Neuroma akustik (schwannoma vestibular)

Ringkasan Tumor Saraf Pendengaran

Acoustic neuroma adalah tumor jinak yang berasal dari sel Schwann, yaitu sel yang menyelimuti saraf vestibulokoklear (saraf kranial kedelapan). Saraf ini berfungsi menghubungkan telinga bagian dalam dengan batang otak.

Walaupun bukan kanker, tumor ini dapat menimbulkan gangguan serius karena tumbuh di area yang sempit, yaitu saluran saraf pendengaran dan daerah sudut cerebellopontine. Saat tumor membesar, ia dapat menekan saraf dan struktur penting di sekitarnya. Karena lokasinya yang sangat sensitif, pertumbuhan kecil saja dapat berdampak pada fungsi pendengaran dan kemampuan menjaga keseimbangan tubuh.Secara global, penyakit ini tergolong jarang, dengan angka kejadian sekitar 1 kasus per 100.000 orang setiap tahun. Pertumbuhannya biasanya lambat, sekitar 2 mm per tahun. Namun, karena lokasinya yang sangat sensitif, pertumbuhan kecil saja dapat berdampak pada fungsi pendengaran dan keseimbangan.

Di Tiongkok, jumlah kasus cukup besar dan terus meningkat, sehingga tim medis memiliki pengalaman luas dalam menangani penyakit ini, terutama dalam upaya mempertahankan pendengaran dan melindungi fungsi saraf wajah. Setiap keputusan terapi dapat menentukan apakah pasien masih dapat mempertahankan senyuman dan kemampuan mendengar. Seperti yang tertuang dalam prinsip utama kami: “semakin banyak kasus yang ditangani, semakin tepat kita dalam mempertahankan, dan semakin menyeluruh dalam melindungi.”

Mengapa memilih Fosun Health?

Setiap pusat bedah saraf dapat mengangkat neuroma akustik berukuran besar. Namun, berikut adalah keunggulan yang membedakan Fosun Health:

Kemampuan 1: Mempertahankan fungsi wajah dan pendengaran

“Dokter mengatakan bahwa operasi pengangkatan tumor dapat menyebabkan kelumpuhan pada satu sisi wajah serta kehilangan pendengaran total di sisi tersebut. Apakah ada pengobatan yang tidak menghilangkan ekspresi wajah dan pendengaran saya?

Tantangan: Pengangkatan Acoustic neuroma melalui bedah mikro, terutama untuk tumor yang berukuran lebih dari 2,5 cm, memiliki risiko besar terhadap saraf wajah (yang mengontrol ekspresi wajah) dan saraf koklea (yang berperan dalam pendengaran). Bahkan pada tangan ahli berpengalaman, angka kelemahan wajah pascaoperasi masih mencapai 20–50%, dan tingkat keberhasilan mempertahankan pendengaran fungsional pada tumor besar kurang dari 50%. Banyak pasien akhirnya memilih untuk hidup dengan tumor daripada kehilangan fungsi wajah dan pendengaran.

Solusi kami: CyberKnife M6 stereotactic radiosurgery (SRS) terapi radiasi presisi tinggi yang mampu mengendalikan pertumbuhan tumor sambil tetap mempertahankan fungsi saraf.

  • Tumor kecil hingga sedang (≤3 cm): CyberKnife memberikan radiasi dengan presisi sub-milimeter (sekitar 0,1 mm) langsung ke tumor, dengan 1–3 kali sesi terapi. Gradien dosis yang sangat tajam membuat tumor menerima dosis tinggi yang bersifat menghancurkan tumor, sementara saraf wajah dan saraf koklea hanya menerima dosis rendah yang masih aman untuk mempertahankan fungsinya. Tingkat keberhasilan mempertahankan pendengaran fungsional mencapai lebih dari 70–80%, dan tingkat perlindungan saraf wajah lebih dari 95%.

  • Tumor besar: Untuk tumor >3 cm yang menyebabkan penekanan pada batang otak atau hidrosefalus, biasanya dilakukan operasi pengangkatan sebagian (debulking) terlebih dahulu untuk mengurangi tekanan pada batang otak. Setelah itu, sisa kapsul tumor ditangani dengan CyberKnife SRS—menggabungkan dekompresi darurat dengan kontrol tumor non-invasif yang definitif.

  • Pemantauan saraf wajah selama operasi: Bahkan ketika operasi diperlukan, pemantauan saraf wajah intraoperatif digunakan untuk memaksimalkan perlindungan saraf. Setelah operasi, sisa tumor dapat dilanjutkan dengan terapi CyberKnife.

  • Perlindungan pendengaran dengan dosis terkontrol: Menggunakan teknik “cochlear sparing dosimetry”, yaitu membatasi dosis radiasi ke koklea agar tetap berada di bawah ambang yang diketahui dapat menyebabkan kehilangan pendengaran.

Yang perlu diketahui: Pasein tidak perlu memilih antara pengobatan tumor dan mempertahankan fungsi wajah serta pendengaran. Pada sebagian besar neuroma akustik kecil hingga sedang, CyberKnife memberikan tingkat kontrol tumor yang sebanding dengan operasi, sambil tetap menjaga fungsi yang penting untuk kualitas hidup sehari-hari.

Kemampuan 2: Sisa tumor atau kekambuhan tanpa perlu operasi ulang

“Saya pernah menjalani operasi beberapa tahun lalu. Karena tumor melekat pada saraf wajah, tumor tidak bisa diangkat seluruhnya. Sekarang tumor tumbuh kembali. Saya tidak siap untuk operasi lagi. Apakah ada pilihan lain?”

Tantangan: Pada operasi pengangkatan sebagian tumor, baik yang disengaja maupun karena kondisi sulit, sering masih ada sisa tumor. Dalam 30–60% kasus, sisa tumor ini dapat tumbuh kembali dalam 5–10 tahun. Operasi ulang di area yang sudah memiliki jaringan parut, yaitu di sudut cerebellopontine, memiliki risiko lebih tinggi untuk melukai saraf wajah dibanding operasi pertama. Banyak pasien akhirnya hanya diminta untuk “menunggu dan memantau”, sampai gejala muncul kembali, sehingga harus hidup dengan rasa cemas dan keluhan yang perlahan memburuk.

Solusi dari kami: CyberKnife SRS dapat menjadi pilihan terapi untuk Acoustic neuroma yang tersisa atau kambuh, tanpa perlu menjalani operasi ulang.

  • Sisa tumor setelah operasi: Untuk tumor yang masih tertinggal setelah operasi, terutama yang berada dekat saraf wajah atau batang otak, CyberKnife dapat memberikan radiasi terarah langsung ke sisa tumor. Terapi ini membantu melengkapi hasil operasi tanpa perlu tindakan operasi ulang.

  • Kekambuhan setelah radioterapi: Pada tumor yang tumbuh kembali setelah sebelumnya mendapat radioterapi konvensional, CyberKnife dapat menargetkan bagian tumor yang kambuh dengan sangat tepat. Dosis radiasi ke saraf penting seperti batang otak, saraf wajah, dan koklea tetap dijaga agar berada dalam batas aman.

  • Terapi penyelamatan setelah operasi gagal: Pada pasien yang mengalami kekambuhan setelah operasi pertama, terutama jika sudah terjadi gangguan seperti penurunan pendengaran atau kelemahan wajah, CyberKnife dapat membantu mengontrol pertumbuhan tumor tanpa memperburuk kondisi saraf yang sudah ada.

  • Mengontrol pertumbuhan tanpa menambah kerusakan: Data jangka panjang menunjukkan bahwa CyberKnife dapat mengendalikan pertumbuhan Acoustic neuroma pada lebih dari 90% kasus sisa atau kekambuhan, sambil tetap mempertahankan fungsi pendengaran dan saraf wajah yang masih ada.

Yang perlu di ketahui: Jika tumor tidak terangkat seluruhnya atau muncul kembali setelah operasi, tidak selalu perlu menjalani operasi ulang. CyberKnife dapat melanjutkan penanganan tumor yang tersisa atau kambuh, dengan risiko tambahan kerusakan saraf yang lebih rendah.

Kemampuan 3: SRS terlalu kecil, operasi terlalu berisiko?

“Tumor saya lebih dari 3 cm dan sudah menekan batang otak. CyberKnife saja mungkin tidak cukup, tetapi saya juga takut operasi bisa merusak wajah dan pendengaran saya. Apakah ada jalan tengahnya?”

Tantangan: Acoustic neuroma yang berukuran besar (>3 cm) menimbulkan dilema. CyberKnife SRS saja mungkin tidak cukup untuk mengurangi tekanan pada batang otak, sementara operasi mikroskopik memiliki risiko lebih tinggi menyebabkan kelumpuhan wajah dan kehilangan pendengaran. Akibatnya, pasien sering berada di antara pilihan terapi yang kurang efektif atau tindakan operasi yang berisiko tinggi menimbulkan kecacatan.

Solusi dari kami: Strategi “kombinasi” yaitu operasi + CyberKnife SRS secara berurutan.

  • Operasi pengurangan tekanan + CyberKnife untuk sisa tumor: Tim bedah saraf melakukan operasi untuk mengangkat sebagian tumor yang menekan batang otak. Tujuannya adalah mengurangi tekanan dengan segera, sambil tetap menjaga saraf wajah dan sisa pendengaran semaksimal mungkin. Setelah kondisi stabil (biasanya beberapa hari hingga minggu), CyberKnife digunakan untuk mengobati sisa tumor dengan ketepatan sangat tinggi (sekitar 0,1 mm). Hasilnya adalah tekanan pada otak berkurang, tumor tetap terkontrol, dan fungsi wajah serta pendengaran lebih terjaga.

  • Shunt ventrikulo-peritoneal (jika diperlukan): Pada tumor yang menyebabkan penumpukan cairan di otak (hidrosefalus), dapat dipasang selang (shunt) untuk mengalirkan cairan dari otak ke perut. Tindakan ini membantu menurunkan tekanan di dalam kepala sebelum atau bersamaan dengan terapi utama.

  • Terapi tambahan untuk meredakan gejala pada tumor besar: Pada beberapa pasien dengan tumor besar, terapi tambahan seperti terapi panas dapat membantu mengurangi pembengkakan di sekitar tumor dan memperbaiki keluhan seperti gangguan keseimbangan, sebagai persiapan sebelum pengobatan utama.

  • Rehabilitasi keseimbangan (vestibular): Setelah pengobatan, pasien menjalani latihan fisioterapi untuk membantu memulihkan keseimbangan tubuh, baik setelah operasi, CyberKnife, maupun kombinasi keduanya.

Yang perlu di ketahui: Tumor besar tidak berarti harus memilih antara operasi yang berisiko tinggi atau terapi radiasi yang kurang cukup. Kedua metode dapat dikombinasikan: operasi untuk mengurangi tekanan segera, dan CyberKnife untuk mengendalikan sisa tumor secara tepat, sehingga fungsi wajah, pendengaran, dan kualitas hidup tetap terjaga.

Pendampingan menyeluruh dan akses terapi lanjutan

Jalur cepat uji klinis

Untuk kasus Acoustic neuroma yang berkaitan dengan NF2 atau yang kambuh, ketika semua terapi standar sudah digunakan, pasien dapat langsung dihubungkan dengan database uji klinis fase III di Tiongkok. Ini mencakup terapi baru seperti inhibitor mTOR, obat anti-VEGF untuk tumor kistik, serta metode radiosurgery dengan peningkatan dosis generasi terbaru. Akses ini biasanya tersedia 3–5 tahun lebih cepat dibandingkan terapi standar. Seluruh proses tetap melalui persetujuan etik dan pemantauan medis yang ketat.

Pengobatan tradisional Tiongkok digunakan bersamaan dengan terapi utama sebagai “pendukung optimalisasi fungsi saraf dan keseimbangan”.

  • Mengurangi efek samping: membantu mengatasi pusing dan gangguan keseimbangan setelah pengobatan, mengurangi kelelahan akibat radioterapi, membantu pemulihan saraf wajah, serta meredakan tinnitus.

  • Mendukung pemulihan: beberapa ramuan dapat membantu tubuh beradaptasi dengan gangguan keseimbangan dan meningkatkan toleransi terhadap terapi kombinasi.

  • Akupunktur: digunakan sebagai terapi tambahan untuk membantu mengurangi pusing, tinnitus, ketegangan otot wajah, dan memperbaiki keseimbangan.

Tujuan: Meningkatkan pemulihan fungsi dan kualitas hidup pasien secara maksimal, tidak hanya menjaga keamanan saraf, tetapi juga membantu pasien tetap dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih baik.

Keputusan Terpadu Multidisiplin

Setiap kasus Acoustic neuroma dinilai oleh tim dokter dari berbagai bidang, termasuk bedah saraf (mikroskopik dan endoskopik), radioterapi (CyberKnife SRS), radiologi saraf, audiologi, dokter THT, spesialis saraf mata (terutama NF2), genetika (NF2), serta ahli rehabilitasi keseimbangan. Penanganan tumor ini cukup kompleks, sehingga perlu dipertimbangkan beberapa hal: apakah cukup dipantau saja atau perlu tindakan; memilih antara operasi, CyberKnife, atau kombinasi keduanya, serta menentukan prioritas antara mempertahankan pendengaran atau mengontrol tumor. Untuk pasien NF2 juga diperlukan pengelolaan jangka panjang.

Tim MDT biasanya berdiskusi dan memberikan hasil dalam waktu 48 jam. Rencana pengobatan dibuat berdasarkan ukuran dan lokasi tumor, kondisi pendengaran, fungsi saraf wajah, status NF2, usia, serta kebutuhan dan prioritas pasien.

kasus pasien

Diagnosis: Pasien menderita schwannoma saraf pendengaran unilateral dan schwannoma saraf trigeminal, serta telah mengalami penurunan pendengaran sedang dan mati rasa pada kulit wajah.

Rencana pengobatan: Terapi CyberKnife.

af48276d-fd81-479d-ac80-97539149e9b5.png.png

Tim pusat tumor mengadakan diskusi multidisiplin (MDT) bersama para ahli

9ced11d4-2fdb-44f0-aff9-262d8bfc1761.png.png

Setelah pengobatan

Tiga bulan setelah pengobatan, kondisi pasien menunjukkan perbaikan yang sangat baik. Keluhan yang sebelumnya dialami, seperti telinga berdenging ringan (tinnitus), mati rasa pada wajah, dan penurunan penglihatan, tidak hanya tidak bertambah parah, tetapi juga hampir seluruhnya menghilang. Hasil pemeriksaan MRI kepala, baik tanpa maupun dengan kontras, menunjukkan bahwa sebagian besar jaringan tumor telah mengalami nekrosis (kematian jaringan tumor). Selain itu, tidak ditemukan pembengkakan (edema) yang bermakna di sekitar tumor maupun kelainan lain yang mengkhawatirkan.

93cc5f1e-eb76-450e-811b-56b266e969ba.png.jpg

Sebelum pengobatan (22.08.2028), tumor berbentuk padat (solid) dan menunjukkan peningkatan kontras yang jelas.

Pasien diminta mengirimkan hasil MRI dengan kontras pada area telinga dalam, tes pendengaran, pemeriksaan BAEP (gelombang otak untuk pendengaran), serta catatan operasi sebelumnya jika ada. Tim MDT Fosun Health kemudian akan mengevaluasi secara menyeluruh dan memberikan rencana pengobatan awal yang sesuai untuk pasien, termasuk apakah cocok untuk CyberKnife SRS, kombinasi operasi dan SRS, atau rencana khusus untuk NF2.

Pendaftaran Konsultasi

Kirim
Ikuti Kami
Pendaftaran Konsultasi
Kirim
Book Appt.
Call Us
Telephone
+62 811998896
+62 811188251