Cara diagnosis umum limfoma

Di Fosun Health, diagnosis limfoma bukan sekadar “menemukan benjolan”, melainkan menentukan subtipe secara akurat (Hodgkin vs. Non-Hodgkin, sel B vs. sel T, indolent vs. aggressive), mendeteksi faktor genetik pemicu, serta melakukan stratifikasi risiko untuk menyusun terapi individual yang dapat memaksimalkan peluang kesembuhan sekaligus meminimalkan efek samping jangka panjang.

Jalur diagnosis kami yang efisien dapat memberikan hasil lengkap hanya dalam beberapa hari:

Langkah 1: Biopsi Eksisi atau Biopsi Jarum Inti

Ini merupakan standar emas diagnosis. Dengan panduan USG atau CT scan, satu kelenjar getah bening akan diangkat seluruhnya (biopsi eksisi) atau diambil sampel jaringan berukuran besar (biopsi jarum inti). Aspirasi jarum halus tidak cukup untuk diagnosis awal. Sampel kemudian digunakan untuk menilai struktur jaringan (apakah struktur normal kelenjar getah bening rusak), ukuran sel, dan aktivitas pembelahan sel.

Langkah 2: Imunohistokimia

Menggunakan antibodi untuk mendeteksi penanda permukaan sel, menentukan jenis sel (sel B atau sel T), tahap diferensiasi, dan indeks proliferasi. Pemeriksaan ini membantu membedakan limfoma sel B besar difus, limfoma folikuler, limfoma Burkitt, limfoma sel mantel, limfoma Hodgkin, dan jenis lainnya.

Langkah 3: Flow Cytometry

Digunakan pada darah, sumsum tulang, atau jaringan kelenjar getah bening segar. Pemeriksaan ini dapat dengan cepat mengidentifikasi sel B klonal atau kelompok sel T abnormal, sekaligus mengukur penanda yang digunakan untuk pemantauan penyakit sisa minimal.

Langkah 4: PET-CT

Merupakan alat paling penting untuk menentukan stadium penyakit. Pemeriksaan ini mendeteksi seluruh area kelenjar getah bening yang terkena (leher, dada, perut, panggul) serta organ di luar kelenjar getah bening seperti limpa, hati, tulang, dan paru-paru. PET-CT menentukan stadium Ann Arbor (stadium I–IV) dan menjadi dasar evaluasi efektivitas terapi setelah pengobatan (skor Deauville).

Langkah 5: Profil Molekuler (NGS dan FISH)

Melalui pemeriksaan NGS dan FISH pada jaringan tumor, dapat dianalisis adanya perubahan gen seperti MYC, BCL2, dan BCL6 (untuk lymphoma double-hit/triple-hit), mutasi TP53, EZH2, CREBBP, NOTCH1, BRAF, serta lebih dari 300 gen terkait limfoma lainnya. Pemeriksaan ini juga dapat menentukan apakah limfoma Anda sensitif terhadap inhibitor BTK (untuk limfoma sel mantel atau CLL), inhibitor BCL 2 (untuk limfoma folikuler positif t(14;18) atau CLL), inhibitor EZH2 (untuk limfoma folikuler dengan mutasi EZH2), inhibitor ALK (untuk limfoma anaplastik sel besar ALK-positif), inhibitor PD-1 (untuk limfoma Hodgkin dan sebagian limfoma sel T), maupun terapi antibodi bispesifik dan CAR-T (untuk limfoma sel B yang kambuh atau sulit diobati).

Pendaftaran Konsultasi

Kirim
Ikuti Kami
Pendaftaran Konsultasi
Kirim
Book Appt.
Call Us
Telephone
+62 811998896
+62 811188251