Kanker serviks: jenis penyakit tumor yang sebenarnya bisa dicegah dan diobati jika ditangani dengan tepat.


Kanker serviks adalah kanker ganas keempat yang paling sering terjadi pada wanita di seluruh dunia, dengan angka kejadian yang cukup tinggi, yakni sekitar 73%–93%. Kanker serviks adalah kanker ganas keempat yang paling sering terjadi pada wanita di seluruh dunia. Angka kejadian dan tingkat kematian akibat penyakit ini berbeda-beda di setiap negara, terutama dipengaruhi oleh kondisi ekonomi dan akses layanan kesehatan. Saat ini, kanker serviks juga mulai banyak ditemukan pada usia yang lebih muda. Menurut data dari World Health Organization (WHO) menunjukkan bahwa pada tahun 2022 terdapat sekitar 660.000 kasus baru kanker serviks di seluruh dunia, dan sekitar 350.000 wanita meninggal akibat penyakit ini. Lebih dari 94% kasus terjadi karena kurangnya skrining (pemeriksaan) kanker serviks. Pada kanker serviks tahap awal, tingkat kesembuhan melalui operasi dapat mencapai lebih dari 90%. Namun, di beberapa negara berpenghasilan rendah, hanya sekitar 30% pasien yang mendapatkan pengobatan sesuai standar, karena keterbatasan fasilitas seperti alat radioterapi dan kondisi layanan kesehatan yang kurang memadai. Oleh karena itu, pencegahan sangat penting. Cara paling efektif untuk mencegah kanker serviks adalah dengan melakukan vaksinasi HPV sejak dini dan menjalani pemeriksaan secara rutin.


e7f20cd3-b350-4220-9ca5-df8e2abe5654.png.png


Pengobatan kanker serviks


Metode pengobatan kanker serviks di Fosun Health mengikuti standar internasional, Dokter akan menentukan jenis pengobatan berdasarkan stadium kanker dan kondisi kesehatan pasien, sehingga setiap pasien mendapatkan penanganan yang sesuai dengan kebutuhannya. Metode utama pengobatannya meliputi:


1. Operasi Minimal Invasif


Metode ini umumnya digunakan untuk kanker serviks tahap awal (stadium I–IIA).

Jenis tindakan yang sering dilakukan antara lain: Konisasi serviks, yaitu pengangkatan sebagian jaringan serviks, tindakan ini cocok untuk pasien yang masih ingin memiliki anak. (Histerektomi total) yaitu pengangakatan seluruh rahim, dan Histerektomi dengan pembersihan kelenjar getah bening, yaitu pengangkatan rahim sekaligus membersihkan kelenjar getah bening di area panggul. Tujuan utama operasi ini adalah mengangkat jaringan kanker secara menyeluruh agar penyakit tidak menyebar ke bagian tubuh lain.


472f7110-069c-473b-9ed0-6bd9dcaaff99.png.png


2. Terapi Radiasi (Radioterapi)


Radioterapi adalah pengobatan kanker dengan menggunakan sinar radiasi untuk membunuh sel kanker. Ada dua jenis radioterapi, yaitu: Radioterapi dari luar tubuh (menggunakan alat khusus untuk menyinari area panggul secara tepat) dan Radioterapi dari dalam tubuh (radiasi jarak dekat untuk meningkatkan efektivitas pengobatan di area tumor). Metode ini biasanya digunakan untuk pasien dengan kanker serviks stadium menengah hingga lanjut, pasien yang masih memiliki sisa kanker setelah operasi, atau pasien yang berisiko tinggi mengalami kekambuhan. Radioterapi bisa dilakukan sendiri atau dikombinasikan dengan pengobatan lain. CyberKnife merupakan salah satu metode pengobatan kanker serviks paling canggih di dunia saat ini. Terapi ini sangat cocok untuk pasien yang kondisi kesehatannya kurang baik, memiliki beberapa penyakit penyerta, atau tidak dapat menjalani operasi. Metode ini bersifat non-invasif (tanpa operasi), sehingga tidak memerlukan pembedahan. CyberKnife dapat membantu mengendalikan pertumbuhan tumor dan menghambat perkembangan sel kanker secara efektif. Selain itu, radiasi yang digunakan dapat menurun dengan cepat setelah mengenai target, sehingga jaringan sehat di sekitar tumor tetap aman dan tidak terdampak.


5071cc70-5b36-4453-948e-81cbbcbb648f.png.png


CyberKnife telah terbukti efektif dalam mengendalikan pertumbuhan tumor di area tertentu, dan dapat digunakan bersama dengan metode pengobatan lain seperti kemoterapi. Keunggulan utama terapi non-invasif CyberKnife:


Tepat sasaran: Mengurangi paparan radiasi pada jaringan sehat, sehingga efek samping dapat diminimalkan.

Waktu pengobatan lebih singkat: Biasanya jumlah sesi pengobatannya lebih sedikit dibandingkan radioterapi biasa, sehingga proses pengobatan bisa selesai lebih cepat.

Pemulihan lebih cepat: Sebagian besar pasien dapat kembali beraktivitas normal dalam waktu singkat setelah terapi. 


3. Kemoterapi


Obat yang umum digunakan antara lain Cisplatin, Carboplatin, dan Paclitaxel. Kemoterapi dapat dilakukan dengan beberapa cara, yaitu: Kemoterapi sebelum operasi, untuk mengecilkan ukuran tumor, Kemoterapi setelah operasi, untuk menghilangkan sisa sel kanker yang sangat kecil. Kemoterapi paliatif, untuk meredakan gejala pada pasien stadium lanjut dan membantu memperpanjang harapan hidup pasien. Biasanya, kemoterapi ini dilakukan dengan kombinasi beberapa jenis obat agar hasilnya lebih efektif. 


4. Terapi Target dan Imunoterapi


Terapi target: Pengobatan ini bekerja dengan cara menyerang bagian tertentu dari sel kanker (misalnya faktor pertumbuhan pembuluh darah). Salah satu obat yang sering digunakan adalah Bevacizumab. Biasanya, terapi ini digabungkan dengan kemoterapi agar hasil pengobatan lebih maksimal, terutama pada pasien stadium menengah hingga lanjut.


Imunoterapi: Pengobatan ini membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh agar dapat melawan sel kanker. Terapi ini digunakan pada pasien dengan kanker stadium lanjut atau yang kambuh, dan bisa menjadi pilihan jika pengobatan lain tidak memberikan hasil yang baik.


5. Terapi Kombinasi


Pada pasien dengan kanker serviks stadium menengah hingga lanjut, biasanya digunakan pengobatan kombinasi berupa “radioterapi+kemoterapi” secara bersamaan, atau “operasi+radioterapi dan kemoterapi setelah operasi”. Tujuannya adalah untuk meningkatkan peluang sembuh dan mengurangi risiko kanker kambuh. Rencana pengobatan akan ditentukan oleh dokter spesialis setelah dilakukan pemeriksaan. Penentuan ini biasanya berdasarkan hasil pemeriksaan jaringan (patologi) dan hasil pencitraan medis. Selain itu, pemeriksaan lanjutan secara rutin sangat penting untuk memantau hasil pengobatan dan mengontrol kemungkinan efek samping. Dengan demikian, pasien dapat dengan tenang berkonsultasi mengenai kondisinya dan meminta pendapat dari dokter lain untuk memastikan diagnosis maupun rencana pengobatan yang dijalani sudah tepat.


Pendaftaran Konsultasi

Kirim
Ikuti Kami
Pendaftaran Konsultasi
Kirim
Book Appt.
Call Us
Telephone
+62 811998896
+62 811188251