2026-02-26
Baru-baru ini, tim Bedah Jantung Rumah Sakit Foshan Fosun Chancheng, yang dipimpin oleh Profesor Zhang Xiaoshen, bekerja sama dengan tim dari Departemen Anestesi, CCU, dan Kardiologi, berhasil melakukan operasi bypass jantung yang kompleks pada seorang pasien serangan jantung akut yang juga memiliki beberapa penyakit penyerta. Pasien mengalami penyumbatan pada beberapa pembuluh darah jantung sekaligus, sehingga operasi yang dilakukan memiliki tingkat kesulitan yang tinggi. Berkat keterampilan medis yang baik serta kerja sama tim yang solid, operasi berjalan lancar dan berhasil membuka kembali aliran darah jantung pasien. Keberhasilan operasi ini menunjukkan bahwa kemampuan dari Tim RS Foshan Chancheng dalam menangani penyakit jantung koroner yang kompleks terus berkembang dan semakin maju.
Serangan Jantung Mendadak! Penyempitan Parah pada Banyak Pembuluh Koroner, Nyawa dalam Bahaya
Pada Januari tahun ini, seorang pria lanjut usia dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Foshan Chancheng akibat serangan jantung akut yang terjadi secara tiba-tiba. Saat tiba di rumah sakit, pasien mengalami nyeri dada yang sangat hebat dan berada dalam kondisi kritis.
Tim medis segera membuka jalur penanganan cepat dan melakukan berbagai pemeriksaan. Hasil pemeriksaan angiografi koroner menunjukkan adanya penyempitan berat pada pembuluh darah utama jantung serta beberapa cabangnya, dengan tingkat penyempitan lebih dari 97%. Kondisi ini membuat aliran darah ke otot jantung hampir terhenti, sehingga sangat membahayakan nyawa pasien.
Selain itu, pasien juga memiliki beberapa penyakit penyerta, seperti kadar lemak darah tinggi, diabetes tipe 2, dan tekanan darah tinggi. Kondisi pembuluh darah yang sudah rusak dan mengalami pengerasan (kalsifikasi) membuat tindakan pengobatan menjadi lebih sulit dan berisiko tinggi
Konsultasi Tim Multidisiplin Susun Rencana Operasi Khusus untuk Pasien
Menghadapi kondisi pasien yang rumit, Direktur Rumah Sakit Jantung Foshan Chancheng, Wang Qiang, segera mengoordinasikan pertemuan tim multidisiplin (MDT) yang melibatkan dokter dari bagian Kardiologi, CCU, ICU, Anestesi, dan Bedah Jantung untuk menentukan penanganan terbaik.
Setelah dilakukan evaluasi menyeluruh, tim dokter menilai bahwa kondisi pembuluh darah pasien sangat kompleks. Tindakan pemasangan stent dinilai sulit dilakukan dan memiliki risiko tinggi terjadinya penyempitan kembali setelah tindakan, sehingga bukan pilihan pengobatan yang paling tepat. Operasi bypass arteri koroner dianggap sebagai cara terbaik untuk membangun kembali aliran darah ke jantung dan menyelamatkan nyawa pasien.
Profesor Zhang Xiaoshen menjelaskan bahwa kasus penyempitan pada pembuluh darah utama jantung termasuk operasi dengan tingkat kesulitan sangat tinggi. Selain itu, pasien juga mengalami penyempitan pada tiga pembuluh darah utama serta memiliki beberapa penyakit penyerta, sehingga risiko operasi menjadi lebih besar. Kondisi ini membutuhkan keterampilan dokter yang tinggi, kerja sama tim yang baik, serta pengawasan ketat sebelum, selama, dan setelah operasi.
Untuk memastikan operasi berjalan aman, tim Profesor Zhang Xiaoshen beberapa kali mengadakan diskusi kasus, mempelajari kembali hasil pemeriksaan pembuluh darah pasien secara detail, serta menilai fungsi jantung dengan cermat. Tim juga menyiapkan rencana operasi secara matang beserta langkah antisipasi jika terjadi kondisi darurat selama operasi.

Operasi Selama 3 Jam Berhasil Dilaksanakan, Empat Cangkok Bypass Koroner Memulihkan Aliran Darah Jantung Pasien
Pada hari operasi, Profesor Zhang Xiaoshen memimpin tim dokter yang terdiri dari Direktur Shen Boru, Direktur Liao Shengjie, dan Wakil Direktur Zhang Xiaocong, bersama tim multidisiplin lainnya. Di bawah pembiusan total dan dengan bantuan mesin jantung-paru, tim bedah dengan hati-hati mengambil pembuluh darah dari dada dan kaki pasien untuk digunakan sebagai pembuluh pengganti.

Selama operasi, berkat pengalaman dan keterampilan yang tinggi, Profesor Zhang Xiaoshen menyambungkan pembuluh darah tersebut ke pembuluh utama jantung dan ke bagian arteri koroner di bawah area yang tersumbat. Melalui prosedur ini, tim berhasil membuat empat jalur bypass baru yang memungkinkan aliran darah melewati bagian pembuluh yang tersumbat, sehingga suplai darah ke otot jantung kembali lancar. Operasi berlangsung dengan baik selama tiga jam. Jumlah perdarahan sangat sedikit, dan kondisi pasien tetap stabil sepanjang proses operasi.
Perawatan Intensif Menyeluruh, Pasien Berhasil Pulih dengan Baik
Setelah operasi, pasien dipindahkan ke ruang perawatan intensif bedah (SICU) untuk menjalani pemantauan secara ketat. Direktur ICU Tao Fei, Direktur Lou Xiaru, dan Kepala Perawat Xu Jie bersama tim medis menyusun rencana perawatan dan pengobatan yang disesuaikan dengan kondisi pasien, serta memberikan perawatan pascaoperasi secara intensif. Setelah kondisi pasien stabil, ia kemudian dipindahkan ke ruang perawatan jantung intensif (CCU) untuk melanjutkan proses pemulihan. Pasien dapat segera lepas dari alat bantu pernapasan setelah operasi, dengan tanda-tanda vital yang secara bertahap kembali normal. Saat ini, pasien telah pulih dengan baik dan diperbolehkan pulang dari rumah sakit.
Direktur Rumah Sakit Jantung Foshan Chancheng, Wang Qiang, menyampaikan bahwa keberhasilan operasi bypass koroner kompleks ini menunjukkan kemampuan dan pengalaman tim bedah jantung rumah sakit dalam menangani kasus penyakit jantung yang sulit. Hal ini juga mencerminkan keunggulan kerja sama multidisiplin rumah sakit dalam memberikan penanganan menyeluruh bagi pasien dengan penyakit kardiovaskular kompleks.
Ke depannya, Foshan Chancheng Hospital akan terus mengutamakan pelayanan yang berfokus pada pasien, meningkatkan kemampuan teknologi medis, serta terus memperbaiki kualitas layanan kesehatan untuk membantu lebih banyak pasien dengan penyakit jantung mendapatkan perawatan yang optimal.