Di Fosun Health, pemeriksaan tidak hanya untuk menemukan adanya benjolan, tetapi juga untuk memahami jenis dan karakter tumor secara menyeluruh. Hal ini penting agar dokter dapat menentukan pengobatan yang tepat, sekaligus tetap menjaga payudara, penampilan tubuh, dan kualitas hidup pasien. Dengan pemeriksaan yang terintegrasi, hasil dapat diperoleh dalam beberapa hari, sehingga pengobatan bisa segera direncanakan tanpa harus menunggu lama.
Kami menggunakan strategi pencitraan multimodal yang lebih canggih dibandingkan mammografi konvensional:
· Tomosintesis payudara digital 3D: Mampu mendeteksi lesi kecil yang tersembunyi di balik jaringan payudara yang padat, sangat penting bagi wanita Asia yang umumnya memiliki jaringan payudara lebih padat.
· USG payudara otomatis seluruh volume: Pemeriksaan tanpa rasa sakit dan tanpa radiasi yang memindai seluruh payudara secara tiga dimensi menjadi metode pelengkap yang ideal untuk skrining.
· MRI payudara dengan kontras: Digunakan untuk melihat secara jelas ukuran dan penyebaran tumor, termasuk apakah terdapat lebih dari satu lokasi, serta hubungannya dengan dinding dada dan kulit.
Diagnosis dipastikan dengan prosedur yang minim luka dan lebih nyaman bagi pasien:
· Biopsi payudara dengan bantuan vakum: Dilakukan melalui sayatan kecil sekitar 3 mm untuk mengambil atau mengangkat jaringan yang dicurigai. Dalam satu tindakan, dokter bisa sekaligus memastikan diagnosis dan melakukan penanganan awal, sehingga sering tidak perlu operasi kedua.
· Biopsi dengan panduan MRI: Digunakan jika kelainan hanya terlihat pada MRI. Dengan bantuan MRI, pengambilan sampel jaringan dapat dilakukan dengan sangat tepat.
· Biopsi cair (tes darah): Jika sulit mengambil jaringan, pemeriksaan bisa dilakukan melalui tes darah sederhana untuk mendeteksi DNA tumor yang beredar di dalam tubuh.
· PET-CT: Digunakan untuk mendeteksi apakah kanker telah menyebar ke kelenjar getah bening, tulang, hati, atau paru-paru.
· MRI otak: Dilakukan untuk memastikan apakah ada penyebaran ke otak, sehingga penentuan stadium penyakit menjadi lebih akurat.
Melalui pemeriksaan NGS (tes genetik generasi kedua), dilakukan analisis terhadap reseptor hormon (ER/PR), status HER2, indeks proliferasi Ki-67, mutasi BRCA1/2, serta lebih dari 300 gen terkait tumor. Pemeriksaan ini bertujuan untuk menilai sensitivitas tumor terhadap terapi hormon, terapi target anti-HER2, imunoterapi, atau inhibitor PARP. Dengan demikian, rencana pengobatan dapat disesuaikan dengan karakteristik biologis spesifik tumor, bukan menggunakan pendekatan yang sama untuk semua pasien.
Kisah Pasien Kanker Payudara:𝐏𝐞𝐫𝐣𝐚𝐥𝐚𝐧𝐚𝐧 𝟐.𝟓𝟎𝟎 𝐊𝐢𝐥𝐨𝐦𝐞𝐭𝐞𝐫 𝐮𝐧𝐭𝐮𝐤 𝐊𝐞𝐬𝐞𝐦𝐛𝐮𝐡𝐚𝐧