/T, regimen yang mengandung asparaginase (SMILE) dikombinasikan dengan radioterapi dini dapat memberikan efek kuratif pada subtipe yang dipicu oleh EBV dan lebih sering ditemukan di Asia ini. Artinya Stadium IV pada limfoma tidak sama dengan stadium IV pada kanker paru atau kanker hati.

Peluang kesembuhan Anda ditentukan oleh subtipe dan karakter biologis molekuler penyakit, bukan oleh seberapa banyak kelenjar getah bening yang terlihat aktif. 

Kami memilihkan terapi yang paling tepat dan paling presisi untuk setiap jenis tumor.

Keunggulan 2: Melewati “Badai” Kemoterapi

“Saya dengar kemoterapi limfoma sangat berat. Apakah saya akan terus muntah, kehilangan semua rambut, lalu harus diisolasi di ruang steril karena imun tubuh hilang? Bagaimana saya bisa bertahan menjalani pengobatan ini?”

Tantangan: Regimen pengobatan limfoma seperti R-CHOP, ABVD, dan BEACOPP termasuk salah satu terapi paling kuat dalam dunia onkologi. Terapi ini memang menghancurkan sel limfoma ganas, tetapi juga dapat merusak neutrofil, sel darah merah, dan trombosit normal. Mukosa mulut dan usus dapat mengalami kerusakan. Mual, toksisitas saraf, dan kelelahan berat sering membuat pasien ingin menghentikan pengobatan. Kerontokan rambut dan tekanan psikologis akibat isolasi juga menjadi beban yang besar.

Solusi dari kami: Kami menyediakan sistem perlindungan dan dukungan menyeluruh agar Anda tetap cukup kuat untuk menyelesaikan setiap siklus terapi sesuai rencana karena penyelesaian terapi secara penuh merupakan salah satu faktor terpenting dalam keberhasilan kesembuhan.

•   Pencegahan mual dan muntah secara presisi: kombinasi preventif antagonis reseptor NK-1, penghambat 5-HT3, dan dexamethasone diberikan sebelum kemoterapi untuk mencegah lebih dari 90% mual dan muntah akibat kemoterapi.

•   Suntikan peningkat sel darah putih dan dukungan hematologi: alat injeksi pegfilgrastim otomatis akan memberikan obat sekitar 27 jam setelah kemoterapi untuk mencegah neutropenia demam. Transfusi trombosit aferesis juga digunakan untuk mencegah perdarahan, sehingga membantu pasien menghindari kondisi darurat dan rawat inap.

•   Perlindungan terhadap infeksi: antibiotik, antivirus, dan antijamur diberikan secara preventif selama periode neutropenia bahkan sebelum muncul demam. Pemantauan rutin viral load CMV dan EBV memungkinkan deteksi dini reaktivasi virus sebelum berkembang menjadi pneumonia atau hepatitis.

•   Hipertermia untuk meningkatkan sensitivitas radio-kemoterapi: pada masa limfoma berukuran besar yang menjalani kemo radioterapi bersamaan, terapi panas regional bersuhu 40–43°C dapat merusak membran sel limfoma dan meningkatkan sensitivitasnya terhadap radioterapi dan kemoterapi. Terapi ini bekerja seperti “pengganda kekuatan serangan”, membantu mengecilkan tumor lebih cepat tanpa meningkatkan toksisitas, terutama efektif untuk lesi di rongga dada, rongga perut, dan kelenjar getah bening superfisial.

•   Pendekatan integratif pengobatan tradisional Tiongkok: formula herbal berbasis bukti digunakan untuk membantu mengurangi mual dan muntah akibat kemoterapi, melindungi mukosa saluran cerna, mendukung pemulihan sel darah putih dan trombosit, serta mengurangi neuropati perifer akibat vincristine. Tujuannya adalah memastikan setiap dosis terapi dapat diselesaikan tepat waktu tanpa penundaan maupun pengurangan dosis.

Artinya bagi anda: Kemoterapi memang berat, tetapi tidak harus menjadi sesuatu yang tidak tertahankan. Sistem perlindungan kami mulai dari pencegahan mual, peningkat sel darah putih, perlindungan infeksi, hipertermia pendukung terapi, hingga dukungan integratif memiliki satu tujuan utama: memastikan Anda dapat menyelesaikan seluruh rangkaian terapi kuratif tepat waktu tanpa terhenti di tengah jalan.

Keunggulan 3: Penanganan Darurat untuk Penekanan Tumor dan Nyeri Tulang - Intervensi dan Bedah Radioaktif

“Kelenjar getah bening di leher dan dada saya membesar sampai sulit menelan dan bernapas. Atau tumor sudah menyerang tulang panggul dan rasa sakitnya luar biasa. Bisakah saya segera ditolong?”

Tantangan: Limfoma agresif dapat membentuk massa besar di mediastinum atau retroperitoneum yang menekan trakea, vena cava superior, ureter, atau saluran empedu, sehingga menyebabkan mengi, pembengkakan wajah, gagal ginjal, atau penyakit kuning. Keterlibatan tulang juga dapat menimbulkan nyeri hebat dengan risiko patah tulang, bahkan sulit dikendalikan hanya dengan obat opioid. Pasien sering merasa seolah tubuhnya “tercekik dari dalam”.

Solusi kami: Kami menyediakan tindakan cepat tanpa operasi besar untuk mengurangi tekanan tumor dan mengendalikan nyeri:

•   CyberKnife M6 untuk mengecilkan tumor: pada masa limfoma besar di mediastinum atau retroperitoneum yang menekan organ vital, teknologi radiosurgery stereotactic dengan presisi submilimeter 0,1 mm memusatkan radiasi dari ribuan sudut berbeda. Dalam beberapa hari, ukuran tumor dapat mengecil dengan cepat dan tekanan pada organ dapat berkurang. Terapi ini hanya membutuhkan 1–5 sesi tanpa sayatan, sekaligus memberikan perbaikan cepat sebelum terapi sistemik bekerja maksimal.

•   Pemasangan stent untuk mengatasi sumbatan: pada sindrom vena cava superior yang menyebabkan pembengkakan wajah dan lengan akibat penekanan pembuluh darah, pemasangan stent intravaskular dapat memulihkan aliran darah hanya dalam beberapa jam. Untuk sumbatan ureter atau saluran empedu akibat tekanan tumor, pemasangan stent ureteral double-J atau stent bilier dapat membuka kembali saluran yang tersumbat dan melindungi fungsi ginjal serta hati.

•   Ablasi lesi tulang dengan panduan pencitraan: pada lesi tulang yang nyeri dan berisiko patah, cryoablation dapat menghancurkan tumor sekaligus memberikan efek pereda nyeri alami, sehingga menghasilkan pengurangan nyeri yang cepat dan bertahan lama. Pada tulang penopang tubuh, prosedur ini dapat dikombinasikan dengan vertebroplasty atau cementoplasty untuk mencegah keruntuhan tulang.

•   Blok saraf regional dan neurolysis pleksus celiac: untuk limfoma retroperitoneal atau panggul yang menyerang pleksus saraf, tindakan penghancuran saraf dengan panduan pencitraan dapat memutus transmisi rasa nyeri, mengurangi ketergantungan pada opioid, dan membantu pasien kembali tidur dengan lebih baik.

Yang perlu di ketahui: Saat kelenjar getah bening menekan saluran napas atau pembuluh darah, atau ketika nyeri tulang menghancurkan kualitas hidup Anda, kami dapat membantu mengecilkan tumor, membuka kembali saluran yang tersumbat, menghancurkan lesi penyebab nyeri, atau memblokir sinyal saraf nyeri memberikan kelegaan cepat sekaligus menjaga kekuatan tubuh Anda untuk melanjutkan terapi kuratif.

Keunggulan 4: Ketika Kemoterapi dan Terapi Antibodi Tidak Lagi Efektif - CAR-T, Antibodi Bispesifik, dan Akses Pengobatan

“DLBCL saya kambuh setelah R-CHOP dan kemoterapi penyelamatan. Atau limfoma folikuler saya sudah tidak merespons pengobatan lagi. Apakah masih ada harapan? Bisakah saya membiayai terapi CAR-T?”

Tantangan: Limfoma agresif yang kambuh atau sulit diobati merupakan salah satu kondisi paling menakutkan dalam onkologi. Kemoterapi penyelamatan standar sering kali gagal. Terapi sel CAR-T yang telah membawa perubahan besar bagi limfoma sel B dapat menelan biaya hingga 400–500 ribu dolar AS di Amerika Serikat dan Eropa. Di banyak negara, terapi ini bahkan sama sekali tidak dapat diakses. Pasien sering merasa ditinggalkan justru ketika terapi paling kuat sebenarnya sudah tersedia.

Solusi dari kami: Di Tiongkok, terapi sel dan imunoterapi bertarget bukanlah mimpi yang jauh, melainkan pilihan nyata yang dapat diakses:

•   Terapi sel CAR-T CD19: axicabtagene ciloleucel (Yes Carta) dan tisagenlecleucel (Kymriah) telah disetujui dan tersedia secara komersial di Tiongkok untuk limfoma sel B besar yang kambuh atau sulit diobati. Pada pasien yang memenuhi kriteria, tingkat remisi lengkap dapat melebihi 50%, dengan remisi jangka panjang sebesar 30–40%. Fasilitas pemrosesan sel dan tim klinis kami menangani seluruh proses, mulai dari leukapheresis, infus ulang sel, hingga pemantauan CRS dan ICANS.

•   Antibodi bispesifik penghubung sel T (BiTE): glofitamab (CD20×CD3) dan epcoritamab telah disetujui di Tiongkok, memberikan pilihan imunoterapi “siap pakai” tanpa perlu membuat sel dari darah pasien sendiri. Obat diberikan melalui suntikan subkutan dengan toksisitas yang lebih terkontrol.

•   Antibody-drug conjugate (ADC): polatuzumab vedotin (CD79b-ADC) dan loncastuximab tesirine (CD19-ADC) memberikan penghantaran obat sitotoksik secara terarah untuk DLBCL kambuh dan limfoma sel B lainnya.

•   Inhibitor BTK dan PI3K: untuk limfoma sel mantel, linfoma zona marginal, dan limfoma folikuler yang kambuh, obat seperti zanubrutinib, ibrutinib, dan idelalisib telah digunakan secara rutin sebagai terapi oral rawat jalan untuk mengendalikan penyakit.

Keunggulan biaya dan inovasi obat Tiongkok: terapi CAR-T dan antibodi bispesifik di Tiongkok tersedia dengan biaya sekitar 30–50% dibandingkan Amerika dan Eropa, dengan kualitas pemrosesan sel yang setara. Selain itu, berbagai konstruksi CAR-T dan antibodi bispesifik CD3/CD20 hasil inovasi Tiongkok juga sedang berada dalam tahap pengembangan klinis lanjut, sehingga semakin memperluas akses pasien terhadap terapi mutakhir. Melalui pencocokan molekuler berbasis NGS serta pengalaman menangani ratusan kasus limfoma kambuh dengan terapi sel dan terapi target, tim dokter kami dapat membantu menentukan strategi pengobatan yang paling sesuai.

Yang perlu di ketahui: Kekambuhan setelah terapi lini pertama bukan berarti akhir dari harapan. Status CD20, CD19, atau CD79b pada limfoma Anda dapat membuka akses menuju terapi CAR-T, antibodi bispesifik, maupun ADC terapi inovatif yang tersedia di sini dan sekarang, dengan biaya yang jauh lebih terjangkau sehingga benar-benar dapat dijangkau pasien.

Pendampingan Menyeluruh dan Akses ke Terapi Terkini

Jalur Cepat Uji Klinis

Ketika pilihan terapi standar sudah tidak lagi efektif, kami dapat langsung menghubungkan pasien ke seluruh database uji klinis fase III di Tiongkok yang sering kali tersedia 3-5 tahun lebih awal dibandingkan negara lain. Pencocokan molekuler berbasis NGS membantu menemukan uji klinis yang sesuai dengan mutasi spesifik pasien, dengan seluruh proses persetujuan etik dan pemantauan medis dilakukan secara menyeluruh.

Onkologi Integratif dan Dukungan Pengobatan Tradisional Tiongkok

Pengobatan tradisional Tiongkok digunakan berdampingan dengan terapi utama sebagai “pengoptimal imun dan vitalitas”:

•   Dalam mengurangi efek samping terapi: pengobatan ini membantu melindungi fungsi sumsum tulang, mengurangi mual dan muntah akibat kemoterapi, meredakan kelelahan terkait kanker, mendukung pemulihan trombosit dan sel darah putih, serta mengurangi neuropati perifer.

•   Dalam meningkatkan efektivitas terapi: beberapa formula pilihan juga berpotensi meningkatkan sensitivitas tumor terhadap kemoterapi maupun radioterapi.

Akupunktur juga digunakan sebagai dukungan tambahan untuk membantu mengurangi nyeri, mual, kelelahan, serta gangguan saraf setelah pengobatan. Tujuan utamanya adalah mengurangi beban terapi, menjaga fungsi imun tubuh, serta memastikan pasien memiliki kekuatan yang cukup untuk menyelesaikan setiap siklus pengobatan sesuai rencana hingga mencapai kesembuhan.

Kisah pasien dengan kanker kelenjar getah bening

Diagnosis: pasien didiagnosis menderita limfoma sel B besar difus, yaitu salah satu jenis kanker pada sistem limfatik.

Rencana pengobatan: Pusat Kedokteran Tumor Presisi di Rumah Sakit Fosun Chancheng, Foshan, berhasil melakukan terapi sel CAR-T pada Ibu Liang. Setelah menjalani perawatan rawat inap dan proses pemulihan selama lebih dari 20 hari, kondisi Ibu Liang saat ini sudah stabil dan menunjukkan pemulihan yang baik.

affe7c86-df6b-45d6-9c79-71ab95a7bbe8.png.png

(Direktur Ye Gang bersama tim ahli multidisiplin dari dalam dan luar negeri secara bersama-sama menyusun rencana pengobatan komprehensif untuk pasien).

Pengambilan Keputusan Terpadu Tim Multidisiplin

Setiap kasus limfoma ditinjau bersama oleh tim multidisiplin yang terdiri dari spesialis hematologi-onkologi, radioterapi, patologi dan flow cytometry, pencitraan serta kedokteran nuklir (PET-CT), radiologi intervensi, nutrisi klinis, dan pengobatan integratif. Pengambilan keputusan pada limfoma memiliki tingkat kompleksitas yang unik, termasuk konfirmasi subtipe histologis, penyesuaian intensitas terapi berdasarkan hasil PET, penentuan kebutuhan radioterapi lokal pada massa tumor besar, pengaturan urutan kemoterapi, imunoterapi, terapi target, CAR-T, dan antibodi bispesifik pada kasus multi-resisten, hingga penanganan cytokine release syndrome setelah terapi CAR-T.

Pertemuan MDT (Multidisciplinary Team) dilakukan dalam waktu 48 jam. Rencana terapi Anda merupakan hasil keputusan bersama yang dioptimalkan berdasarkan subtipe limfoma, profil molekuler, stadium penyakit, usia, serta prioritas pribadi pasien.

Silakan unggah laporan patologi biopsi kelenjar getah bening Anda (termasuk imunohistokimia), hasil PET-CT, pemeriksaan darah, hasil FISH untuk MYC/BCL2/BCL6, serta hasil NGS (seperti EZH2, TP53, NOTCH1, dan lainnya). Tim multidisiplin limfoma kami yang terdiri dari dokter hematologi, dokter radioterapi, dan spesialis imunoterapi akan memberikan rencana diagnosis dan terapi awal yang dipersonalisasi dalam waktu 48 jam, termasuk konfirmasi subtipe, stratifikasi risiko, evaluasi indikasi CAR-T, dan penilaian transplantasi.

Pendaftaran Konsultasi

Kirim
Ikuti Kami
Pendaftaran Konsultasi
Kirim
Book Appt.
Call Us
Telephone
+62 811998896
+62 811188251