Kecepatan Penanganan Medis Tim Rehabilitasi Multidisiplin Shenzhen Hengsheng Hadirkan Harapan Baru bagi Pasien

2026-02-28

Ketika kondisi pasien menjadi kritis dan nyawa nya terancam, tim medis segera bergerak cepat dan bekerja secepat mungkin untuk menyelamatkan serta memulihkan pasien.

 

Dalam bidang rehabilitasi saraf, kondisi seperti perdarahan otak dan stroke sering menyebabkan pasien mengalami penurunan kesadaran dalam waktu lama. Pasien juga dapat kehilangan kemampuan berbicara, makan, maupun bergerak. Bagi keluarga, kondisi ini tidak hanya terasa berat, tetapi juga menjadi masa penantian yang penuh kekhawatiran karena mereka tidak tahu kapan keadaan pasien akan membaik.

 

Membantu pasien sadar lebih cepat, melepas alat bantu medis lebih awal, serta kembali dapat melakukan kegiatan sehari-hari secara mandiri merupakan harapan besar bagi keluarga. Hal tersebut juga menjadi komitmen profesional yang terus dipegang oleh tim Rehabilitasi II di Shenzhen Hengsheng Hospital yang berada di bawah naungan Fosun Health.

 


Baru-baru ini, di Rehabilitasi II Shenzhen Hengsheng Hospital, sejumlah pasien dengan cedera saraf otak menunjukkan kemajuan signifikan setelah menjalani evaluasi yang tepat dan terapi yang dipersonalisasi. Dalam waktu sekitar satu bulan, beberapa pasien berhasil sadar lebih cepat, melepas alat bantu medis dengan lancar, serta secara bertahap memulihkan kemampuan berbicara, menelan, dan bergerak. Keberhasilan ini merupakan hasil kerja sama erat berbagai tenaga profesional, termasuk tim medis dan perawat, terapis rehabilitasi, terapi oksigen hiperbarik, ahli gizi, serta psikolog. Dengan pemeriksaan yang akurat sebagai dasar, setiap pasien mendapatkan rencana rehabilitasi yang dirancang khusus sesuai kebutuhannya, sehingga proses pemulihan dapat berjalan lebih cepat dan tepat.

                                             

bc1e274d-0d11-4357-9cbb-cdabb9e924ef.png.jpg

Tim dokter dan perawat Rehabilitasi II Shenzhen Hengsheng Hospital.


1. Setelah 27 Hari Tidak Sadar, Seorang Ayah Muda Mulai Mendapatkan Harapan Baru

Tn. Zhang (nama samaran) berumur 35 tahun, adalah tulang punggung keluarganya. Namun, ia tiba-tiba mengalami perdarahan otak dan harus menjalani operasi otak serta dirawat cukup lama di ruang ICU karena kondisinya sangat kritis. Karena mengalami infeksi paru-paru yang berat, ia juga harus menjalani tindakan trakeostomi, yaitu pemasangan saluran napas melalui leher. Saat dipindahkan ke bagian Rehabilitasi II, ia sudah hampir satu bulan dalam kondisi tidak sadar. Responsnya sangat lemah, tidak bisa berkomunikasi, dan tidak mampu bergerak.


“Setiap waktu sangat penting untuk menyelamatkan fungsi otak, dan pemeriksaan yang tepat adalah langkah awal rehabilitasi.”

Tim Wakil Kepala Rehabilitasi II, Liu Quanfeng, segera mengadakan rapat bersama tim multidisiplin (MDT) untuk melakukan pemeriksaan secara menyeluruh. Mereka menilai tingkat kesadaran pasien, kondisi paru-paru, luas kerusakan saraf, serta kemungkinan pemulihan fungsi tubuh.Dengan mempertimbangkan usia pasien, riwayat penyakit, dan kondisi setelah operasi, tim kemudian menyusun dan memulai program khusus untuk membantu pasien sadar dan pulih secara bertahap.


Dokter rehabilitasi dan tim perawat melakukan pemantauan serta perawatan secara cermat untuk menjaga tekanan darah tetap stabil dan mengendalikan infeksi, sehingga proses pemulihan bisa berjalan dengan lancar. Fisioterapis memberikan rangsangan melalui teknik terapi manual dan penggunaan alat khusus untuk melatih respons gerak dan merangsang saraf, guna membantu mengaktifkan kembali fungsi otak. Terapis wicara dan menelan memulai latihan dari tahap paling dasar, seperti melatih kepekaan mulut, agar pasien perlahan dapat kembali berbicara dan makan. Tim terapi oksigen hiperbarik membantu meningkatkan suplai oksigen ke sel-sel otak yang kekurangan oksigen, sehingga mempercepat perbaikan saraf dan mendukung pemulihan kesadaran. Sementara itu, tim gizi menyusun rencana nutrisi yang sesuai dengan kondisi pasien, memastikan asupan makanan terpenuhi secara ilmiah dan tepat untuk menunjang proses pemulihan yang lebih cepat.


Lebih dari sebulan kemudian, Tn. Zhang berhasil sadar dan alat bantu medisnya bisa dilepas. Ia mulai bisa berbicara sedikit dan bergerak di tempat tidurnya. Keluarga itu pun kembali merasakan harapan dan cahaya dalam hidup mereka.


2. Satu Minggu Melepas Alat Bantu! Seorang Pekerja Konstruksi Mengalami “Kecepatan Rehabilitasi Shenzhen”

Tn. Tang (nama samaran), 57 tahun, tiba-tiba mengalami perdarahan otak saat bekerja di konstruksi. Setelah operasi, ia masih bingung, harus menggunakan alat bantu pernapasan melalui leher (trakeostomi), lumpuh di sisi kanan tubuh, dan tidak bisa makan sehingga harus diberi nutrisi lewat selang hidung. Tantangan utama tim medis adalah bagaimana membantu Tn. Tang sadar lebih cepat, melepas alat bantu dengan aman, dan memulihkan kemampuan tubuhnya. Untuk itu, tim segera menyusun dan menjalankan rencana rehabilitasi yang khusus disesuaikan dengan kondisinya.


771dc451-5d1a-49da-a921-9bc8f9a27070.png.png

Tn. Tang sudah sadar sepenuhnya dan berhasil melepas alat bantu pernapasan.


Mengendalikan infeksi: melakukan perawatan saluran pernapasan dengan baik, dan menggunakan katup khusus agar pasien bisa mulai berbicara. Meningkatkan kesadaran: terapi oksigen hiperbarik menjadi langkah awal, didukung dengan akupunktur, rangsangan manual, dan terapi sirkulasi otak menggunakan transkranial magnetik, untuk sepenuhnya membangkitkan kesadaran pasien. Pemulihan fungsi: terapi gerak dan latihan menelan dilakukan secara bersamaan, dengan tujuan utama agar pasien bisa makan sendiri dan bergerak sendiri.


Satu minggu kemudian, setelah dilakukan penilaian menyeluruh terhadap saluran napas, kekuatan otot pernapasan, dan keamanan menelan, Tn. Tang berhasil melepas selang trakeostomi. Selanjutnya, pemeriksaan menelan dengan sinar-X menunjukkan bahwa ia sudah bisa makan makanan lembut dengan aman. Melalui latihan makan bertahap, jenis makanan yang dikonsumsi pun semakin bervariasi, dan selang hidung untuk nutrisi akhirnya dapat dilepas. Kini, ia sudah dapat memahami perintah dengan jelas dan mulai menjalani latihan keseimbangan sebagai persiapan untuk berdiri kembali.

 

3. 10 Hari! Nenek 76 Tahun Bisa Melepas Alat Bantu

Bagi Nenek Li (nama samaran) yang berusia 76 tahun, setelah mengalami stroke, sisi kiri tubuhnya mengalami kelumpuhan sehingga ia harus bergantung pada selang lambung dan selang kemih untuk menjalani kehidupan sehari-hari. Hal ini sangat membebani hidupnya.


72de3115-92e6-44dd-99d2-446a0d999ac9.png.png

Nenek Li berfoto bersama dokter dan perawat setelah menjalani rahabilitasi

 

Setelah Nenek Li dipindahkan ke Rehabilitasi II Shenzhen Hengsheng Hospital, tim medis membuat program rehabilitasi khusus untuk lansia dengan beban ringan.

Melalui berbagai penilaian, tim mengevaluasi kondisi kognitif, nutrisi, gerak, dan psikologisnya, serta memeriksa kemungkinan kontraindikasi rehabilitasi. Terapi rehabilitasi pun dilakukan secara terpadu, meliputi latihan di tempat tidur, akupunktur, latihan menelan, latihan fungsi kandung kemih, dan panduan buang air kecil secara teratur. Selain itu, pemeriksaan menelan dengan sinar-X dilakukan untuk mengetahui kondisi menelan secara akurat, sehingga tim dapat menentukan waktu dan kelayakan untuk melepas selang lambung dan selang kemih dengan tepat.


Bantuan tim rehabilitasi membuat Nenek Li berhasil melepas selang kemih pada hari ke-4 dan selang lambung pada hari ke-10 sejak masuk rumah sakit. Ia kembali bisa buang air kecil sendiri dan makan melalui mulut. Dengan pelepasan alat bantu yang cepat, Nenek Li merasa percaya diri dan bersemangat mengikuti latihan rehabilitasi. Kemampuan geraknya pun meningkat dengan cepat, sehingga membuka peluang bagi kesembuhan lebih cepat dan persiapan pulang yang lebih baik.

 


Di medan rehabilitasi

Waktu adalah harapan

Semakin cepat pasien sadar

Semakin cepat melepas alat bantu medis

Semakin cepat kembali ke kehidupan normal, dan keluarga pun bisa lebih cepat melepaskan beban.


Di Rehabilitasi II Shenzhen Hengsheng Hospital, prinsip “pasien adalah yang utama” selalu dijadikan pedoman. Tim medis bekerja sama lintas disiplin, melakukan penilaian yang tepat, dan memberikan perawatan yang sesuai dengan kondisi masing-masing pasien. Dengan begitu, setiap pasien cedera otak mendapatkan perawatan lengkap dari fase kritis hingga pemulihan kemampuan tubuh. Dengan penanganan yang cepat, pasien dapat kembali sadar lebih cepat. Program perawatan yang profesional juga membantu pasien melepas alat bantu medis, kembali menjalani kehidupan normal, dan memulai hidup yang lebih baik.

Ikuti Kami
Pendaftaran Konsultasi
Kirim
Book Appt.
Call Us
Telephone
+62 81119968887
+62 81128741696