2025-12-29
Pernahkah Anda merasa cemas saat membaca istilah seperti “nodul tiroid”, “kista”, atau “mioma” pada hasil pemeriksaan medis? Ketika dokter menyarankan “observasi berkala”, apakah Anda merasa terjebak di antara rasa takut dan ketidakpastian? Perjalanan diagnosis konvensional sering kali terasa panjang dan melelahkan, seperti konsultasi, pemeriksaan penunjang, menunggu hasil, kontrol ulang, hingga kemungkinan operasi invasif. Setiap tahap dapat menguras energi membuat pasien bimbang antara kekhawatiran jika tidak melakukan tindakan apa pun dan kecemasan menghadapi operasi.
Kini, tersedia alternatif yang lebih nyaman. Di Pusat Intervensi USG Foshan Chancheng Hospital, kami menyediakan layanan solusi minim invasif terpadu dalam satu tempat. Dengan bimbingan pencitraan secara langsung (real-time), prosedur dilakukan secara tepat sasaran melalui tusukan jarum berukuran sangat kecil, sehingga berbagai permasalahan kesehatan dapat ditangani secara efektif dengan minimal risiko terhadap aktivitas sehari-hari.
Ablasi Gelombang Mikro Tiroid: Terapi Efektif Tanpa Bekas Luka
Kisah Pasien
Nona Li, 26 tahun, telah hidup dengan nodul tiroid kecil selama enam tahun dan memilih untuk memantaunya secara berkala karena khawatir terhadap bekas luka akibat operasi. Ketika ukurannya membesar hingga 2,4 cm, beberapa dokter menyarankan tindakan pembedahan. “Tidak diperlukan operasi terbuka—cukup satu tusukan jarum untuk mengatasinya,” jelas Dr. Du Guoneng. Prosedur presisi yang dilakukan secara rawat jalan ini memberinya solusi yang jelas dan meyakinkan, tanpa meninggalkan bekas luka yang selama ini ia khawatirkan.

Cara Kerja:
Dengan panduan USG secara real-time, sebuah jarum/probe tipis dimasukkan secara presisi untuk menghantarkan energi panas terarah guna menonaktifkan jaringan nodul, sekaligus mempertahankan jaringan tiroid sehat di sekitarnya.
Keunggulan Utama
Presisi Tinggi:Panduan USG memastikan tindakan dilakukan secara akurat dan tepat sasaran.
Minim Invasif: Hanya meninggalkan bekas tusukan jarum yang sangat kecil.
Pemulihan Cepat:Pasien umumnya dapat kembali beraktivitas normal dalam waktu singkat setelah prosedur.

Kisah Pasien:
Ibu Li, 80 tahun, memiliki kista hati yang awalnya tidak disadari hingga ukurannya membesar sampai 10 cm dan menyebabkan rasa tidak nyaman. Dr. Zhang Haixiong dari bagian bedah hati dan saluran empedu menyarankan tindakan skleroterapi dengan bantuan USG. Setelah menjalani prosedur tersebut, keluhannya berkurang dan kista dapat ditangani langsung dari penyebabnya.

Terapi Kista Ginjal (Skleroterapi)
Cara Kerja:
Dengan bantuan USG sebagai panduan visual (seperti bpenglihatan X-ray), dokter menusukkan jarum secara tepat ke dalam kista, mengeluarkan cairannya, lalu menyuntikkan obat khusus untuk membantu mencegah kista muncul kembali.
Cocok untuk:Kista hati atau ginjal yang berukuran lebih dari 5 cm atau sudah menimbulkan keluhan.
Skleroterapi Endometrioma Ovarium: Opsi Menjaga Kesuburan
Kisah Pasien:
Nona Chen, 35 tahun, ingin tetap mempertahankan peluang kesuburannya meskipun mengalami endometrioma ovarium berulang (dikenal sebagai “kista cokelat”). Karena tidak ingin kembali menjalani operasi laparoskopi yang invasif, ia memilih skleroterapi dengan panduan USG atas rekomendasi Dr. Wang Weice.
Keunggulan:Pendekatan ini menargetkan kista secara akurat sekaligus mempertahankan jaringan ovarium yang sehat. Bagi banyak perempuan, metode ini menjadi alternatif yang lebih menjaga fungsi reproduksi dibandingkan tindakan pembedahan.
Kontur Betis dengan Bantuan USG: Presisi untuk Hasil Lebih Alami
Kisah Pasien:
Ms. Wang (35 tahun) mencari solusi untuk otot betis yang tampak menonjol dan memengaruhi rasa percaya dirinya. Di bawah penanganan Dr. Xu Lixiaozi, ia memilih prosedur injeksi toksin botulinum dengan bantuan ultrasonografi (USG), sebuah langkah yang lebih maju dibandingkan metode biasanya.
Keunggulan Dibandingkan Metode Konvensional
Keamanan: Membantu menghindari cedera pada saraf dan pembuluh darah.
Hasil: Bertujuan menghasilkan tampilan yang alami dan proporsional.
Keunggulan Utama Intervensi dengan Panduan USG
Teknologi ini sering disebut sebagai “third eye” dalam dunia kedokteran modern karena memberikan sejumlah manfaat mendasar:
Presisi dan Keamanan: Pencitraan real-time memandu setiap tahap prosedur.
Minim Invasif: Sebagian besar tindakan hanya memerlukan tusukan jarum tanpa pembedahan terbuka.
Pemulihan Cepat: Dilakukan secara rawat jalan sehingga meminimalkan gangguan terhadap aktivitas sehari-hari.
Aplikasi Luas: Dapat digunakan untuk menangani berbagai kondisi pada kelenjar tiroid, hati, ginjal, sistem reproduksi, dan organ lainnya.
Di Foshan Chancheng Hospital, kami berkomitmen menghadirkan layanan medis yang minim tindakan pembedahan dan berpresisi tinggi. Melalui Pusat Intervensi Ultrasonografi, kami menyediakan berbagai prosedur dengan panduan pencitraan medis, mulai dari biopsi hingga ablasi. Dengan dukungan teknologi modern, setiap tindakan dilakukan secara lebih akurat, aman, dan nyaman demi menjaga kesehatan serta meningkatkan kualitas hidup pasien.