Limfoma seringkali diawali dengan munculnya benjolan tanpa rasa sakit di leher, ketiak, atau selangkangan. Berbeda dengan infeksi biasa, benjolan ini tidak akan hilang dengan sendirinya. Jangan menganggap pembengkakan kelenjar getah bening hanya sebagai “flu biasa”. Jika Anda mengalami salah satu gejala berikut selama lebih dari dua minggu terutama bila memiliki riwayat keluarga limfoma, penyakit autoimun, atau pernah terinfeksi virus Epstein-Barr (EBV) segera lakukan pemeriksaan ke dokter spesialis.
| Gejala | Tanda Peringatan |
|---|---|
| Pembengkakan kelenjar getah bening tanpa nyeri | Benjolan di leher, ketiak, atau selangkangan yang terasa kenyal, bisa digerakkan saat disentuh, tidak hilang selama beberapa minggu, atau semakin membesar. |
| Demam tanpa penyebab jelas | Demam di atas 38°C yang muncul berulang tanpa tanda infeksi seperti flu atau batuk. |
| Keringat malam berlebihan | Berkeringat banyak saat tidur malam hingga pakaian atau seprai menjadi basah, meskipun suhu ruangan tidak panas. |
| Penurunan berat badan tanpa sebab jelas | Berat badan turun lebih dari 10% dalam 6 bulan tanpa diet atau olahraga khusus. |
| Kelelahan berkepanjangan | Tubuh terasa sangat lelah hingga mengganggu aktivitas sehari-hari dan tidak membaik meski sudah cukup istirahat. |
| Gatal pada kulit | Gatal di seluruh tubuh tanpa ruam atau alergi yang jelas, dan bisa terasa lebih berat setelah minum alkohol. |
Jika Anda memiliki riwayat keluarga limfoma, menderita penyakit autoimun seperti rheumatoid arthritis, sindrom Sjögren, atau lupus, pernah terinfeksi virus Epstein-Barr (EBV) atau HIV, pernah terpapar bahan kimia tertentu seperti pestisida dan benzena, atau berusia di atas 60 tahun serta mengalami gejala sistemik yang tidak diketahui penyebabnya, maka melakukan pemeriksaan kesehatan setahun sekali, termasuk pemeriksaan fisik (perabaan kelenjar getah bening) dan pemeriksaan darah dasar, dapat membantu mendeteksi limfoma pada tahap awal yang lebih mudah diobati.