Pesona Greater Bay Area Kisah Persahabatan Nanyang, Temui Kaleidoskop Oriental yang Paling Memahami Anda

Angin muson dari Laut Cina Selatan, berbalut kelembapan dan kehangatan yang familiar, menyusuri Selat Malaka, membelai lembut jajaran pohon kelapa di Jakarta, dan akhirnya berlabuh di tanah yang memukau Kawasan Greater Bay Area Tiongkok, Guangdong HongKong Makau . Di sini, hamparan pasir putih dan lautan biru yang mengingatkan akan pesisir Bali berpadu harmonis dengan nuansa klasik Lingnan yang menawan hati para pecinta budaya Jawa. Dan bagi para penikmat kuliner sejati, kawasan ini adalah taman surga cita rasa yang penuh asap wangi dan hiruk pikuk pasar malam. Bagi teman-teman dari Asia Tenggara, khususnya masyarakat Indonesia yang memiliki ikatan darah dengan para perantau Tionghoa asal Guangdong, Kawasan Teluk Raya bukanlah negeri asing yang jauh, melainkan suatu reuni yang telah terjalin selama ribuan tahun.

Foshan

Detak Jantung Lingnan yang terjalin dari seni bela diri dan hidangan manis

ketika sinar fajar menyinari atap kaca warna-warni di kuil leluhur, aroma harum cheong fun sudah menyeruak dari lorong-lorong tua Distrik Chancheng. Di depan Balai Museum Peringatan Wong Fei-Hung, singa barongsai yang melompat lincah ke udara, bulu matanya lentik bergetar seolah menyambut pengunjung dari jauh Sebuah ritual pengusir nasib buruk dan pemanggil keberuntungan ini serasa berpadu harmoni dengan gerakan magis Tari Barong dari Bali.

Jangan sampai Terlewatkan

Makanan wajib dicoba: Lezatnya susu dua lapis khas Shunde yang lembut, gurih, memiliki rasa manis susu yang mirip dengan bubur sumsum khas Indonesia; sementara itu, Chee Cheong Fun khas Chencun yang setipis kertas, ketika disiram saus brisket sapi yang kaya rasa, seketika membangkitkan memori akan lontong Sayur yang hangat dan penuh bumbu di jalanan Jakarta.

Jalan Budaya dan Seni: Tungku kuno Nanfeng telah menyala tanpa henti selama lebih dari lima abad, menjadikan tempat ini simbol ketekunan dan warisan budaya Foshan. Gerakan tangan sang pengrajin tembikar ketika memutar tanah liat di atas roda tembikar tampak begitu terfokus dan penuh ketelitian bagai irama pengrajin perak Yogyakarta yang menempa keris. Aliran sungai yang berkelok-kelok dan bukit-bukit buatan di Taman Liang membuat orang terasa diajak melintasi waktu, seolah berada di kolam teratai Kebun Raya Bogor, Indonesia.

Guangzhou

Tradisi minum Teh Pagi Kanton Selama Seribu Tahun

Berjalan di bawah pilar tua di Jalan Qilou, dengan suara merdu opera kanton mengalun di telinga. Sungai Pearl terbentang di bawah Ketika Anda mencapai puncak Menara Kanton, Di ujung garis pencakar langit kota modern, tersembunyi jendela cangkang kerang tiram dan jendela bunga bergaya Manchuria dirumah-rumah tua Xiguan. Karakter kota ini menyerupai kenyataan Kota Tua Jakarta yang berpadu dengan Gedung pencakar langit SCBD.

Petualangan Rasa

Satu cangkir dan dua jenis dim sum: Di Restoran Panxi yang berusia puluhan tahun, Ha Kau (Pangsit Udang) bening seperti kristal, Char Siu Bao (Roti Daging Panggang) yang merekah menjadi tiga kelopak emas, disandingkan dengan teh bunga krisan dan teh Puer yang harum. Pengalaman ini menghadirkan nuansa minum teh sore yang lebih nikmat daripada Ngopi di pegunungan kota Bandung.

Cita Rasa Tersembunyi:Kelezatan susu jahe hangat khas Shawan memadukan sensasi pedas jahe dengan kelembutan susu, mengingatkan pada wedang jahe dari Padang yang menghangatkan tubuh; Sementara itu, saat tutup claypot dibuka dan uap harum dari belut tumis ala Huishi Bao (hotpot sizzling belut) mengepul, suasana yang tercipta seolah membawa kita pada keramaian kuliner malam di Pasar Malam Surabaya.

Shenzhen

Kampung Halaman Baru Nanyang, di Mana Masa Depan Menjadi Kenyataan

Kisah transformasi Shenzhen dari kampung nelayan menjadi kota teknologi yang luar biasa dan pesat membangkitkan semangat bagi para wirausahawan di Jakarta dan Medan. Setelah menyaksikan formasi drone pada langit senja membentuk pola pohon flamboyan di Talent Park (Taman Bakat), kita dapat menyelami Kawasan urban Bai Shi Zhou: di restoran hotpot daging sapi Chaoshan, Irisan segar daging iga yang baru dipotong, dimasak dengan cara tiga kali naik, tiga kali turun, menari-nari di dalam kaldu bening tulang sapi. Aroma gurih dari merpati panggang khas Guangming yang berpadu dengan wangi biji kopi Ethiopia dari kedai kopi di Taman Teknologi, menciptakan kolaborasi rasa yang inovatif, sama seperti kreatifitas orang Tionghoa Indonesia yang memadukan saus sate ke dalam pancake Belanda.

Pengalaman Inovatif

Laboratorium kuliner: Ayam Wenchang direbus dengan air kelapa muda Hainan dalam hotpot, dilengkapi saus cocolan dengan jeruk nipis hijau kecil menambah sensasi, membuat orang Bali yang terbiasa dengan Ayam Betutu berseru "Enak Sekali!"

Simbiotik Budaya: Situs pertahanan maritim Dinasti Ming dan Qing di Benteng Dapeng berdialog senyap dengan tembok grafiti di Kawasan Kreatif OCT-LOFTs. Sebuah simfoni lintas waktu yang sepadan dengan kehadiran Kuil Cheng Ho di Semarang yang bersanding harmonis dengan Galeri Seni Modern kota tersebut.

Zhuhai

Balada Cinta yang Dihembus Angin Laut

Ketika gemerlap lampu Shenzhen memukau mata, Zhuhai justru menenangkan jiwa dengan bayangan pohon kelapa di sepanjang Jalan Kekasih (Lovers Road). Di kapal nelayan Pulau Guishan, ikan kerapu segar diolah menjadi sashimi ikan ala Shunde, irisannya yang tipis seperti sayap capung membuat para pecinta sashimi tuna asal Indonesia mengacungkan jempol. Tiram dari Hengqin, meskipun lezat, penduduk lokal lebih menyukai cara kukus sederhana dan dipadukan dengan teh Phoenix Dancong, sambil menyaksikan Jembatan Hong Kong - Zhuhai - Macao melengkung bagaikan naga perak yang menyelam ke laut.

Momen Penyembuhan:

Rahasia Pulau: Di bawah langit berbintang Pulau Linting Luar, para nelayan melantunkan lagu air asin / lagu Tanka sambil menebar jaring, membangkitkan kenangan akan ritus penangkapan ikan tradisional di Pulau Flores. Sementara itu, keindahan terumbu karang di perairan Pulau Dong'ao sebening kristal, sama indahnya dengan keindahan bawah perairan Laut Banda.

Nuansa Pasar Malam: Di Pasar Malam Xiawan, suara desisan cumi bakar dan teriakan "pria tampan dan wanita cantik" berpadu dalam humor khas Kanton yang bahkan melampaui semarak Pasar Malam di Malang.

Ikuti Kami
Pendaftaran Konsultasi
Kirim
Book Appt.
Call Us
Telephone
+62 81119968887
+62 81128741696