Apa itu Kanker Pankreas?

Wang Enmin

Jabatan:
Kepala Ahli Onkologi Radiasi di Pusat Diagnosis dan Perawatan Presisi Onkologi Medis Foshan Chancheng
Gelar:
Kepala Dokter

Konsultasi Gratis

 Apa itu kanker pankreas?

Kanker pankreas merupakan tumor ganas yang berasal dari sel epitel saluran pankreas atau sel asinar yang berperan dalam produksi enzim. Di dunia medis, kanker ini dikenal sebagai “raja dari segala kanker” karena tingkat keganasannya yang sangat tinggi dan deteksinya yang sering terlambat. Meskipun penyebab pastinya belum sepenuhnya dipahami, sejumlah faktor risiko telah diidentifikasi, termasuk kebiasaan merokok jangka panjang, pola makan yang tidak sehat, indeks massa tubuh (IMT) yang tinggi, serta kerusakan pankreas yang berlangsung lama (kronis). Gejala kanker pankreas biasanya baru muncul saat penyakit telah mencapai stadium lanjut. Beberapa gejala umum meliputi penyakit kuning (kulit dan mata menguning), penurunan berat badan secara drastis, serta rasa tidak nyaman atau nyeri pada perut.

 

63155aae-9a3c-4df8-8f9e-0db82a6d64f1.png.jpg


Pilihan pengobatan untuk kanker pankreas meliputi operasi, kemoterapi, radioterapi, terapi intervensi, serta perawatan suportif. Karena kanker pankreas umumnya tidak menimbulkan gejala pada tahap awal, sebagian besar pasien baru terdiagnosis ketika penyakit sudah memasuki stadium menengah hingga lanjut. Akibatnya, banyak yang kehilangan kesempatan untuk menjalani tindakan operasi. Dalam menyusun rencana pengobatan, dokter akan mempertimbangkan berbagai faktor seperti kondisi fisik pasien, lokasi dan ukuran tumor, untuk merencanakan terapi yang terpadu dan disesuaikan secara individual. Saat ini, langkah pencegahan utama adalah dengan menjaga gaya hidup sehat untuk menurunkan risiko terkena kanker pankreas.

 

 

Tren Kanker Pankreas di Indonesia

1.Angka Kejadian dan Proporsi Global


l  Jumlah kasus absolut: Pada tahun 2018, terdapat sekitar 4.940 kasus baru kanker pankreas di Indonesia, yang menyumbang sekitar 2,3% dari total kasus global (214.499 kasus di seluruh dunia).

l   Tingkat kejadian: Angka ini secara signifikan lebih rendah dibanding negara-negara Asia Timur seperti Tiongkok (54,2%) dan Jepang (20,1%), namun lebih tinggi dari Filipina (1,5%), sehingga menempatkan Indonesia pada tingkat kejadian menengah di kawasan Asia Tenggara.

l  Tren pertumbuhan: Meskipun belum tersedia data perbandingan langsung antar tahun, beberapa negara Asia seperti Tiongkok dan Thailand tercatat mengalami peningkatan angka kejadian kanker pankreas sebesar 1 hingga 5 kali lipat dalam 20 tahun terakhir.
l  Di Indonesia, seiring dengan meningkatnya usia harapan hidup dan perubahan pola hidup yang semakin menyerupai gaya hidup Barat, angka kejadian kanker pankreas juga diperkirakan akan mengalami peningkatan yang sejalan.

 

8d0276c5-adab-4349-9a05-bfbcbbc0d523.png.jpg


2.Distribusi Usia dan Jenis Kelamin

l  Usia dengan angka kejadian tinggi:
Kanker pankreas paling sering terjadi pada kelompok usia di atas 60 tahun, sesuai dengan pola global. Angka kejadian mencapai puncaknya pada usia 75 tahun ke atas.

l  Perbedaan berdasarkan jenis kelamin:
Angka kejadian lebih tinggi pada pria, dengan rasio sekitar 1,28:1 antara pria dan wanita. Perbedaan ini berkaitan langsung dengan tingginya angka perokok pada pria, yang mencapai lebih dari 65%.

 

3.Angka Kematian

l  Tingkat kelangsungan hidup sangat rendah:
Tingkat kelangsungan hidup lima tahun untuk kanker pankreas kurang dari 10%, karena sebagian besar pasien baru terdiagnosis ketika penyakit sudah berada pada tahap lanjut (baik lokal yang sudah berkembang maupun yang telah menyebar/metastasis).

l  Beban kematian yang tinggi:
Di daerah pedesaan, angka kematian kemungkinan lebih tinggi dibandingkan di wilayah perkotaan, terutama karena keterlambatan dalam diagnosis dan pengobatan.

Pendaftaran Konsultasi

Kirim
Ikuti Kami
Pendaftaran Konsultasi
Kirim
Book Appt.
Call Us
Telephone
+62 811998896
+62 811188251