Kanker hati adalah jenis kanker yang sering berkembang tanpa gejala pada tahap awal. Banyak pasien baru mengetahui penyakit ini saat sudah memasuki stadium lanjut. Hal ini karena kanker hati biasanya muncul secara perlahan pada hati yang sudah mengalami kerusakan, seperti sirosis.
Di seluruh dunia, hampir 900.000 orang didiagnosis kanker hati setiap tahun.Kanker hati juga menjadi salah satu penyebab utama kematian akibat kanker di Indonesia, dengan angka kematian hampir mencapai 19.500 jiwa setiap tahun. . Meskipun sering ditemukan pada stadium lanjut, pengobatan yang tepat dan terencana tetap dapat membantu mengendalikan penyakit dan meningkatkan kualitas hidup pasien.
Di Tiongkok, jumlah kasus kanker hati cukup tinggi, yaitu hampir setengah dari total kasus di dunia. Banyaknya kasus ini membuat tenaga medis memiliki pengalaman yang luas dalam menangani berbagai kondisi kanker hati, termasuk yang kompleks.
Penanganan kanker hati biasanya meliputi operasi, obat-obatan, dan radioterapi. Namun, tidak semua pasien bisa menjalani operasi. Karena itu, di Fosun Health tersedia pendekatan pengobatan yang lebih beragam dan disesuaikan dengan kondisi pasien.
“Jika tumor saya besar, banyak, atau dekat pembuluh darah utama, apakah masih ada pengobatan tanpa operasi besar?”
Tantangan: Pada banyak pasien kanker hati, kondisi hati sudah mengalami kerusakan sehingga operasi besar berisiko tinggi. Tumor juga bisa berukuran besar, muncul di beberapa lokasi, atau berada dekat pembuluh darah penting. Dalam kondisi seperti ini, pengobatan dengan obat saja sering tidak cukup.
Solusi dari kami: Tersedia terapi intervensi yang dilakukan melalui jarum atau kateter tanpa perlu operasi terbuka. Metode ini memungkinkan pengobatan langsung ke area tumor dengan tindakan yang lebih minim invasif.
Jalur 1: Terapi untuk Menghancurkan Tumor:
• Ablasi dengan panduan pencitraan: Prosedur ini menggunakan jarum kecil dengan bantuan CT atau USG untuk menghancurkan tumor menggunakan panas (radiofrekuensi, gelombang mikro) atau pembekuan. Tujuannya adalah membunuh sel kanker secara tepat tanpa merusak jaringan hati yang masih sehat.
• Iodium-125 (biji radioaktif): Partikel kecil seperti butiran beras ditanam langsung di area kanker, seperti pada pembuluh darah atau penyebaran ke kelenjar getah bening dan tulang. Terapi ini memberikan radiasi dari dalam tubuh secara terus-menerus selama beberapa bulan untuk mengendalikan kanker.
• Terapi panas (hipertermia): Menggunakan suhu hangat terkontrol untuk melemahkan sel kanker dan membantu meningkatkan efektivitas kemoterapi atau radioterapi, tanpa menambah beban pada hati yang sudah terganggu.
Jalur 2: Terapi untuk Mengecilkan Tumor
• TACE: secara langsung melalui arteri hati untuk menutup suplai darah ke tumor.
• Embolisasi mikrosfer berisi obat (D-TACE): konsentrasi obat lokal mencapai 50–100 kali dibanding kemoterapi intravena, sehingga jaringan hati yang mengeras di sekitarnya dapat tetap terjaga.
• Infus berkelanjutan melalui arteri hati:obat kemoterapi berkonsentrasi tinggi dialirkan secara terus-menerus ke area tumor dalam waktu yang lama, sehingga bekerja lebih efektif langsung pada tumor.
Setelah 1–3 kali terapi minimal invasif, ukuran tumor sering kali mengecil secara signifikan, sehingga kondisi yang sebelumnya tidak bisa dioperasi dapat berubah menjadi memungkinkan untuk operasi, sambil tetap menjaga fungsi hati yang cukup. Pada pasien dengan sirosis hati, setiap bagian hati yang masih berfungsi sangat penting. Tujuan pengobatan ini tidak hanya mengendalikan kanker, tetapi juga menjaga sebanyak mungkin jaringan hati yang sehat.
Setelah terapi, fungsi hati umumnya tetap dalam kondisi yang baik seperti sebelum pengobatan.
“Saya memiliki trombus tumor di vena porta (PVTT), atau fungsi hati saya sangat lemah sehingga tidak bisa dioperasi. Apakah masih ada pengobatan yang dapat menyembuhkan?”
Tantangan: PVTT (trombosis tumor di vena porta) atau gangguan fungsi hati yang berat sering membuat pasien tidak bisa menjalani operasi. Selain itu, radioterapi biasa juga berisiko memperburuk kondisi hati dan dapat memicu gagal hati.
Solusi dari kami: Menggunakan M6 CyberKnife generasi terbaru, yaitu radioterapi robotik dengan sistem pelacakan pernapasan secara real-time dan ketelitian sangat tinggi hingga tingkat sub-milimeter. Teknologi ini dapat mengikuti pergerakan hati saat bernapas, sehingga radiasi dapat diarahkan secara sangat tepat ke tumor, termasuk lesi di hati, kekambuhan setelah operasi, hingga PVTT, tanpa merusak jaringan hati di sekitarnya.
• Tumor di hati atau kekambuhan: dapat dihancurkan tanpa operasi.
• PVTT: tetap dapat ditangani dengan radiasi yang sangat terfokus pada trombus, sambil menjaga pembuluh darah dan jaringan hati di sekitarnya.
• Fungsi hati lemah: menjadi pilihan pengobatan saat operasi tidak memungkinkan, tanpa anestesi, tanpa sayatan, dan tanpa perdarahan.
Manfaat bagi pasien: PVTT bukan berarti tidak ada harapan. Dengan 1–5 kali terapi non-bedah, CyberKnife dapat menjadi pilihan pengobatan yang efektif dan tetap menjaga organ, tanpa merusak sisa fungsi hati yang masih ada.
Tantangan: Pada pasien dengan sirosis hati, pengangkatan jaringan hati dalam jumlah besar dapat meningkatkan risiko gagal hati. Karena itu, dokter harus menyeimbangkan antara mengangkat seluruh jaringan kanker dan tetap menjaga sebanyak mungkin jaringan hati yang masih sehat.
Solusi dari kami : Dengan bantuan teknologi robot, dokter dapat melakukan operasi dengan pandangan tiga dimensi yang diperbesar hingga 10 kali dan alat bedah yang sangat presisi tanpa getaran. Teknologi ini memungkinkan pengangkatan tumor secara sangat tepat, hanya pada bagian yang terkena kanker, sambil tetap menjaga jaringan hati yang sehat dan pembuluh darah penting di sekitarnya. Semakin banyak jaringan hati sehat yang bisa dipertahankan, semakin rendah risiko gagal hati setelah operasi, dan pemulihan pasien menjadi lebih aman.
Tantangan: Kanker hati stadium lanjut memerlukan pengobatan sistemik. Namun, seiring waktu, obat yang digunakan seperti sorafenib atau lenvatinib bisa menjadi kurang efektif (terjadi resistensi). Setelah itu, pasien sering bertanya: apa langkah berikutnya?
Solusi dari kami: Tiongkok telah menjadi pemimpin global dalam inovasi terapi sistemik kanker hati. Kombinasi seperti camrelizumab dengan apatinib terbukti dapat memperpanjang harapan hidup secara signifikan dibandingkan sorafenib, dan telah direkomendasikan dalam pedoman NCCN, ESMO, dan CSCO. Kami menyediakan obat target generasi keempat yang telah disetujui di Tiongkok serta antibodi bispesifik, dengan pengobatan yang diberikan di bawah pengawasan dokter yang memiliki pengalaman luas dalam pengelolaan terapi berurutan pada pasien yang mengalami resistensi obat.
Akses Cepat ke Uji Klinis
Ketika pengobatan standar sudah tidak lagi memberikan hasil, kami dapat terhubung langsung dengan seluruh basis data uji klinis fase III di Tiongkok yang biasanya tersedia 3–5 tahun lebih awal dibandingkan di negara lain. Melalui pencocokan molekuler NGS, pasien dapat dipadankan dengan uji klinis yang sesuai dengan mutasi genetiknya, dengan seluruh proses melalui persetujuan etika dan pengawasan medis.
Integrasi Onkologi dengan Dukungan Pengobatan Tradisional Tiongkok.
Dalam pengobatan kanker hati, menjaga fungsi hati bukanlah pilihan tambahan tetapi merupakan dasar dari seluruh terapi lainnya. Pendekatan pengobatan tradisional Tiongkok kami berjalan bersamaan sebagai “pengoptimal sistem perlindungan hati”:
• Mengurangi efek samping: melindungi fungsi hati yang tersisa, mengurangi mual dan muntah akibat kemoterapi, mengurangi kelelahan akibat kanker, serta menurunkan penekanan pada sumsum tulang. Hal ini sangat penting terutama bagi pasien sirosis dengan cadangan fungsi hati yang terbatas.
• Meningkatkan efektivitas: penggunaan obat pilihan tertentu yang dikombinasikan dengan terapi intervensi atau sistemik dapat meningkatkan respons tumor serta membantu toleransi pengobatan secara keseluruhan—sehingga pasien dapat mempertahankan kondisi nutrisi dan fungsi hati yang cukup untuk menyelesaikan seluruh rangkaian terapi.
Akupunktur juga dapat membantu mengurangi nyeri, mual, dan kelelahan. Tujuannya adalah melindungi fungsi sisa hati, mengurangi beban pengobatan, dan membantu pasien memiliki cukup kekuatan untuk menjalani seluruh proses pengobatan.
Setiap kasus kanker hati ditinjau oleh tim gabungan yang terdiri dari spesialis bedah hepatobilier, radiologi intervensi, onkologi medis, radioterapi, hepatologi (spesialis fungsi hati), radiologi pencitraan, dan patologi. Pengobatan kanker hati harus terus menyeimbangkan antara sifat agresif dalam mengatasi tumor dan upaya melindungi fungsi hati antara mengangkat/menghancurkan tumor dan mempertahankan organ yang sangat penting untuk kehidupan. Inilah alasan mengapa MDT sangat diperlukan. MDT dilakukan dalam waktu 48 jam setelah seluruh data rekam medis lengkap dikumpulkan.
Silakan unggah hasil CT abdomen dengan kontras atau MRI, gambar USG, hasil tes fungsi hati, laporan penanda tumor (seperti AFP), atau hasil patologi/biopsi Anda. Tim multidisiplin kanker hati kami akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi Anda, dan dalam waktu 48 jam akan memberikan rencana awal pengobatan serta rekomendasi tindakan operasi atau terapi intervensi.